Archive for the 'Keluarga' Category

Jul 15 2010

Jangan Pakai Pampers 24 Jam Sehari

Published by iqmal under Health & Safety, Keluarga

Bagi anak kecil dan mungkin jika masih tergolong balita, maka akan banyak hal berlangsung secara spontan di luar kontrol anak tersebut, karena memang belum memiliki nalar dan pemahaman logika yang cukup. Balita secara normal hidup dalam fase pertumbuhan badan dan sedikit peningkatan kecerdasan. Anak balita harus tumbuh dan hidup dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa lainnya. Pada saat ini, aktivitas yang dilakukan mungkin berupa tidur, bangun, makan bubur, minum susu, bermain-main, tentu saja semua dengan segala keterbatasannya. Artinya ada balita yang hanya bisa tidur berbaring saja, ada yang sudah bisa bergerak menelungkup, ada yang bisa merangkak atau ada yang sudah bisa berjalan.

Dalam beraktivitas seperti ini, kebutuhan naluriah balita akan selalu dia inginkan. Jika dia merasa haus atau lapar, tentu saja akan mencari ibunya untuk menyusui atau mencari botol minumnya. Selain itu juga kalau merasa ingin buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, baltia akan langsung melakukannya secara spontan. Dia tidak peduli soal waktu, lokasi dan situasi yang saat itu dihadapi. Tentu saja hal ini sesuatu yang normal dan patut diterima bagi orang tua balita tersebut. Kalau balita sudah buang air, maka orang tua atau pengawas balita tersebut harus cepat membersihkan baju atau celana yang dikenakan, kain alas berbaring atau lantai , sehingga balita dapat bersih dan merasa nyaman kembali. Bagi orang tua, tindakan membersihkan dengan cepat dapat menjamin lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, serta tidak bau.

Pampers bayi

Proses buang air oleh balita dan aktivitas mengganti celana atau kain ini dalam sehari bisa terjadi berulang kali. Hal ini memaksa para orang tua untuk memiliki bahan dalam jumlah yang mencukupi. Segera setelah kotor makan kain dan celana yang kotor ini hendaknya dicuci dan dikeringkan kembali sehingga dapat digunakan seterusnya. Kendala yang mungkin terjadi adalah jika berlangsung saat musim hujan. Kondisi udara yang dingin memungkinkan proses buang air oleh balita menjadi lebih sering terjadi, sementara proses pengeringan baju dan kain yang telah dicuci akan menjadi lebih lama. Continue Reading »

16 responses so far

May 27 2010

Pabrik Pupuk di Halaman Rumah

Published by iqmal under Keluarga, Lingkungan Hidup

Kebun merupakan salah satu bagian rumah yang merupakan halaman di sekitar rumah dengan satu atau beberapa pohon serta tanaman lain yang ada. Jika orang membangun rumah seringkali menyisakan bagian ruang kosong yang digunakan untuk halaman yang multiguna seperti untuk tempat menjemur baju atau untuk tempat kendaraan. Selanjutnya jika halaman masih ada, sesuai naluri, biasanya diperuntukkan untuk halaman taman yang dihias dengan pengisi tanaman hias, kolam atau ornamen lain. Apabila tinggal di wilayah pinggiran jika masih ada tanah kosong lebih luas lagi maka halaman taman ini lebih luas lagi sehingga pengisian lahan ini akan lebih banyak dan bervariasi lagi. Pohon serta tanaman hias tentu saja merupakan salah satu hal yang mesti ada dalam halaman taman atau kebun. Dalam prakteknya pohon dan tanaman ini secara rutin akan menghasilkan rontokan daun yang berupa sampah. Selain itu pada saat-saat tertentu, pohon dan tanaman hias ini juga memerlukan perlakuan rutin seperti pemangkasan atau peremajaan kembali. Kegiatan ini juga akan menghasilkan sampah lagi. Sampah kebun ini sebagian besar berupa daun kering atau ranting bekas pangkasan yang kesemuanya tergolong sampah organik.

