Archive for the 'Kampus' Category

Dec 24 2009

Perlunya Softskill Mengetik bagi Pelajar

Published by iqmal under Kampus, Karya Ilmiah

Artikel dimuat di kolom Suara Warga (Suara Merdeka Online)
tanggal 17 Desember 2009
.

Saat seorang kawan melihat dan menelusuri blog saya ini, kemudian sedikit bertanya kapan saya bisa menulis sebanyak itu. Dan pertanyaan lebih lanjut adalah apakah tidak capai menulis banyak rangkaian kata itu. Kalau bagi saya hal ini adalah karena nasib saya sebagai dosen dipaksa untuk selalu kritis dan skeptis akan suatu permasalahan dan selanjutnya dapat memberikan penalaran serta jalan keluarnya, selain itu juga ditambah faktor soft skill yang mungkin sudah terbekali dalam diri saya sejak sekolah menengah dulu.

Saat sekolah di SMP Negeri 1 Purwokerto dulu, kebetulan sudah ada pelajaran kesekretariatan dan siswa diminta mengikuti dengan tujuan khusus adalah memiliki kemampuan mengetik cepat. Hal ini cukup membantu bagi saya untuk memiliki keterampilan tambahan ini.

mesin ketik manualSelain itu bagi saya ketersediaan sarana mesin ketik atau komputer juga mendukung, walaupun tidak selalu harus milik pribadi. Dengan adanya ketersediaan sarana maka kebiasaan menggunakannya akan secara otomatis semakin membuat mahir dan terampil. Mesin ketik saat smp dulu tersedia cukup banyak di ruang praktek, sementara di rumah ada mesin ketik kecil milik orang tua yang boleh digunakan. Saat SMA dulu menggunakan mesin ketik kakak sulung saya yang tinggal bersama saat kost. Saat kuliah mesin ketik menggunakan punya Pak De saya atau pinjam punya fasilitas laboratorium. Pengetikan digunakan untuk membuat laporan praktikum atau menyusun buku diktat latihan soal-soal kuliah. Pada waktu bersamaan juga mulai mengenal komputer yakni saat tahun keempat untuk menyusun laporan penelitian ekstrakurikuler (LKIP) dan juga saat menyusun skripsi. Saat itu menggunakan komputer milik pak De juga, atau pakai rental, kadang juga ‘ngrusuhi’ komputer punya kantor. Setelah lulus dan punya honor, kemudian akhirnya terlaksana punya komputer jangkrik sendiri jenis prosesor AT486 memorynya sekitar 2 x 128 KB, lengkap dengan printer dot matrix-nya. Saat itu kebiasaan mengetik jadi semakin sering. Kemudian mengenal internet secara intensif saat tugas di Austria empat tahun kemudian, dimana tersedia komputer dan jaringannya, bahkan saat pulang ke tanah air akhirnya dibawakan 1 unit CPU branded. Seiring dengan perkembangan waktu, komputer dan laptop sudah menjadi tangan kananku di dalam bekerja, untuk menulis, menyiapkan bahan kuliah, riset kimia komputasi, menulis dan menyunting naskah publikasi, akses internet dan komunikasi, bermain game, mendengarkan musik, melihat video dan foto, dan lain-lain. Tidak terasa keterampilan penguasaan keyboard terutamanya untuk mengetik jadi terbiasa dengan sendirinya. Continue Reading »

3 responses so far

Nov 05 2009

Alternatif Laser Pointer Untuk Presentasi

Published by iqmal under Kampus

Saya yakin banyak dari kita pernah melakukan presentasi dengan menggunakan tayangan menggunakan komputer/notebook dan LCD projector. File presentasi umumnya sudah disiapkan dengan menggunakan software untuk aplikasi ini dan yang paling terkenal adalah Microsoft Power Point yang merupakan bagian dari Microsoft Office. Pada saat presentasi seringkali kita memerlukan obyek yang perlu diperhatikan permirsa secara lebih spesifik. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menunjuk obyek tersebut pada tayangan sehingga pemirsa dapat melihat fokus yang ditunjukkan tersebut.

