Archive for the 'Perjalanan/Wisata' Category

Jul 06 2010

Menghindari Bahaya Tersembunyi di Agrowisata Strawberry

Strawberry yang sebenarnya bukan merupakan tanaman asli Indonesia, ternyata telah dapat dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Daerah dengan ketinggian yang mencukupi dan memiliki hawa yang dingin dengan kelembaban cukup tinggi merupakan wilayah yang cocok untuk keperluan budidaya tanaman ini. Beberapa daerah seperti Puncak dan Lembang di Jawa Barat, Karangreja dan Kopeng di Jawa Tengah, atau Batu di Jawa Timur, ternyata telah menjadi sentra budidaya tanaman strawberry ini.

Budidaya tanaman strawberry ini selain dilakukan untuk upaya produksi buah guna konsumsi setempat maupun dipasarkan bagi memasok daerah di sekitarnya, ternyata juga dapat memancing minat bagi pengunjung untuk berwisata agro. Dengan tawaran agrowisata strawberry, memungkinkan kesempatan bagi banyak orang untuk dapat melakukan kesempatan petik buah dari pohon. Kesempatan seperti ini tentu akan memberikan sensasi bagi pengunjung untuk mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan yang mestinya berbeda jika makan dari buah siap saji.

Buah strawberry yang segar.

Apabila pengunjung masuk  ke suatu agrowisata strawberry ada beberapa sistem tarif pembayaran untuk kunjungan agrowisata ini. Cara pertama ini adalah pengunjung dibebaskan memetik buah sepuasnya dan dimakan di lokasi dengan membayar sejumlah tertentu tarif masuk. Dengan memperhitungkan perkiraan maksimum serta rata-rata buah yang mungkin dimakan pengunjung maka harga masuk dapat diperhitungkan. Cara kedua adalah dengan pengunjung dipersilakan masuk dan memetik buah strawberry untuk kemudian ditimbang berapa buah yang dipetik tersebut. Harga per kilo buah strawberry ini biasanya sudah diperhitungkan  dengan yang mungkin dipetik pengunjung, sehingga harga akan lebih mahal dari harga pasaran. Continue Reading »

6 responses so far

Jul 02 2010

Agrowisata Apel yang Mengundang

Siapa yang tidak akan tertarik untuk memetik buah apel yang bulat dan ranum langsung dari pohon ? Saya yakin banyak orang akan tertarik dan ingin melakukannya. Jika harus memiliki kebun buah tersendiri tentu saja akan sangat mahal untuk pembelian lahan, penanaman dan perawatan pohon apel di kebun. Sekarang ada alternatif untuk memberikan kesempatan setiap orang untuk dapat melakukan kesempatan petik buah apel dari pohon tanpa harus memiliki kebunnya. Acara ini dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan rekreasi di Agrowisata Apel di daerah Batu Malang.

Agrowisata ini sebenarnya sudah ditawarkan sejak beberapa tahun yang lalu. Daerah Batu ini memang sudah lama terkenal sebagai lahan yang cocok untuk budidaya dan perkebunan tanaman apel. Dengan daerah yang berada di lereng gunung Wilis dengan ketinggian mencukupi dan hawa yang dingin, maka tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan di sana. Jenis pohon apel yang terdapat disana adalah apel lokal dan apel manalagi. Pemilik kebun dapat melakukan inovasi pengubahan fungsi dari kebun budidaya biasa menjadi suatu tempat wisata dimana orang bisa masuk dan menikmati hasil buah yang ada di pohon.

Agrowisata Apel

Pada awalnya , sistem kunjungan agrowisata ini adalah menawarkan orang berkunjung dengan membayar secukupnya, kemudian pengunjung dipersilakan masuk ke kebun apel dan dapat memetik buah sepuasnya tetapi harus dimakan di tempat. Buah apel dapat dipilih sendiri langsung dari pohon sepuasnya, bisa memilih buah yang berukuran besar ataupun memilih buah yang memiliki warna paling menarik, akan diperbolehkan semaunya. Akan tetapi seiring dengan harga buah yang semakin tinggi, maka kalau sistem dipertahankan seperti ini akan cenderung membuat tiket masuk menjadi semakin mahal. Saat ini sistem diubah dengan membayar harga tertentu, pengunjung boleh memetik buah sebanyak 3-4 butir saja. Buah ini boleh dimakan di tempat atau dibawa keluar. Meskipun saat ini pengunjung sudah mulai dibatasi akses pemetikan buah yang diperbolehkan, namun pengunjung agrowisata buah apel seperti ini masih diminati. Continue Reading »

