Archive for the 'Health & Safety' Category

Dec 06 2013

Kumpulan MSDS Gas-gas Komersial

Published by iqmal under Health & Safety

Penggunaan gas untuk keperluan riset di laboratorium atau proses produksi di suatu industri sangat banyak dilakukan. Dalam bekerja dengan gas tersebut dibutuhkan informasi penanganan gas secara aman dan benar. Pada bidang kimia, akses informasi cara penanganan dan informasi bahan lainnya sering dikompilasikan pada suatu dokumen yang disebut Material safety data sheet (MSDS) atau Lembar data keamanan bahan. Demikian juga untuk bahan gas-gas industri maka juga diperlukan dokumen MSDS dari setiap gas tersebut.

Saya menemukan satu link kumpulan MSDS untuk gas-gas industri dalam bahasa Indonesia. Dokumen tersebut dibuat oleh pihak produsen gas PT Surya Biru Murni Acetylen. Informasi ini saya kira juga cukup bermanfaat untuk diketahui bersama, khususnya bagi pihak-pihak yang juga bekerja dengan menggunakan gas-gas tersebut.

Berikut link MSDS untuk gas-gas :

 

  • Argon - cek MSDS
  • Asetilen (gas karbit)  - cek MSDS
  • Karbondioksida - cek MSDS
  • Helium - cek MSDS
  • LPG - cek MSDS
  • nitrogen - cek MSDS
  • nitrous oksida - cek MSDS
  • oksigen - cek MSDS

 

No responses yet

Jul 31 2010

Ancaman Merkuri dari Acara Kremasi Mayat

Published by iqmal under Health & Safety

Artikel ini ditulis setelah teringat saat nonton serial Ghost Whisperes yang dibintangi oleh Jennifer Love Hewitt. Kebetulan episode yang dimainkan adalah tentang arwah hantu yang penasaran yang saat matinya seharusnya dibakar di krematorium, tetapi dimanipulasi dengan dibuang ke dasar danau. Dari gambaran yang tersaji memberikan ide tulisan ini, bukan tentang sisi sensual pemeran utamanya lho, tetapi tentang ada risiko bahaya yang mungkin terjadi di balik proses kremasi jenasah di krematorium. Ide asal masalah ini sendiri pernah didiskusikan oleh Prof Muefit Bahadir dari TU Braunsweigh Jerman saat berkunjung ke Jurusan Kimia FMIPA UGM Yogyakarta.

Pembakaran jenasah oleh keluarga almarhum yang ditinggalkan sudah umum dilakukan baik karena alasan agama atau kepercayaan tertentu. Kalau di Bali, umat Hindu yang berasal dari keluarga berada sering mengadakan upacara Ngaben untuk pembakaran jenasah. Upacara ini diselenggarakan di lapangan terbuka dengan prosesi pembakaran menggunakan bahan bakar tumpukan kayu, dan selanjutnya abu yang tersisa dapat dikubur, dilarung atau disimpan secara khusus. Untuk umat Kong Hu Cu atau orang Cina, juga melaksanakan pembakaran jenasah, tetapi dengan jalan dilaksanakan di krematorium. Jenasah akan dimasukkan ke dalam peti dan kemudian diletakkan dalam tanur pembakar yang selanjutnya akan membakar tubuh sampai habis dan menyisakan abu. Abu sisa pembakaran mayat ini akan disimpan dan dijaga oleh keluarga baik untuk disimpan maupun untuk dikuburkan pada suatu makam.

www.balispirit.com)

Continue Reading »

3 responses so far

Jul 30 2010

Hindari Ketupat dari Plastik

Published by iqmal under Health & Safety, kuliner

Di tempat tinggal saya, baik di Banyumas maupun di Yogyakarta sekarang, banyak dijumpai ketupat. Ketupat sudah menjadi makanan khas di tanah air. Ketupat biasa dihidangkan sebagai pengganti nasi pada makanan soto, pecel atau makanan lainnya. Ketupat juga biasa disajikan sebagai makanan pada waktu-waktu tertentu seperti pada hari raya Idul Fitri.

www.wartakota.co.id)

