Archive for the 'Perjalanan/Wisata' Category

Feb 01 2010

Menguak Misteri Ledakan di Makam Keramat

Pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2010 pukul 22.30 lalu, diberitakan di beberapa surat kabar bahwa terjadi ledakan di makam keramat yang berisikan salah satu  tokoh  raja Sumenep, salah satu keturunan raja ke-13 dari Paku Nata Ningrat.  Hingga saat ini masih belum diketahui pasti penyebab ledakan yang mengakibatkan makam tersebut hancur. Makam ini berada di kompleks pemakaman Raja-raja Sumenep, di Pendopo Asta Tinggi (Kuba sebelah barat), Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, Madura.

Saat kejadian, menurut saksi yang dituliskan dalam pemberitaan diketahui bunyi ledakan cukup keras dan terdengar sampai desa sebelah  yang berjarak sekitar satu kilometer. Saat terdengar ledakan, warga sekitar segera mencari sumber suara. Rupanya saat dicari sumber ledakan, tak ada asap maupun hal yang mencurigakan di area makam. Namun warga dan juru kunci melihat sebuah makam yang nisannya terbuat dari keramik marmer itu pecah berserakan.

 Makam meledak

Continue Reading »

6 responses so far

Jan 17 2010

Menginjakkan Kaki di Tokai

Published by iqmal under Perjalanan/Wisata

Kalau anda lihat tokai besar sekali dan bahkan sampai diberi rambu petunjuk arah kolasinya, kira-kira anda mau atau tidak menginjakkan kaki ke tokai itu ?

Sebelumnya ini bukanlah tokai dalam pengertian bahasa slank kita yang bermakna kotoran manusia. Tokai yang ini adalah nama kota kecil di negeri Kedah Malaysia. Daerah ini merupakan salah satu penghasil beras di semenanjung negeri ini, karena merupakan wilayah pertanian sawah padi dengan irigasi teknis. Lokasinya sekitar 15 km dari kota Alor Setar, ibukota negeri Kedah, atau sekitar 100 km di utara Penang.

Kalau keluar dari Alor Setar ke arah selatan lewat jalan lama (bukan highway) maka akan terlihat rambu seperti di bawah ini. Bagi orang Indonesia yang melihat rambu yang menunjukkan arah ke Tokai itu, tentu saja akan langsung mengernyitkan kepala dan kemudian tersenyum. Mungkin langsung saja muncul rasa penasaran, ini sebagai petunjuk lokasi penimbunan benda itu, atau karena kotanya mirip dengan benda itu atau karena sebab lain. Continue Reading »

10 responses so far

Nov 30 2009

Kubur yang Panjang di Kubur Panjang

Published by iqmal under Perjalanan/Wisata

Nama suatu kota atau kampung seringkali dihubungkan dengan asal muasal atau peristiwa yang terjadi di masa pendirian wilayah tersebut. Baru-baru ini saya datang ke suatu kampung dengan nama yang khas dan berasal dari suatu fakta unik yang dijumpai di kampung tersebut. Nama kampungnya adalah Kubur Panjang.

Saya dan Amri datang diajak teman pergi bertiga ke Kubur Panjang ini naik mobil. Teman saya, Mokhzani tinggal di kampung sebelah Kubur Panjang ini jadi tahu tentang riwayat pemberian nama kampung ini. Lokasi daerah ini adalah masuk negeri Kedah sekitar 30 km dari Alor Setar. Sesuai namanya maka memang di sini terdapat satu makam yang berukuran panjang. Pertama datang ke arah lokasi harus melewati jalan aspal yang melewati petak kebun karet dan diselingi sawah padi. Makam yang dituju terletak di tepi jalan dalam satu kompleks pemakaman melayu. Komplek makam dikelilingi tembok dengan luas sekitar 500 meter persegi.

Setelah memarkir mobil, kami pun turun masuk ke area makam. Dalam hati tentu saja spontan mengucap salam buat ahli kubur yang dimakamkan di sana. Sebenarnya sih area makam tidak terlihat angker, karena lokasi area makam dikelilingi rumah penduduk dan di seberang jalan ada komplek pertokoan orang Cina. Di makam juga tidak ada pohon yang berukuran cukup besar. Dari pintu gerbang makam kemudian tanpa ada petunjuk khusus tapi memang pandangan akan langsung terpaku pada satu petak yang kosong dan memanjang. Ternyata itu memang yang dimaksud dengan kuburan yang panjang itu. Makam itu, seperti halnya kuburan melayu lainnya tidak diberi cungkup, hanya ditandai dengan dua buah batu nisan. Batu nisan yang digunakan juga hanya batu biasa bukan batu nisan yang memiliki ornamen. Ukurannya memang benar-benar panjang untuk ukuran normal yakni sampai sekitar 7 meter. Pantaslah disebut sebagai kubur panjang karena memang kuburan itu berukuran panjang. Continue Reading »

3 responses so far

Nov 29 2009

Diam itu Emas

Published by iqmal under Hobby, Perjalanan/Wisata

Pepatah lama itu diungkapkan untuk memberi hikmah kalau memang tidak tahu lebih baik tidak berkomentar atau tidak usah banyak omong atas sesuatu hal karena mungkin akan mengakibatkan seusatu yang menjadi salah tafsir. Walaupun kondisi saat ini agak aneh kalau orang banyak diam malah tidak dianggap, justru banyak orang yang berani omong walaupun ngawur yang dianggap lebih piawai. Saat ini boleh kita tengok banyak sekali di televisi ditampilkan orang-orang yang mengaku sebagai komentator atau pengamat baik dalam bidang politik, ekonomi, bahkan olahraga seperti dalam bidang sepakbola, motoGP atau lain-lainnya. Dalam banyak kasus, seolah-olah mereka lebih ahli daripada pelaku atau pelatihnya sendiri. Nanti setelah akhir kasus, kalau komentarnya terbukti tepat maka mereka akan membanggakan sendiri, tetapi kalau meleset, mereka akan mengajukan banyak alasan atau argumentasi untuk mengelak bahwa obyek tidak melakukan hal yang semestinya. Di tingkat pergaulan sehari-hari saja, banyak muncul komentator-komentator tingkat kecil. Tapi memang perlu juga mengabaikan pepatah itu, sekedar berkomentar bebas, mumpung sudah diberi kebebasan untuk bersuara, mestinya dapat menjadi pelampiasan atas beban hidup yang semakin berat. Lagipula kebebasan bersuara dan mengeluarkan pendapat sudah dijamin di dalam UUD kita.

Kalau tulisan saya kali ini sebenarnya bukan menyangkut masalah di atas, tetapi masalah pepatah itu yang dirasa tepat untuk situasi jalan-jalan bagi saya di negeri orang ini. Diam itu emas… atau tepatnya diam itu penghematan uang dalam masuk ke tempat wisata tertentu… Baca lebih lanjut untuk mengetahuinya. Continue Reading »

3 responses so far

Sep 07 2009

Gratis Masuk Highway guna Smart Tag Mobil Orang

Ini sedikit tentang pengalaman lucu dan sedikit memalukan yang pernah aku alami di negeri orang. Pengalaman ini berkesan karena setelah dipikir-pikir ternyata lumayan berhemat juga, walaupun tentunya tidak mungkin terulang kembali. Sebenarnya kejadiannya sudah berlangsung bulan Juni tahun 2009 lalu namun draft tulisan ini baru sempat diedit dan dilengkapi sekarang. Pengalaman mengemudikan mobil eh.. kereta di Highway Utara-Selatan, Semenanjung Malaysia, mungkin bagi banyak orang sudah biasa, namun bagi orang udik macam saya jadi pengalaman yang berkesan juga. Yang akan saya ceritakan ini adalah pengalaman tentang masuk highway ini secara gratis tidak sengaja.

Sebagai ilustrasi pengantar perlu saya ceritakan terlebih dahulu bahwa infrastruktur jalan di semenanjung Malaysia ini relatif sudah cukup bagus. Jaringan wilayah utara dari Perlis sudah terhubungkan sampai wilayah selatan di Johor dengan menggunakan highway North-South yang melewati wilayah negeri Kedah, Penang, Perak, Selangor, Kualalumpur, Negeri Sembilan, Melaka dan Johor. Kondisi higway ini cukup baik dan lebar serta terawat baik, sehingga merupakan sarana jalan yang memadai untuk mendukung mobilitas penggunanya. Jalan utama ini tentu saja didukung dengan jalan pendukung lainnya untuk lintas wilayah yang ada dan tentunya tidak dikenakan bayaran macam di tol ini. Meskipun bersifat sebagai jalan biasa, kualitas jalan non tol ini juga relatif bagus dan lebar. Dengan demikian kalau orang bepergian terasa mudah dan tidak terhambat karena faktor jalan. Continue Reading »