9 responses so far

Jul 01 2010

Mabuk Bau Durian di Bis Patas

Published by iqmal under Perjalanan/Wisata

Tidak seperti artikel lainnya, saya kali ini akan menuliskan sesuatu terkait pengalaman yang pernah kualami. Perjalanan pulang bulan Juni 2010 kemarin dari Malaysia, seperti biasanya selalu harus diawali dengan naik bis dari Kangar menuju Kuala-Lumpur selama kira-kira 7 jam.

Momen menuju ke terminal, harus deg-degan saat bang Manaf yang kemarin berjanji mau mengantar tidak bisa dikontak, padahal sudah tinggal 40 menit lagi. Saya telepon nomor aktif dia tetapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya telpon Fathi untuk mengantar karena kalau mau memanggil taksi sudah jelas tidak mungkin. Ternyata saat Fathi datang, bang Manaf juga datang jadi malah berbarengan datang. Rupanya tadi harus menjemput puteri beliau dulu di sekolah baru ke rumah kembali. Akhirnya karena sudah terburu-buru langsung berangkat dengan diantar oleh bang Manaf dan tidak jadi oleh Fathi. Wah jadi merepotkan banyak orang.

Bus rute Kangar-KL dengan tiket 43RM tersedia dari siang sampai malam hari. Saya saat ini memilih untuk menggunakan bis pukul satu siang supaya bisa mengejar bis shuttle terakhir menuju ke LCCT. Bis untuk jarak jauh ini umumnya bis dengan layanan yang cukup baik, rata-rata tersedia dengan tempat duduk sebaris satu dan dua kursi. Ada juga bus yang tersedia berupa bus tingkat atau double decker, tetapi saya selalu memilih yang bis biasa tak bertingkat.

Bus Sri Maju langganan.

Continue Reading »

One response so far

Jun 23 2010

Hotel dari Sampah yang Bukan Hotel Sampah

Saya belum lama ini menemukan link menuju hotel di kawasan pantai wisata di Eropa yang sangat unik. Hotel yang diberi nama “Save the Beach Hotel” ini cukup menarik karena berbeda dari desain dan konstruksi bangunan hotel yang umum.  Hotel yang berlokasi di Italia ini didirikan berdasarkan minat dan kepedulian akan lingkungan khususnya terkait sampah yang berada di kawasan pantai. Selanjutnya suatu program kampanye disusun dengan nama “Save the Beach” yang direalisasikan dengan pendirian bangunan hotel dengan menggunakan 12 ton sampah padat yang diperoleh dari pengumpulan sampah di lokasi tersebut.

Yang namanya hotel biasa ditujukan bagi orang-orang yang berkunjung untuk menginap dan menikmati kamar serta fasilitas yang tersedia lainnya. Untuk keperluan tersebut selalu hotel berlomba-lomba membuat bangunan dengan fasilitas dan infrastruktur senyaman mungkin sehingga bisa menarik pengunjung untuk menginap disana. Setelah tinggal disana mestinya pengunjung juga diharapkan dapat beristirahat, menggunakan layanan fasilitas yang tersedia sebaik mungkin, jika perlu dengan harga yang terjangkau. Setelah itu tentu saja para penyelenggara hotel akan berharap jika para pengunjung akan kembali datang ke hotel tersebut pada kesempatan lain.  Dengan adanya variasi bentuk hotel dan ketersediaan fasilitas maka terdapat berbagai macam kualitas hotel dan hal ini sering digunakan dengan standar hotel berbintang atau non bintang. Kembali untuk kasus hotel di atas, pendirian “Save the Beach Hotel” justru bukan karena prioritas bisnis untuk mendapatkan jumlah pengunjung semaksimal mungkin, tetapi justru atas dasar kesadaran untuk mengingatkan para pengunjung akan masalah sampah.