Menyapu halaman

Perlakuan apakah yang dapat dilakukan dengan sampah kebun ini ? Banyak orang yang berpikir secara praktis, yakni dengan membuang sampah ini ke tempat sampah bercampur dengan sampah lain-lain untuk diangkut petugas ke TPS. Jika sampahnya terkumpul agak banyak, ada juga orang yang kemudian menumpuknya dan membakarnya sampai habis. Continue Reading »

8 responses so far

Mar 07 2010

Saat Penjahat Harus Jadi Penjahit - part 2

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Keluarga

Ternyata artikel urusan jahit menjahit ini masih berlanjut dengan bagian prosesnya. Yang jelas kebiasaan ini seperti ini merupakan bekal saat kecil. Yang pertama adalah saat sering membantu ibu saat menjahit walaupun sebenarnya hanya untuk bagian-bagian yang kecil dan tidak penting. Yang kedua adalah saat di SD dan SMP ada pelajaran keterampilan karya (PKK), yang salah satu materinya adalah terkait urusan jahit menjahit seperti pembuatan kerajinan tangan dan kruistik atau bagian tentang pengenalan teknik macam-macam tusuk jahitan.

Tusuk jahit dari www.bicaramuslim.com

Kalau dengan ibu dulu sering kali ada beberapa pesan yang ternyata sampai sekarang tetap tersimpan di memori kepala. Salah satunya adalah pesan kalau menjahit itu tidak boleh saat magrib atau malam-malam, hal ini tergolong ”ora ilok”. Sekarang kalau menjahit kancing atau lubang di baju atau celana, karena ada waktu luang ya setelah pulang dari lab saat malam, maka tidak ada kesempatan lain. Jadi kayaknya pesan itu bolehlah sedikit dilanggar. Lagi pula petuah itu mungkin karena soal pencahayaan pada saat itu, kalau sudah malam maka dapat mengganggu kesehatan mata karena pencahayaan dulu mungkin belum senyaman sekarang. Saat ini soal cahaya di malam hari tentunya sudah tidak lagi jadi kendala, karena ada lampu listrik. Apalagi sekarang juga saya amati banyak penjahit profesional yang juga bekerja sampai malam, ada juga pabrik garmen yang bekerja sampai shift malam. Coba kalau petuah ini diikuti maka akan banyak timbul pengangguran baru, walah…..

Untuk urusan membantu ibu menjahit, sebenarnya saya ingat-ingat dulu ternyata hanya berupa bagian-bagian yang tidak penting, seperti disuruh mengambilkan gunting, membantu memasangkan benang ke jarum atau menyobek lubang kain pada kancing. Tetapi ternyata hal ini juga memberikan sedikit keterampilan terkait jahit menjahit ini. Continue Reading »

6 responses so far

Feb 27 2010

Saat Penjahat Harus Jadi Penjahit - Kotak Wasiat

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Keluarga

Jujur saja ternyata saya memiliki banyak kebiasaan jelek yang berakibat merugikan diri sendiri khususnya terkait dengan masalah baju atau celana. Kebiasaan malas mencuci dengan tangan untuk diganti dengan mesin, ternyata sering mengakibatkan ada banyak jahitan di baju atau kaos yang sering lepas. Ada juga kebiasaan yang sering mengakibatkan kancing baju terlepas. Kalau sudah seperti ini tentu saja diperlukan alih profesi dari peran penjahat baju menjadi penjahit baju.

Perkakas benang jahit - Iqmal

Saat mengerjakan urusan jahit menahit ini, baru terasa kalau memiliki kotak wasiat di rumah ternyata sangat menguntungkan. Kotak wasiat (sebut saja demikian) yang saya maksudkan ini adalah suatu kotak yang disiapkan isteri di rumah dan berisikan seperangkat benang jahit berwarna-warni. Di dalamnya juga tersedia gunting kecil dan jarum jahit, serta ada beberapa kancing baju berbagai jenis, warna dan ukuran. Kotak wasiat itu hanya berukuran kecil tidak lebih dari 10 x 10 cm dan tinggi sekitar 8 cm. Kotak ini biasanya ditempatkan dalam rak lemari di dekat meja setrika atau tempat lain yang mudah terlihat.

Sekarang saya berpisah dari rumah, maka pada suatu waktu ternyata harus memerlukan keberadaan kotak wasiat itu. Untuk mengatasi masalah kancing baju yang lepas atau jahitan yang lepas maka untuk mengatasinya diperlukan waktu untuk mengerjakannya. Jadi ingat kalau hal ini terjadi di rumah, maka biasanya tinggal pesan ke ibunya anak-anak kalau kancing baju ini lepas atau jahitan di ujung celana ini jebol, maka biasanya setelah tercuci akan segera tertangani. Hal ini ternyata karena persediaan di kotak wasiat itu cukup lengkap. Kalau diperlukan benang warna tertentu maka biasanya sudah tersedia, paling mungkin kalau warna yang persis betul dengan warna kain tidak ada maka dapat dipilihkan alternatif warna benang yang tidak bertabrakan.

