Archive for the 'Kehidupan nyata' Category

May 25 2010

Aneka Manfaat Pandan Wangi

Satu tulisan saya kali ini terkait dengan tanaman yang multiguna lagi. Kebetulan di halaman belakang rumah asal saya di Blater – Purbalingga banyak tumbuh tanaman ini dengan cukup rimbun. Ibu saya setiap bulan sekali didatangi orang untuk membeli daun-daun pandan ini untuk dijual di pasar.

Daun pandan wangi yang kaya manfaat.

Untuk diketahui bahwa pandan merupakan jenis tanaman yang terdiri dari beberapa jenis, ada pandan berduri yang biasa untuk dijadikan bahan anyaman dan juga ada pandan wangi seperti yang saya tuliskan ini. Tanaman pandan wangi memiliki nama latin Pandanus amaryllifolius Roxb. Tanaman ini dipercayai berasal dari Bangka, Indonesia serta telah tersebar luas di kawasan Asia Tenggara. Tanaman pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun. Pandan wangi kadang juga tumbuh liar di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembap, tumbuh subur dari daerah pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 m dpl. Secara umum, tanaman berbentuk semak yang tumbuh menahun dengan tinggi 1-2 m. Batangnya berbetuk bulat dengan bekas duduk daun, bercabang, menjalar, serta terdapat akar tunjang yang keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Pandan memiliki daun tunggal, duduk, dengan pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helaian daunnya berbentuk pita, tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang 40 - 80 cm, lebar 3 - 5 cm, berduri tempel pada ibu tulang daun permukaan bawah bagian ujung-ujungnya, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, warnanya putih. Buahnya buah batu, menggantung, bentuk bola, diameter 4 - 7,5 cm, dinding buah berambut, warnanya jingga. Continue Reading »

4 responses so far

May 13 2010

Misteri Ledakan Makam Keramat - Tulung Agung

Published by iqmal under Kehidupan nyata

 

Kasus makam yang meledak kembali terjadi. Kasus sebelumnya sudah pernah saya tuliskan (baca artikel : Menguak Misteri Makam Keramat Meledak). Untuk kasus ini terjadi baru saja yakni di Desa Sanggrahan, Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada hari Senin 10 Mei 2010 ini (Kompas.com, 11/5/2010). Makam ini meledak menyebabkan puluhan warga di sekitar mendatangi makam yang berisikan jenasah Mbah Rosiah, dukun kondang yang berasal dari dari daerah tersebut.

 

Kompas.com)

Makam tersebut terbilang baru karena Mbah Rosiah baru meninggal pada tanggal 1 Juni 2009, jadi makam belum ada setahun. Peristiwa meledaknya makam ini diketahui oleh saksi mata yang mengutarakan bahwa dia melihat kepulan asap putih di tengah makam pada dini hari. Kemudian pada saat itu tercium bau harum yang semerbak. Asap ini keluar terus sampai keesokan harinya dan kemudian tidak lama kemudian sekitar pukul 7.30 terdengar suara menggelegar. Ternyata suara ini berasal dari ledakan makam tersebut. Akibat dari ledakan ini adalah bangunan cungkup makam yang berserakan dan pasir yang ada dari dalam tanah berhamburan keluar.

Tentu saja, setiap peristiwa aneh dan misterius seperti ini akan mengundang warga untuk berbondong-bondong datang melihat. Tidak sedikit orang yang kemudian menghubung-hubungkan peristiwa ini dengan sesuatu yang aneh. Makam tersebut kebetulan tempat disemayamkannya jenasah sosok yang dikenal sebagai tokoh yang dituakan dan sering mengobati orang sakit karena hal-hal yang aneh. Pasien yang datang untuk berobat juga cukup banyak dan datang dari berbagai pelosok. Tokoh ini juga banyak mengajarkan lelaku kejawen saat masih hidupnya. Banyak warga sekitar yang meminta restu kepada almarhumah, dan bahkan setelah meninggal, makamnyapun sering diziarahi oleh banyak orang. Continue Reading »

2 responses so far

May 10 2010

Langkah Reuse Limbah Ban Bekas

Menyambung tulisan sebelumnya tentang upaya pengelolaan limbah ban bekas maka dapat disajikan beberapa hal menarik bahwa ban bekas ternyata masih dapat difungsikan kembali untuk beberapa keperluan. Beberapa hal dapat dikatakan bermanfaat secara terus menerus namun juga ada yang dimanfaatkan hanya untuk tujuan singkat saja. Pada tulisan ini dapat dikatakan penerapan konsep reuse atau recycle ban bekas tetapi bukan untuk digunakan sebagai fungsi ban untuk roda kendaraan kembali.