Ketupat ini dapat berfungsi sebagai pengganti nasi putih biasa. Ketupat merupakan olahan dari beras yang dimasak dengan jalan direbus, tetapi berasnya dimasukkan pada wadah selongsong terbuat dari anyaman daun kelapa. Butiran beras akan menyerap air dan selanjutnya ukuran butiran akan membesar sehingga memenuhi ruang selongsong yang tersedia. Pada satu selongsong ketupat biasa diisi dengan beras sekitar seperempat volume ukuran yang ada dan jangan terlalu banyak. Proses perebusan ketupat ini biasanya memakan waktu lama hampir tiga kali lipat yang diperlukan untuk menanak nasi biasa. Hal ini karena diperlukan proses pemasakan butiran beras supaya lunak dan bersifat lengket, yang selanjutnya dapat menyatu antar partikel beras. Kalau pada proses pembuatan bubur, butiran beras juga menggunakan air yang cukup banyak dan dimasak lama, namun karena beras tidak dimasukkan dalam wadah selongsong dan juga sambil diaduk, maka butiran beras hanya akan berubah lembek tetapi tidak menyatu. Produk ketupat yang baik adalah setelah bungkus selongsong dibuka, diperoleh bentuk utuh ketupat sesuai wadahnya dan tidak terurai menjadi butiran kembali. Cara penyajian selanjutnya adalah dengan jalan dibelah atau dipotong-potong menggunakan pisau sesuai selera. Continue Reading »

8 responses so far

Jul 15 2010

Jangan Pakai Pampers 24 Jam Sehari

Published by iqmal under Health & Safety, Keluarga

Bagi anak kecil dan mungkin jika masih tergolong balita, maka akan banyak hal berlangsung secara spontan di luar kontrol anak tersebut, karena memang belum memiliki nalar dan pemahaman logika yang cukup. Balita secara normal hidup dalam fase pertumbuhan badan dan sedikit peningkatan kecerdasan. Anak balita harus tumbuh dan hidup dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya. Pada saat ini, aktivitas yang dilakukan mungkin berupa tidur, bangun, makan bubur, minum susu, bermain-main, tentu saja semua dengan segala keterbatasannya. Artinya ada balita yang hanya bisa tidur berbaring saja, ada yang sudah bisa bergerak menelungkup, ada yang bisa merangkak atau ada yang sudah bisa berjalan.

Dalam beraktivitas seperti ini, kebutuhan naluriah balita akan selalu dia inginkan. Jika dia merasa haus atau lapar, tentu saja akan mencari ibunya untuk menyusui atau mencari botol minumnya. Selain itu juga kalau merasa ingin buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, baltia akan langsung melakukannya secara spontan. Dia tidak peduli soal waktu, lokasi dan situasi yang saat itu dihadapi. Tentu saja hal ini sesuatu yang normal dan patut diterima bagi orang tua balita tersebut. Kalau balita sudah buang air, maka orang tua atau pengawas balita tersebut harus cepat membersihkan baju atau celana yang dikenakan, kain alas berbaring atau lantai , sehingga balita dapat bersih dan merasa nyaman kembali. Bagi orang tua, tindakan membersihkan dengan cepat dapat menjamin lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, serta tidak bau.

Pampers bayi

Proses buang air oleh balita dan aktivitas mengganti celana atau kain ini dalam sehari bisa terjadi berulang kali. Hal ini memaksa para orang tua untuk memiliki bahan dalam jumlah yang mencukupi. Segera setelah kotor makan kain dan celana yang kotor ini hendaknya dicuci dan dikeringkan kembali sehingga dapat digunakan seterusnya. Kendala yang mungkin terjadi adalah jika berlangsung saat musim hujan. Kondisi udara yang dingin memungkinkan proses buang air oleh balita menjadi lebih sering terjadi, sementara proses pengeringan baju dan kain yang telah dicuci akan menjadi lebih lama. Continue Reading »

16 responses so far

Jul 06 2010

Menghindari Bahaya Tersembunyi di Agrowisata Strawberry

Strawberry yang sebenarnya bukan merupakan tanaman asli Indonesia, ternyata telah dapat dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Daerah dengan ketinggian yang mencukupi dan memiliki hawa yang dingin dengan kelembaban cukup tinggi merupakan wilayah yang cocok untuk keperluan budidaya tanaman ini. Beberapa daerah seperti Puncak dan Lembang di Jawa Barat, Karangreja dan Kopeng di Jawa Tengah, atau Batu di Jawa Timur, ternyata telah menjadi sentra budidaya tanaman strawberry ini.

