Archive for the 'Manajemen Laboratorium' Category

Aug 30 2008

Mungkinkah Usaha Jasa Laundry Dilokalisasi ?

Yogyakarta merupakan kawasan hunian yang khas dengan mayoritas pendatang berupa mahasiswa dan pelajar. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di kota pendidikan ini. Seiring dengan pergeseran budaya dan tuntutan waktu untuk keperluan akademik selain maka beberapa kegiatan harian personal dari mahasiswa dan pelajar seperti mencuci/menyetrika menjadi permasalahan sendiri. Berdasarkan kejelian beberapa pelaku usaha, hal ini ternyata menumbuhkan peluang wirausaha berupa jasa pencucian dan sterika. Wirausaha ini sering dikenal dengan istilah jasa Laundry.

Kegiatan ini pada awalnya hanya untuk pangsa pasar terbatas, seperti laundry di hotel dengan pangsa berupa tamu hotel yang menginap. Di perkotaan, juga ada ada laundry yang mengkhususkan secara eksklusif untuk jenis pakaian mahal atau jas. Namun dengan semakin banyak ketersediaan mesin cuci dengan harga yang relatif terjangkau, maka usaha laundry dapat dilaksanakan dengan investasi modal yang tidak terlalu besar. Usaha ini dengan cepat menyebar pada berbagai kawasan terutama kawasan hunian pelajar/mahasiswa dengan layanan jasa cucian pada pakaian sehari-hari, selimut, sprei, jaket, boneka, dan lain-lain. Dengan pengenaan tarif jasa atau ongkos yang tidak terlalu mahal maka usaha ini bak gayung bersambut, membuat mahasiswa pendatang beralih untuk lebih memilih mencucikan pakaian di jasa laundry ini. Continue Reading »

39 responses so far

Feb 15 2008

Implementasi MSDS pada kerja laboratorium

Published by iqmal under Manajemen Laboratorium

Pengalaman kerja dan keterampilan mahasiswa di laboratorium kimia dapat diperoleh dari pelaksanaan praktikum dan riset tugas akhir. Riset mahasiswa dilakukan dalam koridor pendidikan dan memberi bekal sebelum lulus untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Aktivitas riset di laboratorium kimia oleh mahasiswa harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja, meskipun aktivitas dilaksanakan dalam waktu dan skala relatif kecil dibandingkan dengan aktivitas di laboratorium setelah bekerja nantinya.

Ancaman bahaya yang dapat timbul di laboratorium adalah bahaya akibat potensi bahan kimia dalam bentuk bahaya terhadap kesehatan, kemudahan terbakar, reaktivitas bahan dan bahaya khusus lainnya. Untuk itu diperlukan pengetahuan dan pengenalan aspek-aspek yang terkait pada suatu bahan kimia. Keterangan tersebut termuat secara rinci pada suatu dokumen yang disebut dengan Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keamanan Bahan.

msds1.jpg

Pada makalah ini (Download artikel) diuraikan tentang pengertian MSDS, isi, cara penelusuran dan pengelolaan MSDS. Selain itu diberikan juga contoh pengelolaan MSDS bagi mahasiswa di dalam mendukung pelaksanaan riset tugas akhir. Teknik ini dapat diterapkan pada mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang melaksanakan kerja riset di laboratorium kimia.

 

Iqmal Tahir

14 responses so far

Feb 14 2008

Arti penting Kalibrasi Instrumentasi

Published by iqmal under Manajemen Laboratorium

Salah satu proses yang dilakukan terkait dengan pekerjaan dan riset dalam bidang kimia adalah pengukuran analitik.Tujuan pengukuran kimia pada prinsipnya adalah untuk mencari “nilai sebenarnya” dari suatu parameter kuantitas kimiawi. Nilai sebenarnya adalah nilai yang mengkarakterisasi suatu kuantitas secara benar dan didefinisikan pada kondisi tertentu yang eksis pada saat kuantitas tersebut diukur, beberapa contoh parameter yang dapat ditentukan secara analitik adalah konsentrasi, pH, temperatur, titik didih, kecepatan reaksi, dan lain lain. Pengukuran parameter-parameter ini sangat penting, karena data yang diperoleh nantinya tidak hanya sebagai ukuran angka-angka biasa namun juga baik kualitatif maupun kuantitatif dengan dapat menunjukkan nilai besaran yang sebenarnya.

Sebagaimana biasa dalam pengamatan eksperimen secara umum, hasil yang diperoleh pasti tidak dapat terlepas dari faktor kesalahan. Nilai parameter sebenarnya yang akan ditentukan dari suatu perhitungan analitik tersebut adalah ukuran ideal. Nilai tersebut ini hanya bisa diperoleh jika semua penyebab kesalahan pengukuran dihilangkan dan jumlah populasi tidak terbatas. Faktor penyebab kesalahan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain adalah faktor bahan kimia, peralatan, pemakai, dan kondisi pengukuran dan lain-lain. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan dalam pengukuran analitik ini adalah dengan proses kalibrasi.

Pembaca dapat membaca tentang permasalahan kesalahan pengukuran akibat faktor alat dan penanganannya pada tulisan berikut. Terkait dengan pelaksanaan aktivitas laboratorium kimia, adalah sering dijumpai penggunaan pHmeter dan spektrofotometer UV-Vis, maka diuraikan juga peranan kalibrasi pada kedua alat tersebut. Selanjutnya diharapkan pengguna peralatan tersebut dapat memahami permasalahan tersebut dan dapat mengimplementasikannya untuk penggunaan di laboratorium.

Download artikel : Arti penting kalibrasi (pdf.)

 

Iqmal Tahir

3 responses so far