2 responses so far

Jun 30 2009

Akhirnya Kesampaian juga Mengintip Batang Berjuntai

Published by iqmal under Perjalanan/Wisata

Melaksanakan riset kolaborasi sering dilakukan peneliti dengan melibatkan beberapa pakar dari berbagai institusi riset atau universitas. Termasuk dalam hal ini di grup tempat saya studi saat ini melakukan kolaborasi dengan Universiti Selangor (Unisel). Pada bulan Juni kemarin, untuk tahap konsolidasi riset dan diskusi kami perlu berkunjung ke sana. Kalau ditengok di leaflet universitas ini berlokasi di kota Bestari Jaya, namun kalau dilihat di peta, nama kota ini tidak dijumpai (maklum peta lama), yang ada adalah nama Batang Berjuntai. Langsung terbersit pikiran yang mengundang senyum tipis saat melihat nama kota ini dan membayangkan asal muasal nama kota ini.

Kalau dipikir awal, mestinya kemungkinan pada dahulu saat kota ini dibuka terdapat batang yang tampak menjuntai. Atau jangan-jangan kiasan untuk ada sesuatu yang mirip atau menyerupai batang dan kemudian terlihat menjuntai. Kalau hal terakhir ini yang benar, maka tentu saja mirip barang pribadi para lelaki yang terlihat. Tidak percaya ? Coba saja untuk para laki-laki perhatikan milik pribadi masing-masing, mestinya terlihat menjuntai kan ? Kalau untuk para perempuan, ya tengok saja punya suami masing-masing. Kalau untuk para gadis yang belum bersuami, aduh… bagaimana ya… saya tidak bisa memberikan saran. Pikirkan saja sendiri dulu sampai tiba saatnya nanti membuktikan. Continue Reading »

3 responses so far

Apr 30 2009

Pemanfaatan Kotoran Kuda untuk Biogas

Atraksi berkuda merupakan salah satu penunjang wisata alam yang banyak disukai pengunjung. Salah satu contohnya dalah di kawasan wisata gunung Bromo. Di kawasan ini, pengunjung harus berjalan relatif jauh di areal Segorowedi untuk dapat mencapai kaki puncak dan selanjutnya mendaki puncak gunung Bromo itu melalui anak tangga yang telah disediakan. Sebagai alternatif daripada berjalan kaki yang cukup jauh dan menyita tenaga maka di sana tersedia jasa penyewaan kuda. Banyak masyarakat lokal yang memelihara kuda untuk kemudian disewakan kepada para pengunjung. Salah satu dampak negatif dari aktivitas ini tentu saja adalah keberadaan kotoran kuda yang dihasilkan. Kotoran kuda ini banyak berceceran di sepanjang rute perjalanan menuju kaki puncak gunung Bromo. Hal ini tentu saja perlu mendapat perhatian karena mengurangi keindahan dan suasana wisata disana, mengingat sangat menjijikkan, berbau tidak sedap dan kurang sehat. Untuk itu masalah kotoran kuda ini perlu dicari pemanfaatan lebih lanjut dan salah satu alternatif yang mungkin adalah untuk bahan pembangkit biogas. Continue Reading »

57 responses so far

Apr 27 2009

Penataan Wisata Berkuda di Kawasan Wisata Gunung Bromo

Published by iqmal under Perjalanan/Wisata

berkuda di BromoPerjalanan mendaki puncak gunung merupakan suatu acara yang menyenangkan khususnya bagi kaum muda dan remaja. Meskipun untuk menempuhnya diperlukan kekuatan fisik dan stamina yang kuat untuk menempuh beberapa jam perjalanan kaki. Bagi orang dengan kemampuan fisik yang kurang kuat atau memang bagi yang tidak begitu menyukai aktivitas perjalanan, dapat menempuh tujuan alternatif yakni lokasi gunung-gunung tertentu dengan fasilitas akses yang telah dipermudah. Sebagai contoh di Jawa Barat ada gunung Tangkubanperahu dan di Jawa Timur ada gunung Bromo. Di lokasi tersebut, pengunjung tidak perlu harus berjalan jauh atau mendaki di jalan setapak yang ditata seadanya. Pengunjung dapat dengan mudah mencapai puncak gunung untuk menikmati pemandangan yang ada termasuk menikmati suasana saat matahari terbit dari ketinggian puncak gunung.
Jika berkunjung ke Bromo, wisata yang umumnya dapat diikuti adalah naik ke dua buah puncak gunung, yakni gunung Penanjakan dan gunung Bromo itu sendiri. Untuk menuju gunung Penanjakan, dapat ditempuh dnegan menggunakan jeep double gardan atau mobil offroad karena medan jalan yang cukup terjal. Di atas puncak gunung tersedia panggung untuk menikmati matahari terbit di ufuk timur. Jika hari cerah maka pengunjung akan dapat menyaksikan pemandangan yang sangat indah. Dari sana dapat dilihat juga gunung Bromo dan gunung Bathok yang berada di dekatnya atau juga melihat gunung-gunung lain di kejauhan seperti gunung Semeru, gunung Arjuna dan lain-lain. Setelah matahari terbit, selanjutnya pengunjung berpindah ke Segorowedi. Di sini merupakan kaldera purba yang telah mati berupa hamparan pasir menyerupai kawah yang sangt lebar. Di tengah-tengahnya muncul anak gunung baru yakni gunung Bathok (tidak aktif) dan gunung Bromo (yang masih aktif). Di Segorowedijuga terdapat pura Hindu yang sering digunakan oleh umat Hindu Tengger untuk upacara Kasodo.
Perjalanan mendaki gunung Bromo di Segorowedi ini harusnya dinikmati dengan tenang, menghirup udara segar atau suasana teduh lainnya. Tetapi ternyata saat ini, hal tersebut relatif sudah tidak dapat diperoleh pengunjung lagi. Apa pasal ? Continue Reading »

6 responses so far

Apr 16 2009

Pembuatan Kompos dari Limbah Tanaman Eceng Gondok

Artikel di muat di kolom Suara Warga (Suara Merdeka Online)
tanggal 28 April 2009. 

tas ecenggondokSaat ini tersedia beberapa bentuk kerajinan tangan yang dibuat dari bahan baku eceng gondok. Beberapa produk kerajinan yang ada seperti tas tangan, dompet, keranjang dan aneka produk lain tersebut menggunakan tangkai eceng gondok yang dikeringkan untuk dianyam membentuk produk yang diinginkan. Untuk daerah Yogyakarta, bahan baku eceng gondokdipasok dari daerah Rowo Pening – Ambarawa dan dari dari Kulonprogo. Pemasok memperoleh eceng gondok dari hasil tanaman liar dan bukan dari pembudidayaan. Sebagai contoh eceng gondok yang berasal dari Rowo Pening, penduduk hanya tinggal mengambil tanaman yang tumbuh liar dan memenuhi hamparan permukaan rawa. Pengolah tidak perlu memikirkan ketersediaan bahan baku tanaman eceng gondok untuk pemanenan berikutnya, karena jumlah yang tersedia sangat banyak. Mereka tinggal menunggu atau berpindah ke area lain dimana tanaman sudah cukup besar untuk diambil tangkai daunnya. Seperti diketahui perkembangbiakan dan pertumbuhan tanaman eceng gondok sangat cepat. Jadi pengolah dapat setiap saat memungut tanaman untuk diambil dan diolah bagian tangkai daunnya tersebut. Continue Reading »

38 responses so far

Apr 13 2009

Pelestarian Rawa Pening dari Ancaman Eceng Gondok

Kalau berkunjung di Ambarawa, maka dapat segera tampak oleh kita berupa kawasan perairan yang terbentang cukup luas, yakni kawasan Rawa Pening. Kawasan ini lekat dengan kisan legenda Banyu Klinthing yang menceritakan asal-usul terbentuknya RawaPening ini. Akan tetapi saat ini kawasan ini sudah jauh berkurang keindahan dan keasriannya, karena terganggu oleh keberadaan tanaman eceng gondok. Sebagian besar muka air sudah tertutupi oleh tanaman ini. Eceng gondok ini menjadi masalah karena sebagai tanaman liar yang berdampak merugikan ternyata juga masih dapat memberi manfaat bagi sebagian masyarakat lainnya. Untuk itu populasi dan pertumbuhan tanaman perlu ditata dengan baik, sehingga kerugian yang dihasilkan tidak akan menjadi besar, sementara kebutuhan pemanfaatan tanaman juga tetap dapat terjaga.

 rawa pening

Continue Reading »

16 responses so far

« Prev - Next »