Kembali ke masalah saya sekarang ini, akibat sering dicuci dengan mesin cuci, maka seringkali jahitan di ujung celana atau baju sering lepas. Kalau menuruti kebiasaan lama maka mending baju atau kaos ini dibiarkan begitu saja, nanti pada saat akan pulang ke rumah baru dibawa untuk dijahitkan di rumah. Tapi seringkali pulang tidak membawa bagasi dan ikut menambah beban, maka dirasa tidak efektif, sehingga diputuskan untuk dijahit sendiri saja di sini. Akhirnya terpaksa mencari benang dan jarum sendiri. Dulu sempat dibawakan isteri benang, tapi cuma warna putih saja. Akhirnya teringat dulu saat pindahan, ada teman Sutikno yang sudah selesai dan mewariskan beberapa barang miliknya. Ternyata ada juga peralatan jahit dengan beberapa benang aneka warna. Akhirnya masalah jahit menjahit sambungan atau celana yang berlubang dapat diselesaikan. Continue Reading »

2 responses so far

Dec 17 2009

Pitulas Desember Rong Ewu Sanga

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Keluarga

Sebenarnya malu saja, wong sudah kepala empat kok masih mengingat-ingat hari kelahiran. Yang jelas terus terang saja, saya tidak ingat hari kelahiran saya. Tapi kalau tanggal saat kelahiran, saya selalu tahu yakni tanggal 17 Desember, tahunnya berapa ? Jawabannya tersembunyi di no telpon maxis saya di malaysia ini 0-12-XXX-68-17. Jadi kalau ada memberitahu selamat atas peringatan hari kelahiran, mohon maaf karena sebenarnya saya sudah lupa dan tidak yakin dulu lahir jatuhnya pas hari apa. Dulu sepertinya pernah ada program komputer kecil untuk menghitung hari apa pas tanggal kelahiran itu, termasuk menentukan hari pasaran jawa, sekalian dapat bonus ramalan masa depan berdasarkan weton tadi. Cuma kok ya sekarang sudah lupa lagi.

(ps. Ini tambahan baru saja saya search dari Google, ternyata tanggal itu jatuh pada hari Selasa).

Artikel ini saya tuliskan untuk menjawab semua pesan dan ucapan yang kebetulan datang banyak sekali via Facebook dan Yahoo Messenger. Yang jelas saya tidak dapat membalas satu per satu seluruh pesan yang masuk, harapan saya dengan artikel ini dapat mewakili sebagai sarana terimakasih saya. Teiring rasa haru (dan ada ge-ernya juga) kok ya masih ada ingat, apalagi sekarang dalam kondisi berjauhan secara fisik. Namun ternyata dengan adanya situs jejaring sosial dan teknologi internet ini dapat menjadikan sarana silaturahmi dan kekeluargaan.

Pesan-pesan yang masuk saya copy-paste kembali dari facebook apa adanya dan dapat dilihat pada bagian postingan artikel ini. Seluruh pesan saya tata urut kembali berdasarkan waktu. Kalau ada yang terselip ya mohon maaf. Ada ilustrasi yang ada saya copy juga dari gambar profil yang bersangkutan, cuma kalau yang ini memang tidak semua gambar profil bisa tampil saat saya buka. Dari Facebook kebanyakan masuk via wall saya, tetapi ada juga yang masuk lewat bagian message dan chat yang ada. Daripada bingung, akhirnya semua saya copy – paste saja, tidak dibedakan daripada nanti dikira kurang kerjaan. Continue Reading »

8 responses so far

Dec 01 2009

United Colour of Idul Adha 1430H

Published by iqmal under Kehidupan nyata, Keluarga

Tulisan ini hanya berisikan  catatan pengalaman melaksanakan Idul Adha di negeri orang …. 

Kesempatan belajar di tempat orang, sering kali mengharuskan pada beberapa waktu khusus yang semestinya berkumpul dengan keluarga memaksa harus tidak dilakukan. Saat-saat seperti kesempatan di hari raya Islam atau kesempatan tahun baru, ataupun bahkan di waktu peringatan ulang tahun. Setelah berangkat ke Malaysia sejak november 2008 lalu, saya telah melewati dua kali melaksanakan hari raya Idul Adha dan satu kali melaksankan hari raya Idul Fitri di tempat orang ini dan terpisah dengan keluarga yang tetap berkumpul di Indonesia. Di awalnya terpikir untuk mencoba mengalami dan melaksanakan hal yang berbeda kalau dilakukan di negeri orang, namun kemudian rasanya lebih enak kalau berkumpul dengan keluarga dekat saja. Saya sebenarnya juga pernah sekali melaksanakan kesempatan hari raya Idul Adha, bahkan bukan di negara muslim, yang kemudian memberikan kesan dan pengalaman yang jauh berbeda. Ke depan mungkin jika kesempatan memungkinkan, akan diusahakan untuk terus selalu merayakannya tetap bersama keluarga saja.

 Berkurban adalah kewajiban bagi seorang muslim. Kalau biasanya yang rutin adalah dengan memberikan kewajiban kurban ini melalui masjid di dekat rumah (masjid Al-Asel, Kanoman). Dahulu kami biasanya memotong kurban hewan kambing, namun kemudian untuk menyambut inisiatif panitia, disarankan untuk ikut bertujuh dengan shahibul kurban lain untuk digabung dan dibelikan satu ekor sapi. Terkadang kalau ada rejeki berlebih melaksanakan kurban dua nama, tetapi kurban yang satu diberikan di tempat yang lain dan biasanya diberikan di kampung asal di Blater, Purbalingga. Tahun ini pun akhirnya dapat berkurban dua nama, yang satu seperti biasa di masjid di rumah dan yang satu dikirim ke kampung asal bergabung dengan keluarga memotong sapi. Saya tinggal mengirim uang ke tanah air yang kebetulan ada teman pulang (Ilham, terima kasih ya) untuk diberikan pada saudara yang selanjutnya dikumpulkan untuk dibelikan sapi dan dilaksanakan pemotongannya di kampung. Continue Reading »

One response so far

Feb 28 2009

Beli Sepatu Bonus Motor

Published by iqmal under Keluarga

Dua tahun lalu (Februari 2007), saya sudah sering dikomentari isteri saya soal sepatu kantor saya yang itu-itu terus. Tidak pernah ganti sampai sudah pernah dijahit solnya saja masih betah dipakai. Akhirnya hari sabtu sore, saya diajak isteri ke Malioboro Mall (catatan: saya tuh paling malas pergi ke mall dari dulu), ternyata mau ditraktir dibelikan sepatu, karena baru buka rekening pembayaran pasien tuh…..

Singkat cerita, ke Malioboro Mall, seperti biasa kalau pergi ke toko
dengan saya, ya langsung menuju ke toko tujuan, jarang sekali mampir melihat-lihat toko lain. Pokoknya shiratal mustaqim lah. Langsung masuk stand Bucheri, pilih model, pilih warna, pilih ukuran, coba satu, coba dua, sudah ok, langsung bungkus dan bayar. Simpel dan tidak lebih dari 30 menit. Pas bayar diberitahu kasirnya supaya tukar ke stand dekat pos satpam, masih ada undian katanya. Ya sudah sehabis itu dengan agak kurang sabar menunggu isteri mengisi kupon hadiah. Acara beli sepatu sudah selesai. Continue Reading »

15 responses so far

Dec 07 2008

Limbah Buah Nenas untuk Bahan Nata

Keluarga saya sering membuat jus dari buah-buahan dan salah satu favorit jus buah yang dipilih adalah jus nanas. Kebetulan rumah dekat dengan pasar buah Gamping, Yogyakarta, jadi kalau beli buah nenas dapat langsung disana dengan harga grosir. Untuk dapat dibuat jus, tentu saja nanas harus dikupas dan dibersihkan dari mata yang ada bagian kulitnya. Ternyata kalau diamati, dari pengupasan buah nanas ini akan diperoleh limbah buah dalam jumlah cukup besar. Ini kalau nanas yang digunakan hanya 1-4 buah, coba kalau yang digunakan berjumlah ratusan atau bahkan ribuan.

Pengupasan buah nanas cukup unik dan berbeda dari pengupasan jenis buah-buahan yang lain. Pertama buah nanas harus dibuang ujung bawah dan ujung atas buah, selanjutnya dikupas bagian kulit yang kelihatan seperti bersisik itu. Selanjutnya setelah nenas bebas dari kulit, masih harus diiris pada permukaan kulitnya berbentuk spiral untuk membuang bagian mata yang ada. Jadi nanas siap dihidangkan dalam bentuk buah dengan permukaan buah yang tidak rata dan terlihat bekas irisan berbentuk spiral. Kalau di hotel-hotel atau restoran besar, nanas dikupas langsung dengan pisau sampai pada bagian mata ini. Kalau nanas yang dikupas seperti ini dihidangkan dalam potongan yang rata. Sering juga untuk jenis buah nanas tertentu yang memiliki bagian dalam (sering disebut hati) yang keras dan berserat kuat, sehingga bagian ini juga harus dibuang.

limbah buah nenas

Continue Reading »

37 responses so far

Nov 22 2008

Kekuranglengkapan yang dapat anda kira dari foto ini ?