laser pointer (gambar dari scitoyscatalog.com)Apabila tayangan dilakukan di depan kelas dimana presenter dapat berjalan mendekati layar, maka obyek dapat ditunjukkan dengan menggunakan tangan, penunjuk atau penggaris. Kelemahannya adalah presenter harus berjalan hilir mudik dari komputer ke layar. Selain itu kalau layarnya tinggi maka tidak dapat ditunjukkan juga. Ada satu alat yang dapat digunakan untuk keperluan ini yakni laser pointer. Alat ini berukuran kecil saja dan dapat dipegang dengan tangan. Penggunaannya juga sangat praktis, yakni ujung laser pointer diarahkan pada obyek di layar dan tombol on diaktifkan. Pada layar pada bagian yang disorot akan tampak warna merah dan pemirsa dapat selalu mengikuti bagian tayangan yang disorot tersebut.

Laser pointer tersedia di toko alat tulis dalam berbagai bentuk. Sumber tenaga sinar laser tersebut menggunakan batere kecil, baik berupa batere ukuran AAA ataupun menggunakan batere silikon (seperti batere untuk jam tangan). Apabila sering digunakan maka keperluan batere ini akan menjadi boros. Untuk laser pointer dengan batere AAA maka keperluan ini dapat diatasi dengan menggunakan jenis batere yang dapat diisi ulang (rechargable). Tetapi untuk laser pointer yang menggunakan batere silikon, maka harus menggunakan batere baru. Hal ini akan menimbulkan buangan sampah batere. Kalau dilihat dari sifat dan bahan yang terkandung di dalamnya, sampah batere ini termasuk jenis sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Laser pointer juga kalau baterenya tidak segera diganti, biasanya akan cepat rusak dan harus dibuang juga. Continue Reading »

3 responses so far

Sep 29 2009

Rambu kecepatan di jalan yang benar

Published by iqmal under Etik sosial, Health & Safety, Kampus

speed 120Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya, sering terjadi karena faktor ketidakdisiplinan pengguna jalan. Salah satu bentuk ketidakdisiplinan ini antara lain adalah karena pematuhan batasan kecepatan kendaraan di jalan raya. Saat ini dengan didukung teknologi otomotif yang semakin maju maka tenaga yang dihasilkan mesin semakin kuat sehingga dapat membuat laju kendaraan semakin cepat. Pengendara akan dimanjakan dan terpacu untuk meningkatkan laju kendaraan secepat mungkin untuk mendukung mobilitasnya, tanpa mengindahkan pengguna jalan yang lain. Di sisi lain, fasilitas ruas jalan yang cenderung konstan akan tetapi jumlah pengguna semakin banyak. Akibatnya kenyamanan dalam berkendara akan semakin berkurang. Pihak pengelola jalan raya dalam hal ini menerapkan upaya untuk membatasi kecepatan kendaraan pengguna, antara lain adalah pembuatan polisi tidur dan peraturan pembatasan kecepatan berkendara di jalan raya.

Teknis pembatasan kecepatan berkendara ini diatur dengan menggunakan rambu-rambu lalu lintas pembatasan. Kecepatan di jalan raya dalam kota biasa diatur maksimal 40 km/jam atau mungkin di luar kota pada batasan maksimal 60 km/jam. Mungkin kalau pada jalan bebas hambat, lebih tinggi lagi menjadi 80 km/jam. Aturan tak tertulisnya adalah, batas kecepatan tersebut boleh dilanggar maksimal 10 km/jam. Untuk angkutan berat dan angkutan umum, biasanya batas kecepatan yang diperbolehkan lebih rendah daripada batasan tersebut. Continue Reading »

10 responses so far

Aug 24 2009

Seratusan Mahasiswa Baru Dihukum

Published by iqmal under Kampus

Ada seorang teman saya yang kalau ngomong itu selalu cepat dan menyerocos seperti rangkaian gerbong kereta api. Jadi kalau ditulis secara teks, kalimat omongannya harus ditulis satu rangkaian tanpa tanda spasi.