Budidaya tanaman strawberry ini selain dilakukan untuk upaya produksi buah guna konsumsi setempat maupun dipasarkan bagi memasok daerah di sekitarnya, ternyata juga dapat memancing minat bagi pengunjung untuk berwisata agro. Dengan tawaran agrowisata strawberry, memungkinkan kesempatan bagi banyak orang untuk dapat melakukan kesempatan petik buah dari pohon. Kesempatan seperti ini tentu akan memberikan sensasi bagi pengunjung untuk mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan yang mestinya berbeda jika makan dari buah siap saji.

Buah strawberry yang segar.

Apabila pengunjung masuk  ke suatu agrowisata strawberry ada beberapa sistem tarif pembayaran untuk kunjungan agrowisata ini. Cara pertama ini adalah pengunjung dibebaskan memetik buah sepuasnya dan dimakan di lokasi dengan membayar sejumlah tertentu tarif masuk. Dengan memperhitungkan perkiraan maksimum serta rata-rata buah yang mungkin dimakan pengunjung maka harga masuk dapat diperhitungkan. Cara kedua adalah dengan pengunjung dipersilakan masuk dan memetik buah strawberry untuk kemudian ditimbang berapa buah yang dipetik tersebut. Harga per kilo buah strawberry ini biasanya sudah diperhitungkan  dengan yang mungkin dipetik pengunjung, sehingga harga akan lebih mahal dari harga pasaran. Continue Reading »

6 responses so far

Jul 02 2010

Agrowisata Apel yang Mengundang

Siapa yang tidak akan tertarik untuk memetik buah apel yang bulat dan ranum langsung dari pohon ? Saya yakin banyak orang akan tertarik dan ingin melakukannya. Jika harus memiliki kebun buah tersendiri tentu saja akan sangat mahal untuk pembelian lahan, penanaman dan perawatan pohon apel di kebun. Sekarang ada alternatif untuk memberikan kesempatan setiap orang untuk dapat melakukan kesempatan petik buah apel dari pohon tanpa harus memiliki kebunnya. Acara ini dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan rekreasi di Agrowisata Apel di daerah Batu Malang.

Agrowisata ini sebenarnya sudah ditawarkan sejak beberapa tahun yang lalu. Daerah Batu ini memang sudah lama terkenal sebagai lahan yang cocok untuk budidaya dan perkebunan tanaman apel. Dengan daerah yang berada di lereng gunung Wilis dengan ketinggian mencukupi dan hawa yang dingin, maka tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan di sana. Jenis pohon apel yang terdapat disana adalah apel lokal dan apel manalagi. Pemilik kebun dapat melakukan inovasi pengubahan fungsi dari kebun budidaya biasa menjadi suatu tempat wisata dimana orang bisa masuk dan menikmati hasil buah yang ada di pohon.

Agrowisata Apel

Pada awalnya , sistem kunjungan agrowisata ini adalah menawarkan orang berkunjung dengan membayar secukupnya, kemudian pengunjung dipersilakan masuk ke kebun apel dan dapat memetik buah sepuasnya tetapi harus dimakan di tempat. Buah apel dapat dipilih sendiri langsung dari pohon sepuasnya, bisa memilih buah yang berukuran besar ataupun memilih buah yang memiliki warna paling menarik, akan diperbolehkan semaunya. Akan tetapi seiring dengan harga buah yang semakin tinggi, maka kalau sistem dipertahankan seperti ini akan cenderung membuat tiket masuk menjadi semakin mahal. Saat ini sistem diubah dengan membayar harga tertentu, pengunjung boleh memetik buah sebanyak 3-4 butir saja. Buah ini boleh dimakan di tempat atau dibawa keluar. Meskipun saat ini pengunjung sudah mulai dibatasi akses pemetikan buah yang diperbolehkan, namun pengunjung agrowisata buah apel seperti ini masih diminati. Continue Reading »

9 responses so far

May 10 2010

Langkah Reuse Limbah Ban Bekas

Menyambung tulisan sebelumnya tentang upaya pengelolaan limbah ban bekas maka dapat disajikan beberapa hal menarik bahwa ban bekas ternyata masih dapat difungsikan kembali untuk beberapa keperluan. Beberapa hal dapat dikatakan bermanfaat secara terus menerus namun juga ada yang dimanfaatkan hanya untuk tujuan singkat saja. Pada tulisan ini dapat dikatakan penerapan konsep reuse atau recycle ban bekas tetapi bukan untuk digunakan sebagai fungsi ban untuk roda kendaraan kembali.

Dari berbagai sumber dan pengamatan, maka ban bekas ternyata dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut :

  • Penggunaan ban dalam untuk lapisan kursi.

Untuk penahan jok pada kursi busa, seringkali diperlukan penahan yang bersifat elastis tetapi kuat. Dalam hal ini dapat digunakan helaian karet panjang yang memang khusus untuk keperluan ini. Namun ternyata hal ini dapat juga diganti dengan menggunakan helaian panjang yang diperoleh dari ban dalam yang dipotong memanjang. Bahan karet dari ban dalam ini juga cukup kuat dan berfungsi baik. Dalam prakteknya tidak akan terlihat perbedaan antara karet khusus dan karet dari ban dalam ini, lagipula tempatnya berada di bagian bawah alas kursi, jadi memang tertutup dan tidak terlihat mata.

 meja dari limbah ban

Continue Reading »

5 responses so far

Mar 24 2010

Pengelolaan Limbah Mouse Bekas

Penggunaan komputer saat ini sudah bukan lagi merupakan barang mewah. Mengingat aplikasi penggunaannya yang sudah sangat meluas dan dapat bersifat secara fungsional, maka komputer telah digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari industri, perkantoran, sekolah termasuk di rumah tangga. Kemajuan teknologi yang sangat pesat dari sisi hardware dan software juga mengakibatkan efek pergantian barang yang sangat cepat. Umur dari komputer termasuk asesorisnya menjadi relatif singkat yang kemudian diperlukan untuk ganti dengan alat dengan spesifikasi yang lebih baru. Selain itu faktor kerusakan dari alat sering juga terjadi dan berakibat diperlukan pergantian alat baru. Hal ini berakibat akan ada alat atau asesoris komputer yang terbuang dan tentu saja hal ini berpotensi sebagai limbah. Dalam banyak kasus, limbah ini sering menjadi suatu permasalahan baik dari aspek lingkungan yang berpotensi untuk pencemaran maupun dari aspek ekonomi untuk pengelolaan dan pemusnahannya.

Strategi pengelolaan mouse ini mestinya dapat dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari produsen, distributor maupun pihak lain seperti masyarakat. Pengelolaan limbah mouse ini dapat dilakukan dengan menggunakan strategi 3R yakni reduce, reuse, dan recycle.

 limbah mouse

Continue Reading »

7 responses so far

Mar 06 2010

Mitos Buang Koin di Hutan Karet Krumput

Bagi yang sering melakukan perjalanan ke beberapa tempat, ternyata sering ada kepercayaan atau mitos untuk melakukan hal kecil tertentu yang sering dianjurkan beberapa orang guna menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Hal ini umumnya dilakukan pada saat mengemudi pada suatu daerah yang dianggap angker dan diketahui sering ada peristiwa atau kecelakaan yang terjadi di daerah tersebut. Dengan melihat seringnya kecelakaan yang terjadi, maka kemudian berkembang anggapan daerah tersebut wingit dan perlu diberi perhatian. Bagi masyarakat sekitar atau pengelola jalan raya di daerah tersebut, tentunya kecelakaan dapat dihindari jika medan jalan dibuat secara nyaman, faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan dapat dihilangkan atau cara lain. Namun bagi pengguna jalan yang melewati jalan itu hanya saat mengemudi di sana, maka upaya dari dia sendiri saja yang dapat dilakukan. Beberapa cara yang sering dianjurkan adalah mengucapkan salam maupun doa bagi sang penunggu jalan, membunyikan klakson mobil seperlunya atau membuang sesuatu ke tepi jalan. Dengan langkah ini diharapkan “sang penunggu jalan” akan dihormati dan tidak akan mengganggu pengguna jalan yang pada akhirnya tidak akan terjadi sesuatu saat melintas di jalan tersebut.