 Hotel dari Sampah

Hotel yang unik ini tepatnya didirikan di Pantai Capocotta, dekat dengan 2nd Century Castel Sant’Angelo di tepi Tiber, Roma Italia. The Save Beach Hotel saat ini masih terus dikembangkan guna semakin banyak menarikpengunjung yang peduli akan lingkungan. Bangunan hotel yang dikreasikan oleh seniman Jerman bernama HA Schult. Schult sendiri terbiasa bekerja dan peduli akan masalah manusia dan lingkungan hidup. Continue Reading »

8 responses so far

May 14 2010

Bayar Dulu, Baru Boleh Berfoto

Published by iqmal under Etik sosial, Perjalanan/Wisata

Ini berita buruk buat yang sukanya berfoto di sembarang tempat khususnya di taman-taman di lingkungan wilayah Jakarta. Saat ini sudah ada rancangan peraturan daerah (Detik, 11/05/2010) yang mengatur tentang pengambilan foto di taman kota yang harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Dalam konteks untuk mendapatkan ijin inilah maka akan ada pungutan sejumlah uang yang harus dibayarkan.

Walaupun baru dalam tahap pembahasan oleh DPRD DKI, namun aturan ini perlu dikaji dengan lebih bijaksana. Mestinya hal ini adalah untuk kepentingan foto yang bersifat komersial, seperti untuk syuting film atau pengambilan gambar untuk iklan. Untuk pengambilan foto yang bersifat non komersial dan hanya untuk kepentingan pribadi maka tentu saja tidak dikenakan ijin dan tidak perlu membayar.

 

jakarta.go.id)

Untuk diketahui taman kota adalah salah satu wilayah yang dikelola dan diatur oleh pemerintah daerah. Sebagai aset wisata, maka obyek ini juga perlu dipelihara dan dijaga dalam hal kebersihan, perawatan fasilitas dan sarana lainnya. Dengan demikian kenyamanan bagi pengunjung akan tetap diperoleh. Taman kota biasanya berfungsi sebagai sarana rekreasi lokal untuk sekedar refreshing baik untuk berjalan-jalan, olahraga jalan kaki, tempat bermain anak atau aktivitas rekreasi lain. Mengingat fungsinya tersebut maka taman kota juga akan ditata dengan baik termasuk pengadaan infrastruktur dengan estetika yang bagus. Kalau sudah seperti ini tentu saja akan ada pengunjung yang memanfaatkan untuk tempat pengambilan foto. Seringkali juga tempat yang indah akan memancing orang untuk berfoto dalam rangka kepentingan khusus seperti foto pre wedding, tempat syuting videoklip atau bahkan pengambilan iklan. Terkait dengan hal ini maka diperlukan pembedaan ijin apakah untuk seluruh aktivitas berfoto atau hanya untuk kepentingan foto komersial saja. Continue Reading »

One response so far

May 06 2010

Siapa Ingin Ikut Wisata Gratis ke Bali….

Published by iqmal under Perjalanan/Wisata

Pulau Bali ? Siapa sih tidak pernah dengar…. Bahkan barangkali dari pembaca blog ini mesti sudah pernah berkunjung kesana.

Bagi yang sudah pernah ke sana, silakan dinikmati kembali galeri berikut ini untuk membangkitkan kembali nostalgia anda di sana dan supaya bisa merencanakan kembali kapan saatnya berkunjung ke sana lagi. Bagi yang belum pernah ke sana, silakan dinikmati juga. Harapannya adalah biar anda punya keinginan ke sana suatu saat.

Bali adalah salah satu bagian dari negara kita ini, jadi mestinya kita juga harus ikut menikmati keindahan dan kecantikan akan panorama alam, kekayaan seni budaya, suasana eksotiknya yang bercampur antara alam, religi, budaya dan wisata, serta merasakan keramahan penduduknya. Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata dunia yang terkenal baik oleh wisnu maupun wisman. Bali menawarkan wisata alam terbentang dari gunung, danau, hutan alam, pantai, tebing, ombak maupun dasar lautnya. Wisata artifisial juga tersedia mulai dari bangunan artistik bernuansa keagamaan, bangunan monumental berupa patung berukuran spektakuler maupun tempat wisata buatan. Wisata kuliner tersedia dalam aneka pilihan. Jadi mestinya berkunjung ke sana dapat dikatakan sebagai hal yang bersifat wajib !

