May 11 2009

Ledakan Akibat Konstruksi Septictank yang Salah

Published by iqmal at 9:22 am under Kehidupan nyata

Artikel di muat di kolom Suara Warga (Suara Merdeka Online)
tanggal 8 Mei 2009.

ledakan septictankPertengahan April 2009 lalu, di kawasan Jagakarsa Jakarta diberitakan telah terjadi ledakan di suatu rumah, yang tentu saja dalam situasi dan kondisi sekarang akan menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi. Kasus ini membuat heboh dan menjadi bahan berita baik di surat kabar baik cetak maupun online termasuk di televisi.

Sekarang orang akan trauma apabila mengalami atau melihat suatu ledakan di kawasan umum ataupun bahkan di suatu rumah. Asosiasi pikiran dan praduga yang terjadi saat itu adalah terkait dengan suatu aktivitas teroris. Kalau di tempat umum, maka ledakan tersebut diduga ledakan bom yang bertujuan untuk meresahkan masyarakat, sedangkan kalau di dalam suatu bangunan, maka diduga ledakan tersebut diakibatkan karena aktivitas perakitan bom. Setelah insiden ledakan, masyarakat akan resah dan panik, polisi datang menyelidiki, wartawan berdatangan untuk kemudian melaporkan berita tersebut secepat mungkin.
Kasus suatu ledakan sebenarnya boleh jadi tidak semua terkait dengan bom yang terkait dengan terorisme. Terdapat kasus-kasus ledakan seperti akibat penggunaan bahan kimia biasa terdapat di sekitar kita tetapi bersifat mudah terbakar dan mudah meledak. Penggunaan yang tidak benar atau karena ketidaktahuan pada suatu aktivitas dengan bahan kimia seperti ini akan dapat mengakibatkan ledakan yang tidak disengaja. Di sekitar rumah terdapat beberapa fasilitas atau peralatan elektronik/listrik atau mengandung bahan bakar yang juga memiliki risiko terbakar dan menimbulkan efeke meledak. Ledakan lain dapat ditimbulkan karena instalasi bahan bakar untuk penggunaan di dapur seperti tabung gas atau instalasi pipa gas. Salah satu penyebab ledakan yang mungkin tidak terduga adalah karena keberadaan septictank dengan konstruksi yang salah.

Septic tank itu merupakan suatu fasilitas penampung kotoran dari toilet untuk suatu unit rumah atau bangunan lainnya. Bentuk septic tank biasanya berupa suatu bak yang biasanya berada di dalam tanah dan tertutup dari permukaan tanah. Untuk menampung kotoran, tentu saja harus ada saluran berupa pipa untuk tempat masuknya kotoran. Dari sisi konstruksi, selain pipa masuk mestinya juga ada saluran pipa untuk pembuangan luapan air dan juga pipa pembuangan gas. Kalau di kota-kota besar dimana tersedia jasa penyedotan septic tank, maka ukuran bak ini dapat tidak terlalu besar, namun setiap selang waktu tertentu harus dilakukan penyedotan. Apabila memang tersedia lahan yang relatif mencukupi tentu saja, ukurannya dapat disesuaikan dengan perkiraan jumlah kotoran yang dihasilkan.

Mengingat septic tank adalah tempat penampungan kotoran, tentu saja akan berbau tidak enak. Karena alasan inilah, terkadang orang berpikir untuk menghindari bau dan caranya adalah dengan membuat septictank yang tertutup rapat tanpa ada pipa pembuang gas. Konstruksi seperti ini dianggap dapat menghindarkan dari bau busuk yang muncul, tetapi di sisi lain akan menimbulkan bahaya. Seperti diketahui kotoran manusia di dalam septictank akan mengalami proses biologis yang mengakibatkan dekomposisi atau peruraian bahan dengan bantuan mikroba. Dari hasil peruraian tersebut akan dihasilkan produk uap air dan gas-gas seperti gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) serta gas lain dalam jumlah relatif sedikti seprti gas hidrogen sulfida (H2S) atau amoniak (NH3). Gas metana merupakan suatu senyawa hidrokarbon fraksi ringan yang memiliki sifat mudah terbakar. Metana merupakan komponen utama dalam produk liquid natural gas (LNG) atau yang lebih dikenal sebagai gas alam, yang merupakan sumber devisa Indonesia selain minyak bumi. Dalam jumlah yang relatif sedikit dari hasil dekomposisi bahan di dalam septic tank, gas-gas ini akan diproduksi dan dikeluarkan melalui pipa pembuangan gas.