hutan karet

Salah satu ruas jalan yang dikenal rawan adalah jalur Banyumas – Buntu dengan panjang lintasan sekitar 11 km dan sering juga dikenal sebagai rute Krumput karena melewati hutan karet di wilayah Krumput. Jalur ini merupakan salah satu bagian rute yang harus ditempuh untuk perjalanan Purwokerto ke arah Yogyakarta lewat Kebumen. Ruas jalan ini berupa jalan menembus bukit sehingga separuh jalan harus ditempuh secara mendaki dan sisanya berupa jalan menurun. Pada perbukitan ini terdapat hutan karet yang dikelola oleh PTPN IX Banyumas dengan lahan yang berisikan pohon-pohon karet produktif dengan tinggi sekitar 7-10 meter dan cukup rimbun. Sementara daerah di sekitarnya banyak lahan kebun masyarakat yang umumnya juga ditanami tanaman keras seperti sengon, mahoni atau pohon buah-buahan lain. Tekstur bukit menyebabkan jalan menjadi berkelak-kelok dan banyak tikungan yang harus diwaspadai oleh pengguna jalan. Jalan di wilayah ini dibangun satu paket untuk rute dari Buntu-Banyumas-Banjarnegara-Wonosobo-Temanggung-Pringsurat dengan tujuan sebagai peningkatan jalur Jawa Tengah lintas tengah. Di tengah bukit Krumput sendiri terdapat prasasti peresmian jalur Buntu-Pringsurat ini yang dapat dilihat pengguna saat melintas di sana. Continue Reading »

4 responses so far

Jan 19 2010

Aspek K3 pada Proses Pengurasan Sumur

Published by iqmal under Health & Safety

Musibah yang terjadi pada saat orang melakukan penggalian atau pengurasan sumur sudah sering diberitakan di berbagai wilayah tanah air. Dari berbagai berita tersebut disebutkan sering terjadi peristiwa fatal yang berujung pada kematian pada saat orang membuat atau menguras sumur. Bahkan yang tragis sering juga berakibat kejadian dengan korban lebih dari satu orang. Kejadian seperti ini nyaris sering terulang setiap tahunnya. Mungkinkah pengetahuan dan keterampilan perlu ditingkatkan bagi para pelaku tukang gali sumur ini sehingga kejadian yang sama dapat dihindari. Tentu saja mestinya mereka dapat belajar tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini berdasarkan pengalaman selama ini. Akan tetapi selalu akan ada orang baru atau bahkan hanya orang biasa saja yang terlibat dengan kegiatan penggalian atau pengurasan sumur.

Korban yang terjadi pada kecelakaan kerja saat menggali atau menguras sumur ini sangat mungkin terjadi karena pertolongan yang lambat. Hal ini dapat terjadi karena kondisi liang sumur yang sempit. Liang sumur umumnya berupa lubang vertikal ke dalam dengan ukuran 80 cm atau 1 meter, bahkan di perkotaan ada juga sumur yang dibuat dengan diamter lubang hanya 60 cm saja. Kedalaman sumur juga bervariasi juga tergantung dari kedalaman air tanah yang ada di wilayah itu. Terkadang hanya dengan kedalaman 6-7 meter saja sudah ada air yang keluar, tetapi banyak juga sumur dengan kedalaman sampai 12-15 meter untuk dapat memperoleh air. Kalau sudah terjadi sesuatu kejadian pada orang di dalam lubang sumur itu maka tentu saja diperlukan cara khusus untuk menolong korban dan membawa ke permukaan tanah.

Penyebab kematian yang diduga menjadi sumbernya tentu adalah terjatuh ke dalam lubang sumur karena suatu sebab dan juga karena korban tenggelam. Walaupun relatif jumlah air dalam sumur sedikit tetapi kejadian korban tenggelam sering juga terjadi. Pada kejadian seperti ini hampir selalu terjadi adalah upaya pertolongan yang selalu terkendala dan memerlukan waktu lebih lama. Kondisi lubang sumur yang sempit menyulitkan lebih dari satu orang untuk masuk secara bersamaan, selain dengan menggunakan alat bantu seperti tali atau tangga. Continue Reading »

4 responses so far

Next »