Published by iqmal under Hobby, Kehidupan nyata, Keluarga

Berikut ini foto bersama Ian pada saat persiapan tugas among tamu pada acara resepsi perkawinan putri tetangga rumah sekitar bulan Juni 2008.

apanyayangkurang-by-iqmal

Dari foto tersebut kalau orang diberi pertanyaan
“KEKURANGLENGKAPAN APA YANG DAPAT ANDA PIKIRKAN SETELAH MELIHAT FOTO TERSEBUT ?”

Ternyata 100 % jawaban yang diberikan salah. Saya tidak menghitung secara pasti tetapi dapat dikatakan ukuran jawaban kira-kira sebagai berikut :
- sekitar 90 % jawaban menyatakan baju beskap
- 7 % menjawab keris
- 2 % menjawab jam tangan
- 1 % menyerah

Untuk menjawab suatu pertanyaan memang seringkali kita harus kritis dan bahkan untuk orang-orang dengan bakat tertentu harus berpikir “out of the box”. Termasuk dalam hal ini sebenarnya arah pertanyaan adalah apa seharusnya ada pada foto itu sehingga situasi berjalan normal seperti kebiasaan umum.

Saya pernah menjumpai suatu situs pendidikan yang memuat ilustrasi cukup bagus. Tampilan pertama adalah gambar ruang kosong dengan jendela terbuka di dinding seberang menampilkan terbuka. Jika ditanyakan apa yang dapat dilihat dan dipelajari dengan melihat gambar tersebut. Tentu saja jawaban sangat terbatas tentang ruang kosong dan jendela yang terbuka tersebut. Kecuali yang menjawab seorang filsafat atau penyair, bisa saja dia dapat mengembangkan imajinasi dengan panjang lebar. Tetapi untuk orang kebanyakan mungkin tidak banyak yang diungkapkan. Situs tadi kemudian meminta orang tersebut mendekat ke dinding dan melihat keluar melalui jendela, sehingga tampaklah pemandangan luar yang indah dan luas. Sekarang orang dapat menceritakan apa yang dilihat dengan lebih panjang lebar. Begitu juga untuk memandang sesuatu atau menilai sesuatu, seringkali diperlukan suatu cara yang dapat melepaskan dari kungkungan atau pembatas.

Kembali ke foto saya tadi, jawaban yang muncul adalah kebanyakan karena pikiran sudah terbatas pada apa yang tergambar. Kalau baju berskap dan keris tentu saja, kita sudah dipinjami satu set perlengkapan pakaian adat jawa lengkap. Kan tidak mungkin dipinjami kain batik sama blangkonnya saja. Kalau jam tangan, juga sudah ada karena tiap hari juga sudah dipakai dan punya lebih dari satu malah.

Jadinya jawabannya apa dong ? Coba dipikir lagi, makanya gunakan paradigma “out of the box”.

Kalau anda ingin bergabung dengan yang 1 % di atas baru boleh buka kunci jawabannya dengan klik more.

Continue Reading »

31 responses so far

Oct 07 2008

Dilarang berenang, selama puasa ?

Published by iqmal under Hobby, Keluarga

Di Indonesia khususnya di tanah Jawa, pelaksanaan puasa yang dilaksanakan selama satu bulan penuh, ditandai dengan beberapa ritual yang khas. Diawali dengan 1 hari sebelum pelaksanaan puasa, biasanya masyarakat melaksanakan rutinitas padhusan. Tujuan ritual ini adalah untuk mensucikan tubuh sehingga pada saat melaksanakan puasa sudah terjaga dari kotoran.

Pelaksanaan ritual padhusan dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari mandi besar biasa yang dilakukan di rumah, mandi berendam di kolam renang atau sumber air atau bahkan sampai perlu acara kungkum di sungai. Banyak warga tua muda beramai-ramai mengikuti acara ini di lokasi yang terdekat atau bahkan mencari tempat yang cocok dan sekaligus sebagai sarana rekreasi. Para pengelola kolam renang pun mensiasati ritual ini sebagai acara rutin dengan dikemas secara khusus pula. Ada beberapa sumber air berupa umbul yang pada hari biasa tidak banyak dikunjungi orang, tetapi khusus untuk menyambut acara ritual padhusan ini, diselenggarakan acara padhusan ini.

Continue Reading »

9 responses so far