Waktu pengumuman mahasiswa baru tahun ini, teman saya ini sambil membaca surat kabar kemudian mulai berkata cepat lagi seperti biasanya.

Wahpenerimaanmahasiswabarudiugm, ternyatasangatmeriahya

Meriah bagaimana ?” jawabku.

Dia menjawab lagi dengan lebih cepat lagi ”Yameriahbegitu

Penerimaan Mahasiswa Baru UGM

Aku menimpali ”Semoga mereka sebagai generasi penerus akan dapat menunaikan kewajiban nya dengan belajar sebaik mungkin, mencapai prestasi sebaik-baiknya dan menghindarkan diri dari perbuatan yang merugikan diri sendiri. Termasuk jangan sampai terlibat kriminal atau pemakaian barang terlarang”.

Belum selesai kalimatku, temanku sudah memotong dengan cepat juga, ”Inimalah, adamahasiswabaruyangdihukum”.

Lha kok bisa dihukum?” Tanyaku tak percaya.

Betuliniternyata. Malahsampaiseratusanorang, jumlahmahasiswabaruyangdihukum”.

Benar dihukum tuh?” Tanyaku masih tak percaya.

Betul. Kalaudihukum, sudahpastibenarlah, merekapantasdihukum

Saya kaget tak percaya, sampai harus merebut baca koran yang dibaca temanku itu. Baru setelah aku baca sendiri ternyata baru paham.

Mahasiswa baru Fakultas Hukum

Dia menambahi kembali dengan cepat seperti biasa,

Sudahdibilangin, mahasiswaditerimadifakultashukum, tentunyaharusmasukfakultashukum

Aku manggut-manggut saja tanda setuju, masak sih mahasiswa fakultas hukum kuliah di fakultas teknik. Kirain ”dihukum” ternyata ’di hukum”.

 

Iqmal Tahir

One response so far

Jul 29 2009

Peribahasa Orang Kimia

Published by iqmal under Etik sosial, Kampus, Karya Ilmiah

Untuk memberikan suatu kiasan terhadap suatu kegiatan atau fenomena biasa digunakan frase yang lebih dikenal sebagai peribahasa. Bagi bangsa Indonesia, penggunaan peribahasa cukup dikenal menyangkut banyak hal. Peribahasa dapat digunakan untuk memberikan komentar, menyindir, ataupun untuk tujuan mendidik. Dalam tulisan ini tentu saja tidak akan membuat list peribahasa secara umum hanya mencoba menulis kembali peribahasa dalam format yang berbeda.
Sebagai orang kimia, saya tertarik juga menyusun peribahasa yang sudah dahulu dikenal orang, tetapi dengan menggunakan format frase lain yang menggunakan istilah-istilah kimia. Berikut mungkin dapat digunakan sebagai contoh :

  • Ada sukrosa ada semut (Ada gula ada semut)

sucrose 

 Semut dan gula dari www.boltonmuseums.org.uk

  • Ascorbic acid di gunung, NaCl di laut, bertemu juga di dalam belangga (Asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga)

ascorbic acid   NaCl

Continue Reading »

38 responses so far

Jul 02 2009

Refill Spidol Whiteboard

Published by iqmal under Kampus

Saat awal semester seperti biasa akan mendapatkan pembagian jadwal mengajar kuliah. Tergantung berapa mata kuliah yang diampu pada semester tersebut, maka beberapa hari kemudian akan mendapatkan berkasa daftar hadir kuliah yang diberkas rapi dalam map. Untuk tiap mata kuliah, berkas tersebut dikirimkan masing-masing satu set dan biasanya dalam satu set tersebut terdapat kelengkapan berupa dua buah spidol whiteboard yang dikemas dalam plastik. Hal ini berulang di setiap awal semester di fakultas tempat saya mengajar.

Uraian tersebut di atas terbayang kemabli saat saya mulai mengawali asistensi di negeri orang ini. Ada satu kejadian yang membekas di ingatan saya adalah pernah dalam satu semester saya mengajar lima mata kuliah , walaupun beberapa secara tim teaching. Pada saat itu saya mendapatkan lima berkas map lengkap dengan spidol-spidolnya. Tentu saja, senang-senang saja menerima hal ini karena gratis dan itu merupakan fasilitas untuk kegiatan mengajar. Akan tetapi kemudian saya kemudian tercenung memikirkan lebih lanjut dalam hal spidol yang diterima ini.

spidol whiteboard dari alattulis.comTerus terang saya bukan dosen yang baik, tulisan tangan saya relatif jelek (kalau dulu teman smp saya bilang mirip sandi rumput), dan juga cenderung mudah berkeringat dingin saat tampil di hadapan orang. Fakta terakhir ini termasuk di kelas ataupun saat presentasi seminar, padahal mengajar yang sudah lama dan pengalaman presentasi seminar yang sudah banyak sekali. Untuk itu saya mengatasinya dengan memilih alternatif menyiapkan materi kuliah yang akan diberikan dalam sajian power point, sehingga pada saat kuliah tinggal tayang. Bersyukur, karena saat ini banyak ruang kelas yang lengkap dengan fasilitas komputer dan LCD projector-nya. Fasilitas papan tulis atau white board di kelas memang tetap selalu ada. Untuk penggunaan papan tulis, disediakan kapur dan penghapus. Untuk penggunaan white board, disediakan penghapus saja. Spidolnya dari mana ? Ya harus dibawa dosen sendiri dari pembagian di awal semester tadi. Mengingat materi sudah ditayangkan lewat proyektor, tentu saja relatif tidak banyak lagi menggunakan spidol, kecuali untuk menuliskan tambahan penjelasan yang belum ada di slide atau uraian tambahan lain. Akhirnya dapat dibayangkan dari kasus saya ini berapa jumlah spidol yang menumpuk di ruang kantor saya ini.

Saya juga pernah melihat lebih banyak lagi jumlah spidol yang terdapat di ruang kantor kolega senior saya. Harap dimaklumi karena beliau memang dosen senior dengan jumlah jam mengajar lebih banyak lagi. Continue Reading »

6 responses so far

May 01 2009

Seperti apakah Gadjah Mada ?

Published by iqmal under Kampus

Saya sejak tahun 1987 dapat memasuki universitas terbesar di Indonesia yakni Universitas Gadjah Mada (UGM). Saya masuk ke Jurusan Kimia setelah lulus dari SMA Negeri 2 Purwokerto. Saat pengumuman kelulusan di SMA saat itu juga diumumkan daftar nama siswa yang dapat langsung masuk perguruan tinggi melalui jalur penelusuran Minat dan Dasar Keterampilan (PMDK), dan ternyata nama saya tercatat salah satu yang dapat langsung masuk perguruan tinggi. Saat itu saya memang memilih MIPA Kimia sebagai pilihan pertama dan syukur Alhamdulillah dapat langsung masuk. Di tingkat S1, saya menyelesaikan kuliah sekitar 5 tahun dan dapat lulus mendapatkan gelar Drs pada tahun 1992 dengan predikat cumlaude. Setelah magang kurang lebih selama 2 tahun, saya diterima sebagai CPNS di Jurusan Kimia FMIPA UGM. Saya melanjutkan S2 saya di UGM juga dengan model kerja riset saya di Universitas Innsbruck Austria. Lulus tahun 2000 dan mendapatkan gelar M.Si. Sehari-hari beraktivitas melaksanakan tri dharma pendidikan di UGM ini, sampai kemudian berpikir setelah sekian lama di UGM, sampai sekarang tidak tahu persis siapa itu Gadjah Mada yang digunakan sebagai nama universitas tempat saya belajar dan bekerja sejauh ini ?