Dalam jumlah kecil seperti ini tidak akan mengakibatkan bahaya kecuali penyebaran bau tidak enak dari keberadaan gas H2S dan NH3 tersebut. Untuk menghindari bau ini dapat diatasi dengan membuat pipa pembuang yang menjulur ke atas lebih tinggi dari ukuran tubuh manusia, kira-kira sekitar 2 meter. Gas ini akan terbuang ke udara dan tidak tercium oleh manusia di sekitarnya.
Apabila tidak ada pipa pembuang gas, tentu saja gas-gas akan terkumpul dan menghasilkan tekanan. Sampai pada waktu tertentu, tekanan gas di dalam septic tank akan semakin besar. Pada kondisi inilah, apabila tekanan sudah cukup besar dan mungkin dipicu oleh temperatur di sekitarnya maka akan dapat mengakibatkan konstruksi tidak kuat sehingga terjadi retakan. Gas akan keluar dan tercampur dengan udara luar, hal ini akan dapat mengakibatkan reaksi pembakaran secara spontan yang kemudian berefek menghasilkan ledakan keras. Dari sinilah penyebab terjadinya ledakan seperti kasus di Jagakarsa tadi.
Dari uraian tersebut, tentu saja dapat dipahami bahwa meskipun septictank dapat dibuat dengan konstruksi yang sederhana, tetapi juga harus diingat untuk tidak mengabaikan konstruksi yang benar termasuk unsur keberadaan pipa pembuangan ini. Jika pertimbangan konstruksi yang benar sudah dipenuhi tentu saja risiko terjadinya kecelakaan akibat ledakan dapat dihindari.
Apabila diinginkan sebenarnya septictank juga dapat dimodifikasi lebih lanjut untuk dijadikan reaktor biogas skala perumahan. Prinsipnya juga mudah yakni dengan modifikasi pipa pembuangan menjadi pipa penyalur gas untuk didistribusikan ke kompor. Ukuran untuk ruang gas sebaiknya diperbesar untuk mencapai tekanan yang mencukupi untuk keperluan pasokan ke kompor. Prinsip pembuatan reaktor biogas ini dapat diperoleh dari berbagai sumber. Manfaat yang dapat diperoleh tentu saja adalah pemenuhan energi yang murah meriah dan tersedia setiap saat.

Contoh gambar desain septic tank (2 bagian) :

desain septic tank Sumber : www.constructionknowledge.net

Berikut tip untuk membuat septictank yang awet (Sumber dariĀ  backrest.wordpress.com)

Septic tank adalah sistem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak penampungan kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan udara. Agar septic tank tidak mudah penuh dan mampat, perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  • Kemiringan pipa. Kemiringan menentukan lancar tidaknya proses pembuangan limbah. Selisih ketinggian kloset dan permukaan air bak penampung kotoran, sebaiknya sebesar mungkin. Agar mengalir lancar, kemiringan pipa minimal 2%, artinya setiap 100cm terdapat perbedaan ketinggian 2cm.
  • Pilih pipa saluran yang tepat. Pipa saluran sebaiknya berupa pipa PVC. Ukuran minimalnya adalah 4 inci. Rumah yang memiliki banyak toilet, sebaiknya menggunakan diameter pipa yang lebih besar. Buatlah saluran dengan lurus tanpa belokan, karena belokan atau sudut, rentan mampat.
  • Sesuaikan kapasitas dengan kebutuhan. Untuk rumah tinggal dengan jumlah penghuni hingga empat orang, cukup dibuat septic tank dengan ukuran 1,5mx1,5mx2m. Bak endapan dan sumur resapan bisa dibuat dengan ukuran 1mx1mx2m. Semakin banyak penghuni rumah, semakin besar ukuran yang dibutuhkan.
  • Bak harus kuat dan kedap air. Dinding, dasar, dan penutup bak utama harus kedap air, agar limbah tidak mencemari lingkungan. Bak endapan dan resapan sebaiknya memiliki dasar berupa campuran kerikil dan pasir.

 

Iqmal Tahir

31 Responses to “Ledakan Akibat Konstruksi Septictank yang Salah”

  1. Jojonon 08 May 2009 at 8:41 am

    Kalo bikin septic tank sebaiknya diberi lubang dan dihubungkan dengan pipa kecil aja utk menyalurkan gas.

  2. iqmalon 08 May 2009 at 11:17 pm

    Betul itu mas, pipanya sebagai output untuk mengeluarkan gas.