Dari berbagai sumber dan pengamatan, maka ban bekas ternyata dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut :

  • Penggunaan ban dalam untuk lapisan kursi.

Untuk penahan jok pada kursi busa, seringkali diperlukan penahan yang bersifat elastis tetapi kuat. Dalam hal ini dapat digunakan helaian karet panjang yang memang khusus untuk keperluan ini. Namun ternyata hal ini dapat juga diganti dengan menggunakan helaian panjang yang diperoleh dari ban dalam yang dipotong memanjang. Bahan karet dari ban dalam ini juga cukup kuat dan berfungsi baik. Dalam prakteknya tidak akan terlihat perbedaan antara karet khusus dan karet dari ban dalam ini, lagipula tempatnya berada di bagian bawah alas kursi, jadi memang tertutup dan tidak terlihat mata.

 meja dari limbah ban

Continue Reading »

5 responses so far

Apr 30 2010

Tukang Tambal Ban pun Sadar Lingkungan

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Lingkungan Hidup

Beberapa bulan yang lalu, setelah tinggal di Kangar, Perlis Malaysia, di ujung utara semenanjung Malaysia, kemana-mana di dalam kota saya menggunakan sepeda kayuh. Di kota inilah aku tinggal dimana suatu kota dengan penduduknya relatif sedikit dan tidak ada angkutan umum dalam kota yang nyaman kecuali taksi. Kemudahan bepergian paling mudah tentu saja kalau ada kendaraan sendiri. Untuk sementara pada awal kepindahan itu hanya dengan menggunakan sepeda kayuh. Pernah suatu waktu, ban sepeda ternyata kempes dan tidak bisa menahan angin saat dipompa lagi. Hal ini berarti harus pergi ke bengkel untuk menambal ban yang bocor ini. Saat datang ke bengkel dan memberitahu bahwa tayar pancet (hihi… ini artinya bannya bocor, tyre punched). Bayangan saya proses pengerjaannya macam di Indonesia. Eh… ternyata ini tidak. Tukangnya langsung mencopot as roda dan melepas roda dari sepeda, kemudian ban luar dicungkil dan juga ban dalamnya. Ban dalam selanjutnya diambil dan dibuang ke sudut. Dia kemudian pergi ke dalam mengambil kotak berisi ban dalam baru dan memasangnya di roda kembali. Setelah dipasangkan kembali ke roda dan dipompa maka keseluruhan proses selesai tak sampai lima belas menit. Sepuluh ringgit digunakan sebagai pembayaran ban baru dan jasa penggantian.

 Tukang tambal ban

Ternyata di Malaysia ini, konsep 3R untuk masalah ban ini jarang dilakukan. Hal ini juga saya alami saat sudah berganti dengan sepeda motor dan mengalami kejadian ban bocor lagi. Bengkel yang menangani langsung membuka roda, melepas ban dalam dan menggantinya dengan ban baru. Saya pikir parah juga nih padahal bisa saja ban itu cuma bocor halus. Saya pikir ini mungkin karena negeri ini penghasil karet nomor satu  di dunia, sehingga karet yang digunakan untuk bahan baku ban tersedia banyak. Jadi proses menyelesaikan masalah ban bocor lebih sesuai jika dilakukan dengan jalan mengganti ban yang bocor dengan menggunakan ban yang baru. Continue Reading »

2 responses so far

Mar 07 2010

Saat Penjahat Harus Jadi Penjahit - part 2

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Keluarga

Ternyata artikel urusan jahit menjahit ini masih berlanjut dengan bagian prosesnya. Yang jelas kebiasaan ini seperti ini merupakan bekal saat kecil. Yang pertama adalah saat sering membantu ibu saat menjahit walaupun sebenarnya hanya untuk bagian-bagian yang kecil dan tidak penting. Yang kedua adalah saat di SD dan SMP ada pelajaran keterampilan karya (PKK), yang salah satu materinya adalah terkait urusan jahit menjahit seperti pembuatan kerajinan tangan dan kruistik atau bagian tentang pengenalan teknik macam-macam tusuk jahitan.

Tusuk jahit dari www.bicaramuslim.com

Kalau dengan ibu dulu sering kali ada beberapa pesan yang ternyata sampai sekarang tetap tersimpan di memori kepala. Salah satunya adalah pesan kalau menjahit itu tidak boleh saat magrib atau malam-malam, hal ini tergolong ”ora ilok”. Sekarang kalau menjahit kancing atau lubang di baju atau celana, karena ada waktu luang ya setelah pulang dari lab saat malam, maka tidak ada kesempatan lain. Jadi kayaknya pesan itu bolehlah sedikit dilanggar. Lagi pula petuah itu mungkin karena soal pencahayaan pada saat itu, kalau sudah malam maka dapat mengganggu kesehatan mata karena pencahayaan dulu mungkin belum senyaman sekarang. Saat ini soal cahaya di malam hari tentunya sudah tidak lagi jadi kendala, karena ada lampu listrik. Apalagi sekarang juga saya amati banyak penjahit profesional yang juga bekerja sampai malam, ada juga pabrik garmen yang bekerja sampai shift malam. Coba kalau petuah ini diikuti maka akan banyak timbul pengangguran baru, walah…..

Untuk urusan membantu ibu menjahit, sebenarnya saya ingat-ingat dulu ternyata hanya berupa bagian-bagian yang tidak penting, seperti disuruh mengambilkan gunting, membantu memasangkan benang ke jarum atau menyobek lubang kain pada kancing. Tetapi ternyata hal ini juga memberikan sedikit keterampilan terkait jahit menjahit ini. Continue Reading »

6 responses so far

Feb 27 2010

Saat Penjahat Harus Jadi Penjahit - Kotak Wasiat

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Keluarga

Jujur saja ternyata saya memiliki banyak kebiasaan jelek yang berakibat merugikan diri sendiri khususnya terkait dengan masalah baju atau celana. Kebiasaan malas mencuci dengan tangan untuk diganti dengan mesin, ternyata sering mengakibatkan ada banyak jahitan di baju atau kaos yang sering lepas. Ada juga kebiasaan yang sering mengakibatkan kancing baju terlepas. Kalau sudah seperti ini tentu saja diperlukan alih profesi dari peran penjahat baju menjadi penjahit baju.

Perkakas benang jahit - Iqmal

Saat mengerjakan urusan jahit menahit ini, baru terasa kalau memiliki kotak wasiat di rumah ternyata sangat menguntungkan. Kotak wasiat (sebut saja demikian) yang saya maksudkan ini adalah suatu kotak yang disiapkan isteri di rumah dan berisikan seperangkat benang jahit berwarna-warni. Di dalamnya juga tersedia gunting kecil dan jarum jahit, serta ada beberapa kancing baju berbagai jenis, warna dan ukuran. Kotak wasiat itu hanya berukuran kecil tidak lebih dari 10 x 10 cm dan tinggi sekitar 8 cm. Kotak ini biasanya ditempatkan dalam rak lemari di dekat meja setrika atau tempat lain yang mudah terlihat.

Sekarang saya berpisah dari rumah, maka pada suatu waktu ternyata harus memerlukan keberadaan kotak wasiat itu. Untuk mengatasi masalah kancing baju yang lepas atau jahitan yang lepas maka untuk mengatasinya diperlukan waktu untuk mengerjakannya. Jadi ingat kalau hal ini terjadi di rumah, maka biasanya tinggal pesan ke ibunya anak-anak kalau kancing baju ini lepas atau jahitan di ujung celana ini jebol, maka biasanya setelah tercuci akan segera tertangani. Hal ini ternyata karena persediaan di kotak wasiat itu cukup lengkap. Kalau diperlukan benang warna tertentu maka biasanya sudah tersedia, paling mungkin kalau warna yang persis betul dengan warna kain tidak ada maka dapat dipilihkan alternatif warna benang yang tidak bertabrakan.