Namun tentu saja ada kendalanya ? Anda perlu biaya yang tentunya relatif tidak sedikit apabila ingin menikmati wisata di Bali seoptimal mungkin. Namun kali ini ada kesempatan yang mungkin bisa jadi peluang anda untuk berwisata di Bali secara gratis. Ikuti saja program yang ditawarkan Simpati - Telkomsel ini. Continue Reading »

3 responses so far

Apr 06 2010

Nikmatnya Aneka Pecel Khas Jateng-DIY

Published by iqmal under Hobby, Perjalanan/Wisata, kuliner

Bagi penikmat kuliner nusantara, tentunya tidak lupa akan beberapa makanan khas yang sering dikenal dengan istilah salad lokal. Dalam beberapa variasi dari jenis sayuran atau bumbu kuah yang digunakan maka mungkin kita sudah mengenal jenis-jenis masakan seperti rujak, gado-gado atau pecel. Perbedaan dari makanan tradisional ini terletak pada komposisi bumbu dan cara persiapan yang dilakukan. Pecel dan gado-gado berbeda dengan rujak dalam hal bumbu kuah yang disiramkan ke dalam sayuran atau isi makanan, bumbu pecel dan gado-gado adalah sudah disiapkan sebelumnya. Isi makanan seperti nasi kupat, aneka sayuran meliputi bayam, kol, kecambah dan lain-lain disiapkan dan ditata dalam wadah, kemudian terakhir disiram dengan bumbu kuah kental. Bumbu kuah ini terdiri atas komposisi bawang putih, garam, gula kelapa, cabe dan kacang tanah. Pada gado-gado biasanya sering juga ditambahkan pelengkap seperti telur, kerupuk atau bakwan. Untuk pecel tentu saja, bumbu kuah ini berbeda karena biasanya ditambah dengan kencur. Pada dasarnya isi makanan pecel yang terutama adalah daun bayam, kecambah, kol, kangkung atau sayuran lainnya. Sayuran ini biasanya dibuat layu dengan jalan direndam dalam air panas untuk beberapa saat. Makanan rujak berbeda dengan kedua makanan di atas, karena biasanya bumbu akan disiapkan dan diramu secara instan dan setelah bumbu siap baru isi sayuran dan bahan lainnya baru dimasukkan untuk dicampur rata.

 Pada tulisan ini saya hanya akan menuliskan tentang pecel dengan beberapa variasinya khususnya yang dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.  Keunikan sajian pecel yang saya tuliskan di sini adalah pada salah satu jenis sayuran yang digunakan dan memberikan ciri pecel itu sehingga berbeda dengan pecel dari daerah lain. Continue Reading »

41 responses so far

Mar 06 2010

Mitos Buang Koin di Hutan Karet Krumput

Bagi yang sering melakukan perjalanan ke beberapa tempat, ternyata sering ada kepercayaan atau mitos untuk melakukan hal kecil tertentu yang sering dianjurkan beberapa orang guna menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Hal ini umumnya dilakukan pada saat mengemudi pada suatu daerah yang dianggap angker dan diketahui sering ada peristiwa atau kecelakaan yang terjadi di daerah tersebut. Dengan melihat seringnya kecelakaan yang terjadi, maka kemudian berkembang anggapan daerah tersebut wingit dan perlu diberi perhatian. Bagi masyarakat sekitar atau pengelola jalan raya di daerah tersebut, tentunya kecelakaan dapat dihindari jika medan jalan dibuat secara nyaman, faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan dapat dihilangkan atau cara lain. Namun bagi pengguna jalan yang melewati jalan itu hanya saat mengemudi di sana, maka upaya dari dia sendiri saja yang dapat dilakukan. Beberapa cara yang sering dianjurkan adalah mengucapkan salam maupun doa bagi sang penunggu jalan, membunyikan klakson mobil seperlunya atau membuang sesuatu ke tepi jalan. Dengan langkah ini diharapkan “sang penunggu jalan” akan dihormati dan tidak akan mengganggu pengguna jalan yang pada akhirnya tidak akan terjadi sesuatu saat melintas di jalan tersebut.