  3. JOHANon 09 May 2009 at 8:32 am

    Kenapa bisa meledak .. ya
    Kalau menurut saya terjadinya ledakan sebenarnya cukup kecil, kenapa…
    Kalau terkumpul gas yang bertekanan maka seharusnya septitank tersebut masih dipakai maka pasti ada saluran masuk nya (in pipe). Sehingga kalau ada gas bertekanan tinggi maka gas akan menerobos saluran masuk dan keluar ke udara bebas lewat toilet, kan di toilet gas bisa masuk dan keluar, tidak ada katup pengunci aluran untuk satu arah.
    Namun untuk kasus septitank yg sdh tidak dipakai sehingga tidak ada saluran masuk dan keluar (kotoran terjebak) maka ledakan sangat mungkin terjadi.
    Demikian…

  4. iqmalon 09 May 2009 at 3:16 pm

    Mas Johan,
    Apabila tekanan dalam septictank sudah cukup besar, memang akan mendesak mencari peluang keluar dari berbagai kemungkinan termasuk saluran input yang ke arah kloset. Cuma hal ini dapat menyebabkan bau yang tidak sedap di dalam toilet.
    Untuk yang kasus Jagakarsa itu, ledakan dapat terjadi karena gas ini langsung keluar dan terpicu oleh panas. Sama seperti kasus ledakan di TPA di Leuwigajah di Bandung

  5. Farih Ibnu Khozinon 04 Jun 2009 at 7:46 am

    Perlu Konstruksi yang benar
    Konstruksi septik tank ini memang musti tepat dan benar, sehingga aman dari bahaya ledakan dan aman dari bau yang menyebar kemana-mana. Perlu adanya ‘pembuang’ gas-gas ke bagian atas karena ringan dibanding udara sehingga segera naik dan terlepas ke atmosfer bau-bauan dari septik tank ini. Hanya kemungkinan ada pengaruh terhadap atmosfer, sehingga akan menjadi lebih baik jika dikembangkan biogas, yang bermanfaat bagi resources energi….

  6. iqmalon 07 Jun 2009 at 2:22 pm

    yup betul itu….
    thanks atas sharingnya juga…

  7. Joshon 21 Jun 2009 at 7:41 pm

    Ok, when can we read a continue?

  8. iqmalon 21 Jun 2009 at 11:20 pm

    ok, enjoy with the other topics….

  9. Sukaron 23 Jun 2009 at 3:35 pm

    itu seperti perut kita., kalau gasnya ditahan lama.., maka kentut kita akan berbunyi keras…brott.., tapi kalau gas kentut kita dikeluarin dikit dikit..maka cuman ada suara bsssss

  10. iqmalon 24 Jun 2009 at 2:19 pm

    Analogi yang mirip, cuma kalau yang kentut septictank, jadinya ya meledak seperti itu… kalau kentut kan dampaknya paling cuma ditengokin orang-orang di sekitarnya ya pak Sukar ?

  11. Mazidon 05 Jul 2009 at 1:50 am

    masyarakat sudah pinter…
    kesadaran masyarakat umum saat ini sudah banyak mengetahui soal hal ini…mungkin hanya sebagian kecil saja yang kurang memperhitungkan dampaknya…
    masalahnya…jika sumber energi alam sudah menipis…kira-kira bisa nggak ya.. gas yang terkandung dalam septictank ini digunakan sebagai sumber energi alternatif…hehehe.. ^_^

    Pengolahan energi –> pembangkit energi –> digunakan untuk kepentingan hidup manusia

  12. iqmalon 06 Jul 2009 at 2:16 pm

    Setuju pak,
    dalam keadaan terdesak apapun bisa dimanfaatkan. Sebagai contoh air seni para astronot pun jika perlu didaurulang untuk dijadikan air minum. Jadi biogas ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar pun sangat terbuka.

  13. Sutrisnoon 09 Jul 2009 at 4:54 pm

    NGGILANI BANGET

  14. iqmalon 10 Jul 2009 at 2:14 pm

    lho memangnya mas sutrisno gak memberikan kontribusi pada septictank po ya ?

  15. Ipoelon 14 Jul 2009 at 11:09 am

    gas bnyak manfaatnya,, tp kenapa gas (kentut) blm laku ya???

  16. iqmalon 14 Jul 2009 at 11:11 pm

    apapun kalau kuantitasnya belum mencukupi, maka secara ekonomis belum layak olah…
    kentut (pun) ditunggu-tunggu orang lho pak, yakni saat seseorang habis mengalami operasi pembedahan perut…
    Pis ya pak….

  17. Pambudion 15 Jul 2009 at 4:27 pm

    wah di jadikan energy alternatif ae…..kn metananya masih bisa di gunakan buat pengganti lpg/minyak tanah…..

    seperti: pengolahan kotoran sapi di RPH semarang

  18. iqmalon 16 Jul 2009 at 2:09 pm

    iya memang seharusnya seperti itu, cuma septictank untuk 1 rumah sepertinya jumlah biogasnya relatif kecil, mungkin bisa dikembangkan dalam kawasan 1 kawasan perumahan.