Kembali ke masalah saya sekarang ini, akibat sering dicuci dengan mesin cuci, maka seringkali jahitan di ujung celana atau baju sering lepas. Kalau menuruti kebiasaan lama maka mending baju atau kaos ini dibiarkan begitu saja, nanti pada saat akan pulang ke rumah baru dibawa untuk dijahitkan di rumah. Tapi seringkali pulang tidak membawa bagasi dan ikut menambah beban, maka dirasa tidak efektif, sehingga diputuskan untuk dijahit sendiri saja di sini. Akhirnya terpaksa mencari benang dan jarum sendiri. Dulu sempat dibawakan isteri benang, tapi cuma warna putih saja. Akhirnya teringat dulu saat pindahan, ada teman Sutikno yang sudah selesai dan mewariskan beberapa barang miliknya. Ternyata ada juga peralatan jahit dengan beberapa benang aneka warna. Akhirnya masalah jahit menjahit sambungan atau celana yang berlubang dapat diselesaikan. Continue Reading »

2 responses so far

Feb 01 2010

Menguak Misteri Ledakan di Makam Keramat

Pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2010 pukul 22.30 lalu, diberitakan di beberapa surat kabar bahwa terjadi ledakan di makam keramat yang berisikan salah satu  tokoh  raja Sumenep, salah satu keturunan raja ke-13 dari Paku Nata Ningrat.  Hingga saat ini masih belum diketahui pasti penyebab ledakan yang mengakibatkan makam tersebut hancur. Makam ini berada di kompleks pemakaman Raja-raja Sumenep, di Pendopo Asta Tinggi (Kuba sebelah barat), Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, Madura.

Saat kejadian, menurut saksi yang dituliskan dalam pemberitaan diketahui bunyi ledakan cukup keras dan terdengar sampai desa sebelah  yang berjarak sekitar satu kilometer. Saat terdengar ledakan, warga sekitar segera mencari sumber suara. Rupanya saat dicari sumber ledakan, tak ada asap maupun hal yang mencurigakan di area makam. Namun warga dan juru kunci melihat sebuah makam yang nisannya terbuat dari keramik marmer itu pecah berserakan.

 Makam meledak

Continue Reading »

6 responses so far

Jan 02 2010

Wudu dengan Air Mengalir Ditinjau dari Perspektif Lingkungan

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Lingkungan Hidup

Berwudu adalah merupakan salah satu syarat untuk boleh dan sah dalam mendirikan shalat bagi orang Islam atau beberapa ibadah lainnya. Dalam hal berwudu sendiri juga ditentukan dengan persyaratan tersendiri di antaranya seperti melaksanakan enam perkara wajib dalam hal berwudu, menggunakan air untuk membasuh anggota tubuh tanpa terhalang, dan air yang digunakan hendaknya mengalir mengenai anggota tubuh yang wajib dibasuh. Dalam keadaan tertentu, berwudu tidak harus dengan air tetapi boleh diganti dengan tayamum.

Untuk pengertian air yang mengalir ini masih sering jadi pertanyaan. Berwudu yang benar dianjurkan dengan air yang mengalir dan bukan air diam, kalau air diam minimal 1 kolah. Untuk 1 kolah ini bersifat relatif, karena kolah kamar mandi itu volumenya sangat bervariasi, jadi mungkin perlu diperbaiki batasan ini. Tetapi saya pada artikel ini lebih akan membahas tentang kriteria air yang mengalir ini.

Pengertian air mengalir tentu saja bukan berarti mengalir seperti aliran di sungai, tetapi yang mengalir tidak dengan cara disibak dengan tangan atau diambil dengan menggunakan gayung. Air mengalir dapat berupa air yang memancar dari suatu wadah tandon atau juga dari pipa air yang keluar lewat keran. Untuk bentuk tradisional, tandon ini dapat berupa genthong atau ember yang dilubangi. Genthong yang terbuat dari tanah liat sering juga disebut sebagai padhasan merupakan fasilitas yang banyak dijumpai di berbagai pelosok daerah dan tersedia di rumah-rumah atau di surau kecil. Sarana untuk wudu dengan air mengalir yang paling praktis tentu saja berupa keran dari pipa leiding atau dari pipa tandon air. Orang yang berwudlu tinggal membuka keran dan segera setelah selesai menutup kembali keran. Continue Reading »

14 responses so far

Dec 29 2009

Penggunaan Kayu Bakar pada Warung Makan Top Markotop

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Lingkungan Hidup

Bagi penikmat kuliner tradisional Nusantara pasti sering berkunjung ke beberapa tempat penyedia hidangan kuliner pilihan di berbagai wilayah. Saya walaupun tidak terlalu sering berburu tempat makan seperti itu, tetapi punya tempat makan favorit yang rutin untuk dikunjungi, khususnya yang berada di sekitaran wilayah propinsi DIY dan Jawa Tengah. Dari banyak tempat yang pernah dikunjungi ternyata ada beberapa keunikan yang dimiliki oleh tempat-tempat tersebut. Keunikan pertama antara lain adalah tempat dan ruang yang tersedia tidak harus dalam nuansa modern dan bahkan untuk beberapa tempat makan terkesan sangat seadanya dan sederhana untuk dianggap sebagai tempat makan favorit. Keunikan berikutnya adalah fanatisme pemilik dan tukang masak yang ada untuk selalu menggunakan bahan bakar non BBM yakni menggunakan kayu bakar atau arang kayu.

Kayu bakar

Untuk memasak, tentu saja diperlukan bahan bakar supaya dapat mematangkan bahan masakan dan bumbu-bumbu yang dipergunakan. Kecuali tentu saja, kalau hanya menyediakan jenis masakan mentah macam salad sayuran atau rujak mentah. Tetapi untuk kebanyakan masakan, bahan dan bumbu harus diracik, kemudian dimasak dengan cara dipanaskan sampai matang. Untuk itu tentu saja diperlukan bahan bakar dalam jumlah banyak apalagi untuk warung makan yang menyediakan masakan dalam jumlah besar. Dalam hal ini banyak sekali pertimbangan yang dipilih oleh pengelola warung makan ini untuk jenis bahan bakar yang digunakan. Jenis yang ada dapat berupa bahan bakar minyak seperti minyak tanah atau gas, tetapi juga dapat berupa non bbm seperti kayu bakar atau arang kayu. Continue Reading »

One response so far

Dec 22 2009

Cerita Emansipasi - Selamat Hari Ibu

Published by iqmal under Etik sosial, Kehidupan nyata

Perempuan boleh dikata sudah tidak boleh dipandang lemah dalam situasi terkini. Mereka memiliki kedudukan yang setara dengan pria dalam banyak hal. Kalau jaman dahulu masih ada yang berpikiran bahwa perempuan ditakdirkan untuk lebih banyak di belakang atau bahkan lebih rendah dari pria maka sekarang ini harus dihilangkan. Banyak sekali prestasi perempuan modern yang patut dicatat dengan tinta emas. Pada tataran biasa di masyarakat umum, lebih banyak lagi prestasi dan jerih payah perempuan yang tidak boleh diabaikan atau dikesampingkan, mulai dari sektor jasa, layanan pendidikan, layanan kesehatan, sektor kewirausahaan dan lain-lain. Untuk tingkat keluarga, bagian dari upaya menopang penghasilan tidak hanya didominasi oleh suami, tetapi isteri juga banyak juga yang berperan dengan memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri.

Terkait dengan pekerjaan perempuan di luar rumah di kalangan menengah ke bawah, maka sudah banyak sekali diulas masalah ini. Saya pernah membaca cerita-cerita perempuan-perempuan yang aktif bekerja untuk ikut menopang penghasilan suatu keluarga. Sebenarnya saat ini cukup banyak pekerjaan yang melekat sebagai pekerjaan umum seorang perempuan. Contoh dalam hal ini adalah sekretaris, jurumasak, pelayan toko, jururawat, dan lain-lain. Meskipun sebenarnya ada juga pria yang bekerja juga dalam sektor itu. Namun kebalikannya adalah ada beberapa jenis pekerjaan yang dianggap umum sebagai suatu pekerjaan seorang pria, tetapi masih jarang dilakukan oleh perempuan. Continue Reading »

One response so far

« Prev - Next »