hutan karet

Salah satu ruas jalan yang dikenal rawan adalah jalur Banyumas – Buntu dengan panjang lintasan sekitar 11 km dan sering juga dikenal sebagai rute Krumput karena melewati hutan karet di wilayah Krumput. Jalur ini merupakan salah satu bagian rute yang harus ditempuh untuk perjalanan Purwokerto ke arah Yogyakarta lewat Kebumen. Ruas jalan ini berupa jalan menembus bukit sehingga separuh jalan harus ditempuh secara mendaki dan sisanya berupa jalan menurun. Pada perbukitan ini terdapat hutan karet yang dikelola oleh PTPN IX Banyumas dengan lahan yang berisikan pohon-pohon karet produktif dengan tinggi sekitar 7-10 meter dan cukup rimbun. Sementara daerah di sekitarnya banyak lahan kebun masyarakat yang umumnya juga ditanami tanaman keras seperti sengon, mahoni atau pohon buah-buahan lain. Tekstur bukit menyebabkan jalan menjadi berkelak-kelok dan banyak tikungan yang harus diwaspadai oleh pengguna jalan. Jalan di wilayah ini dibangun satu paket untuk rute dari Buntu-Banyumas-Banjarnegara-Wonosobo-Temanggung-Pringsurat dengan tujuan sebagai peningkatan jalur Jawa Tengah lintas tengah. Di tengah bukit Krumput sendiri terdapat prasasti peresmian jalur Buntu-Pringsurat ini yang dapat dilihat pengguna saat melintas di sana. Continue Reading »

4 responses so far

Feb 20 2010

Catatan Kecil Permasalahan di Wilayah Daerah Situs Purbakala

Kalau dicermati pada beberapa wilayah di sekitar perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya pada area-area di sekitar sunga Bengawan Solo, diketahui ternyata merupakan daerah yang dikenal sebagai situs-situs purbakala. Kalau saat ini yang dikenal adalah daerah Trinil, Ngawi atau daerah Sangiran, Sragen. Selain itu juga menyebar juga ke wilayah di sekitarnya seperti Blora, Pati dan sekitarnya. Pada daerah-daerah itu banyak ditemukan sisa-sisa arkeologis berupa fosil-fosil binatang purba yang beraneka macam, bahkan untuk situs Sangiran terkenal karena temuan fosil manusia purba. Fosil yang ditemukan banyak di antaranya berupa pecahan tulang ataupun sebagian tulang yang utuh, sisa-sisa kerang ataupn artefak peninggalan jaman purba. 

Penemuan fosil ini secara arkeologis dimulai saat penelitian ahli sejarah Belanda di daerah Trinil yang melakukan ekskavasi dan penggalian secara intensif. Walaupun saat ini penggalian juga banyak diteruskan oleh instansi arkeologi atau pun dari kalangan peneliti arkeologi dari berbagai universitas namun masih belum berlangsung secara intensif. Dalam waktu-waktu selanjutnya, penemuan fosil banyak dilakukan secara tidak sengaja oleh masyarakat di sekitar lokasi, khususnya saat mereka mengolah tanah baik untuk keperluan mengolah sawah ataupun untuk menyiapkan pondasi bangunan.

Gerbang museum Trinil

Continue Reading »

2 responses so far

Feb 08 2010

Percepat Pengadaan Bus Trans Yogya

Published by iqmal under Etik sosial, Perjalanan/Wisata

Kebutuhan angkutan umum dalam kota di berbagai kota besar yang nyaman dan manusiawi sangat diprioritaskan, terlebih dalam kondisi sarana infrastruktur yang terbatas jika dibandingkan dengan jumlah pengguna. Termasuk juga di kota Yogyakarta, yang saat ini diberikan dengan layanan bis kota dari armada KOPATA, DAMRI dan yang terakhir adalah bus Trans-Yogya. Untuk angkutan di wilayah pinggir kota juga ditunjang dengan layanan kobutri dan angkutan mikro yang berwarna kuning.

Dari berbagai penyelenggaraan aturan itu, yang relatif nyaman dan manusiawi adalah sarana bus kota Trans-Yogya. Bus yang berwarna hijau-kuning ini memiliki jalur tertentu dan hanya berhenti di shelter tertentu saja. Rute yang di tempuh mengikuti jadwal yang telah ditentukan sehingga penumpang dapat pasti dan yakin akan perjalanan yang ditempuh. Layanan pembayaran juga ditentukan berdasarkan sistem tiket yang dibayar pada petugas di shelter pemberhentian. Pengemudi tidak ditargetkan mencari penumpang sebanyak-banyaknya. Perlu diketahui bahwa bus ini dimiliki oleh usaha milik pemerintah daerah dan operasional telah diatur sedemikian rupa sehingga layanan lebih diutamakan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para penumpang serta pengguna jalan lainnya. Pengemudi digaji secara tetap per bulan. Dengan demikian pengemudi dapat bertanggung jawab untuk mengikuti semua peraturan operasional yang telah ditetapkan.

 Bus Trans Jogja

Continue Reading »

4 responses so far

Next »