Dulu saya mengenal Gadjah Mada hanya dari pelajaran sejarah / IPS, yang menerangkan Gadjah Mada adalah seorang patih di kerajaan Majapahit pada saat raja Hayamwuruk bertahta. Gadjah Mada terkenal dengan sumpahnya yakni Sumpah Palapa yang menyatakan tidak akan makan buah palapa sebelum dapat menyatukan Nusantara. Waktu kecil lagi nama Gadjah Mada lebih saya kenal sebagai nama ruas jalan di Jakarta yang jadi satu dengan jalan Hayamwuruk. Hal ini karena semasa kecil dulu sering diajak bapak untuk kulakan barang di kawasan perdagangan di dua ruas jalan tersebut. Kemudian di sekolah menengah baru lebih mengenal nama universitas di Yogyakarta, karena kemudian jadi idaman untuk sebagai tempat meneruskan pendidikan, yang kemudian ternyata dapat tercapai.

Patung Gadjah Mada

Pertama kali saya melihat sosok Gadjah Mada justru di tempat rekreasi Jatim Park di bagian tematik sejarah. Disajikan salah satu patung dada (ada wajahnya juga, tapi kok cuma disebut patung dada ya ?) dari Gadjah Mada. Tertarik lebih lanjut tentang tokoh satu ini akhirnya dicari di internet. Dengan adanya situs Wikipedia keingintahuan saya tentang siapa itu Gadjah Mada sudah terjawab di link ini. Dari link tersebut juga disajikan beberapa ilustrasi wajah Gadjah Mada. Continue Reading »

4 responses so far

Mar 03 2009

Humor - Kisah tentang Alloy

Published by iqmal under Kampus

Alloy adalah suatu bahan yang diproses dengan jalan mencampur beberapa jenis logam menjadi bahan baru melalui proses peleburan pada suhu tinggi. Sifat dari alloy ini diharapkan dapat lebih unggul daripada sifat unsur logam munrinya. Sebagai contoh adalah besi (Fe) yang bersifat keras tetapi tidak stabil karena mudah berkarat. Kalau besi dicampur dengan 3 % karbon (C) maka akan diperoleh besi baja dengan kekerasan yang berlipat dari besi murninya.

Pengembangan alloy banya dipelajari dari ilmu metalurgi, dimana pada cabang ilmu ini dipelajari jenis dan sifat-sifat unsur logam, campurannya, proses termodinamika bahan logam dan lain-lain. Pada tulisan ini sebenarnya saya tidak bermaksud menulis artikel tentang alloy ini secara serius. Saya hanya mencoba menuliskan satu humor kecil yang digunakan saat pembelajaran unsur logam, khususnya tentang alloy ini.

Tabel periodik

Unsur kimia baik logam maupun non logam dapat saling dicampur dengan suatu unsur logam untuk membentuk alloy. Tujuan pencampuran ini seperti disebutkan di atas, adalah untuk mencari sifat bahan baru yang memiliki sifat lebih unggul. Ternyata secara teoritik di alam maya, ada tiga unsur kimia yang kalau dicampurkan akan menghasilkan alat yang multi fungsi. Alat ini bermanfaat bagi kehidupan manusia sehari-hari dan diperlukan bagi banyak orang. Diperlukan tiga unsur yakni potasium atau kalium (K), nikel (Ni) dan besi atau iron (Fe). Apabila dicampurkan dengan perbandingan mol 1 : 1 : 1 maka akan diperoleh material baru dengan rumus molekul KNiFe.

Tetapi tentu saja dalam kenyataannya tidak seperti itu, tidak ada alloy baru dengan rumus molekul KniFe tersebut. Ini hanya untuk intermezzo saja. Continue Reading »

8 responses so far

Feb 05 2009

Jangan Tiru Superhero Pembuang Sampah Sembarangan

Published by iqmal under Kampus, Lingkungan Hidup

Saat diundang untuk mengisi materi pengelolaan sampah domestik bagi siswa SMP yang notabene masih usia remaja, saya harus berpikir bagaimana cara memberi pengantar yang langsung sambung dengan dunia mereka. Kalau dengan peserta yang berasal dari kalangan ibu-ibu atau bapak-bapak dari golongan usia dewasa, pengantar yang diberikan dapat berasal daari memancing pengalaman mereka sehari-hari. Usia remaja banyak diisi dengan kegiatan belajar, bermain dan rekreasi. Dari sini timbul ide setelah mengamati bahwa mereka banyak membaca buku cerita, yang salah satunya adalah bercerita tentang superhero. Selain dari buku cerita, tokoh-tokoh superhero yang banyak disajikan melalui media film kartun di televisi, film layar lebar atau tersedia dalam VCD/DVD, bahkan ada yang disajikan lewat game elektronik.

Superhero adalah tokoh rekaan yang di dalam ceritanya adalah selaku pembasmi kejahatan. Dalam menjalankan aksinya mereka selalu memiliki keterampilan dan kesekatian tertentu yang digunakan sebagai kekuatan untuk melawan tokoh antagonisnya. Dalam menjalankan aksinya ini kadang superhero juga memiliki senjata yang ampuh untuk membasmi lawan-lawannya. Selain itu superhero juga didukung dengan fasilitas kendaraan atau alat pembantu lainnya guna memudahkan mobilitas dan kemampuan mereka. Berdasarkan jenis kebiasaan atau senjata yang digunakan para superhero ini maka dapat dikenali beberapa hal yang apabila dikaitkan dengan program peduli pengelolaan sampah menjadi tidak pas. Hal ini dapat memancing rasa keingintahuan dari para peserta yang dipancing dengan soal ini.

Siapa sajakah superhero yang tidak peduli dengan program pengelolaan sampah yang berwawasa lingkungan ? Continue Reading »

One response so far

Jan 26 2009

Analisis adalah Hal yang Berbeda dengan Suudzon yang Tanpa Bukti

Published by iqmal under Etik sosial, Kampus, Kehidupan nyata

Ide mengapa saya menulis artikel ini cukup aneh. Saya ikut suatu milis yang beranggotakan teman-teman alumni sma tahun 87-an, anggotanya sudah dapat dipastikan rata-rata memasuki umur 40an. Ada suatu topik yang dilontarkan salah satu anggota dan mendapatkan komentar yang berbeda ide. Setelah diskusi berlanjut dan agak memanas (menurut saya sih biasa, lebih panas diskusi di milis lain yang sampai emosi segala), saya ikut mengomentari bahwa dalam diskusi itu ya berbeda pendapat biasa dan tidak perlu sampai muthung kalau pendapatnya tidak diterima. Ternyata yang bersangkutan malah mundur dari milis dan mengatakan tidak boleh suudzon, bahkan yang menuduh muthung itu harus bertobat segala. Baru sekali ini saya mengalami hal seperti ini. Saya tidak tahu definisi muthung yang benar, yang jelas mungkin tidak bakal ada di KBBI, karena itu bahasa Jawa. Tapi mengapa begitu sensitifnya yang bersangkutan dikatakan muthung.

Suudzon adalah prasangka negatif tanpa bukti. Dalam agama Islam, suudzon itu dosa. Kalau ada bukti yang digunakan untuk berprasangka itu namanya analisis. Analisis tentu saja bisa berdasarkan bukti yang bisa direkam, bisa dilihat dan riil adanya. Continue Reading »

4 responses so far

« Prev - Next »