  19. Wicaksonoon 06 Aug 2009 at 9:33 pm

    Harus sering disedot tinja tuh biar gak meledak…

  20. iqmalon 08 Aug 2009 at 12:41 pm

    Problemnya itu kalau di daerah-daerah, dimana tidak ada jasa sedot tinja. Tapi kan berarti malah jadi peluang wirausaha baru jasa ini ya… gimana tertarik ?

  21. Ikhsan Tops Markotopson 21 Aug 2009 at 10:55 pm

    Biogas lagi naik daun di indonesia. Daripada meledak mending untuk biogas saja…

  22. iqmalon 28 Aug 2009 at 12:39 pm

    OK silakan semoga dapat jadi alternatif yang baik.

  23. anifahon 10 Oct 2009 at 11:27 am

    pak, maaf ne saya mau nanya, kalo misal metana digunakan untuk biogas rumahan apa ada kemungkinan akan meledak bila penggunaan itu dihentikan atau beristirahat (kerjanya)? terus, mekanisme pembuatan, pemanfaatan n pemeliharaan biogas gimana ya?

  24. iqmalon 12 Oct 2009 at 9:13 pm

    Apabila desain memang tertutup rapat, maka faktor keamanan reaktor biogas akan terjamin. Untuk skala rumah tangga, kuantitas biogas relatif kecil jadi kemungkinan ini mungkin dapat dihindari.
    Kalau reaktor yang menggunakan tutup plastik yang dapat menggelembung, dapat mengindikasikan volume / kuantitas gas. Untuk yang punya dana, dapat disambungkan dengan alat penunjuk tekanan.

  25. raharjoon 01 Nov 2009 at 8:17 pm

    Gas metana yang dihasilkan bisa untuk isi korek gas dong ?? Bisa jadi wirausaha baru ni..

  26. yantion 20 Apr 2010 at 10:39 pm

    wah harus hati-hati nih kalau bikin baru….

  27. yantion 20 Apr 2010 at 10:40 pm

    kalau tidak bisa jadi bommmmmm…..

  28. Roseanne Piehlon 05 Feb 2012 at 8:36 am

    Very interesting info!Perfect just what I was searching for!

  29. susantoon 19 Jul 2013 at 11:32 pm

    Bro Iqmal, menurut Bpk Ir. Hendrojati (dulu th 1971 ngajar KBG TS UGM) septictank yg benar terdiri 3 (tiga) ruang, pertama ruang masuknya faeces, kedua ruang pengolah oleh bacteri, ketiga ruang pembuang. Yg Bro sajikan hanya cukup dua ruang, padahal menurut Pak Dosen dulu ruang pertama sangat penting krn masuknya faeces tdk boleh terjun bebas alias harus slow biar tidak mengganggu para bacteri menyantap faeces di ruang kedua (agar air+kotoran di ruang kedua tidak ada goncangan yg ber arti), maka di ruang pertama dinding sebelah awal (kiri kalau digambar) dibuat miring agar masuknya faeces bisa pelan2. Menurut teorinya Pak Dosen dulu, kalau pembuatan septictank benar dan tidak ada anti septic yg masuk (sabun), maka septictank tdk akan penuh. Penghitungan volume ruang proses dahulu adalah = 3 x A x B = …liter atau …m3. A adalah jumlah orang pemakai, B adalah standar berapa liter kebutuhan air per orang sekali berak (untuk wawik + nyentor). Kali tiga maksudnya setiap ada faeces masuk prosesnya membutuhkan waktu 3 hari. Saya lupa berapa besaran B tersebut. Pada tahun 1973 saya dapat tugas membuat septictank untuk rumah kakak saya di Solo, ternyata sampai sekarang septictank tersebut juga tidak pernah bermasalah (tidak bocor, tidak penuh, tidak menimbulkan bau). Air yg keluar dari ruamh ketiga relatif jernih dan tidak terlalu bau. Saya membaca tulisan Bro Iqmal kok cukup dua ruang, bgmn ya. Dan penghitungan volume septictank rumusnya bgmn? apa msh berlaku 3 x A x B, dimana B saya lupa. Mhn ditanggapi ya Bro.

  30. bisnis kecilon 01 Sep 2014 at 3:23 am

    Apakah Anda menulis sendiri ?? banyak informasi yang saya dapat dari blog Anda .
    terima kasih untuk menulis dengan baik .
    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha sukses . sangat mudah .

    segera membaca bagaimana

  31. minyak angin naishcareon 01 Sep 2014 at 10:40 am

    apakah blog ini berisi konten asli ?? Saya suka membaca .
    banyak informasi di dalamnya . terima kasih
    untuk berbagi .
    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha sukses . sangat mudah .
    segera membaca bagaimana

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply