May 18 2010

Balada Tissue Toilet - Kere Munggah Bale

Published by iqmal at 10:49 am under Etik sosial

Kertas tissue saat ini telah dikenal sebagai salah satu produk yang banyak digunakan manusia modern sehari-hari. Dalam perkembangannya, hampir dalam banyak situasi kertas tissue ikut berperan dalam aktivitas manusia. Mulai dari kertas tissue yang disimpan di dalam tas atau dompet, kertas tissue yang tersedia di mobil atau di meja, kertas tissue untuk keperluan di kamar maupun di dalam toilet, dan lain sebagainya. Mengingat fungsi dan tujuan penggunaannya maka produsen kertas tissue juga membuat produk ini dalam berbagai bentuk disesuaikan dengan fungsi dan target konsumennya.

 

Kertas tissue untuk meja atau keperluan umum lainnya.

Saat ini ada beberapa jenis kertas tissue di pasaran. Misalnya ada yang berbentuk lembaran untuk digunakan sebagai kertas tissue yang dapat digunakan di meja makan atau di kotak snack. Ada kertas tissue dengan pengharum yang berbentuk lembaran juga dan dikemas dalam kotak, yang biasa digunakan untuk keperluan rias diri atau di kendaraan. Ada kertas tissue basah yang digunakan untuk pembersih muka atau pembasuh telapak tangan. Kertas tissue untuk keperluan khusus tersedia juga dalam bentuk gulungan yang diproduksi untuk penggunaan di toilet saat membilas anggota tubuh setelah buang air atau buang air besar.

 

Apabila dilihat dari tujuannya tersebut maka bentuk dan jenis kertas tissue tadi telah dibuat sendiri-sendiri. Namun dalam perkembangannya orang kemudian tertuntut karena rasa hemat atau malah karena rasa tidak tahu sehingga kadang kemudian menggunakan jenis produk yang tidak sesuai dengan bentuknya. Sudah banyak sekali saya menjumpai kasus ini, walaupun salah namun dengan seiring waktu maka kemudian dianggap biasa dan tidak menyalahi aturan. Hal ini baru terasa saat kondisi ini dijumpai dengan orang yang tidak terbiasa dengan kondisi ini. Terkait dengan kertas tissue ini, kejadian ini adalah saat banyak orang menggunakan kertas tissue toilet berbentuk gulungan itu untuk digunakan sebagai kertas tissue di meja makan. Oleh karena itu maka artikel ini saya tuliskan dengan judul Kere Munggah Bale. Ungkapan dalam bahasa Jawa ini bermakna seseorang yang biasa di lapisan akar rumput tiba-tiba harus naik podium yang seringkali akan memunculkan gegar budaya.
Penggunaan kertas tissue gulung untuk toilet.

Saya pernah mengantar teman dari Austria untuk makan di tempat makan yang enak di Yogyakarta. Karena teman ini masih sebaya jadi saya senang saja mengajak ke tempat-tempat makan yang enak dan bukan restoran berkelas, lagipula yang bersangkutan juga senang-senang saja mencoba berbagai masakan asli Indonesia. Namun seringkali dijumpai kelucuan dan yang bersangkutan merasa aneh ketika menemukan keberadaan kertas tissue toilet di meja makan dan bersanding dengan makanan yang disantapnya. Terpaksa saya menjelaskan bahwa hal ini di sini biasa dan juga kertas tissue ini memang dibeli untuk digunakan di meja, bukan berarti kalau mau ke toilet harus membawa kertas tissue ini dari meja untuk dipakai di toilet. Terkadang kita juga malu juga.

 

Kertas tissue toilet di meja.

Kotak tempat sisue untuk meja makan.

Dalam perkembangannya, perkara menggunakan kertas tissue toilet di meja makan sudah menjadi kebiasaan umum. Bahkan sekarang ada kemasan kreatif untuk digunakan sebagai wadah tertutup bagi gulungan tissue ini supaya tidak berantakan dan terlihat cantik di meja makan.

Mungkin kalau ada orang bule yang saat makan kemudian perlu mengelap mulut, mesti harus berpikir dua kali terlebih dahulu. Karena biasanya dia menggunakannya untuk mengelap bagian bawah, ini malah harus menggunakannya untuk bagian mulut yang terhormat. Hehe… yang penting kan tetap bersih. Mungkin kalau ini menurut pemikiran sebagian dari kita.

Kasus serupa adalah untuk kasus (alm) Gus Dur. Saat beliau masih jadi mahasiswa dan tinggal di Mesir. Beliau pernah mengundang makan kawan-kawannya di asramanya, dan mereka terperanjat saat membersihkan alat gelas yang digunakan, ternyata menggunakan secarik celana dalam sebagai lap. Meskipun sudah dijelaskan bahwa celana dalam itu masih baru dan belum pernah difungsikan saat diputuskan untuk menjadi lap, tetapi kawan-kawan Gus Dur ini menjadi ragu-ragu. Hal ini sangat mirip sebenarnya dengan kasus kertas tissue toilet yang difungsikan menjadi kertas tissue makan.

Dari tulisan ini maka sebenarnya diharapkan pemahaman kita bahwa sah-sah saja kita menggunakan suatu produk di luar kegunaan sebenarnya, hanya yang perlu diingat kalau kita akan menggunakan bersama orang lain, maka demi kesopanan hal ini perlu dipikirkan kembali. Semoga bermanfaat.

 

Iqmal Tahir

4 Responses to “Balada Tissue Toilet - Kere Munggah Bale”

  1. annaon 16 Jun 2010 at 10:47 am

    saya sendiri dilema kalo soal tissue, memakai berarti ada makin banyak kayu yg ditebang, tdk memakai kok tangan basah, lengket, dsb. saputangan? wah sering lupa. akhirnya kalo tdk ada wastafel ya pake anti bacterial gel-tanya pak, kalo penggunaan jangka panjang bahaya nggak ya? matur nuwun sanget

  2. iqmalon 16 Jun 2010 at 3:20 pm

    Ya saputangan jangan dilupakan sesering mungkin, paling mudah itu ya jangan beli tissue, maka otomatis yang terpikir mesti harus bawa sapu tangan.
    Untuk yang pembersih tangan, saya kira itu sudah lolos depkes jadi boleh dipakai. Cuma untuk diingat itu kan bahan sintesis dan mengandung pelarut tertentu, lebih baik penggunaannya dibatasi saja.

  3. Hattie Brigmondon 05 Feb 2012 at 5:48 am

    Loving the information on this website, you have done outstanding job on the articles.

  4. nootropicson 27 Jul 2012 at 11:32 pm

    Really fantastic info can be found on this blog.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply