May 28 2010

Tip Penghematan Produk Rumah Tangga yang Berbentuk Cair

Published by iqmal at 10:56 am under Kehidupan nyata, Lingkungan Hidup

Kalau sebelumnya sudah dibahas tentang penghematan sabun padat, maka tulisan yang ini membahas terkait tentang sabun cair dan produk rumah tangga lain yang berbentuk cair. Meskipun tips seperti ini hanya berisikan hal-hal ringan saja, tetapi tidak ada salahnya dituliskan kembali minimal untuk bahan pertimbangan kita semua agar lebih peduli lingkungan.

Sabun cair

Untuk berhemat dan tidak banyak menghasilkan sampah, saya kira dapat dipilih jenis produk dalam kemasan botol dan dapat diisi ulang. Jika mungkin dipilih kemasan yang lebih besar. Hal ini berarti telah menerapkan prinsip Reduce dari konsep 3R. Sampah wadah kemasan dan sampah botol akan dapat dikurangi jika anda memilih langkah ini. Langkah pemilihan kemasan besar dan penggunaan produk yang dapat diisi ulang seperti ini dapat diterapkan pada shampoo, sabun cair, cairan pembersih lantai, cairan pengharum cucian, cairan pemutih kain, cairan untuk membantu saat menyetrika baju, cairan pembersih kaca, shampoo mobil, cairan pendingin radiator, obat pembasmi serangga atau yang lainnya. Catatan khusus saya, kalau untuk pembersih kloset dan air aki maka pilih yang kemasan besar saja. Mungkin untuk produk ini anda juga berpikir untuk mencoba kemasan yang isi ulang, maka biasanya akan sukar dijumpai di pasar karena ada risiko bahaya dari bahan kimia tersebut, seperti efek iritan dan korosif jika tertuang saat pemindahan.

Produk cair apabila terus digunakan maka semakin lama cairan dalam wadah botol yang tersisa akan semakin habis pula. Untuk produk shampoo dan sabun cair maka saat penggunaan, tuangkan cairkan seperlunya. Kemudian usapkan cairan yang tersisa dari ujung lubang, karena kalau tersisa dan tutup dikatupkan kembali, maka akan ada produk yang tersisa dan biasanya akan mengering. Kalau setelah lama digunakan dan cairan sudah habis tidak keluar lagi maka botol dapat diisi dengan air secukupnya lewat lubang. Air ini digunakan untuk mengencerkan sisa produk dalam botol dan masih dapat digunakan untuk terakhir kalinya.

Untuk produk yang menggunakan sistem semprotan maka langkah penghematan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang pertama kali adalah dengan selalu mengatur sistem semprotan sehingga produk dapat menyemprot dengan menyebar dan bukan menyembur. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur putaran di ujung semprotan. Saat penyemprotan juga dapat dilakukan dengan mengatur jarak posisi penyemprot terhadap obyek. Ujung lubang juga harus selalu dibersihkan karena sering kali ada produk yang menggumpal dan dapat menyumpal lubang.

Dalam penggunaan produk cair yang harus diencerkan terlebih dahulu, tentu saja sebisa mungkin ikuti aturan takaran yang dianjurkan oleh produsen. Jangan kemudian merasa menginginkan efek yang lebih dari produk tersebut maka menggunakan jumlah yang melebihi takaran. Karena hal ini selain berakibat pembuangan produk ke lingkungan akan semakin besar dan seringkali ada efek lain misal pada produk pemutih. Bukannya dihasilkan efek pemutih yang diinginkan tetapi malah akan melunturkan warna secara drastis.

Penggunaan takaran yang pas ini juga mestinya disesuaikan dengan jumlah obyek yang akan dikenakan. Misal untuk jumlah cucian sedikit maka jumlah cairan pengharum juga disesuaikan seperlunya saja.

Semakin bijaksana kita di dalam memperlakukan produk konsumsi kita sehari-hari maka tentunya akan dapat diperoleh keuntungan dalam hal penghematan. Hal ini mungkin baru terasa kalau kita hitung dan perkirakan untuk jangka waktu yang lama. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kita ikut berperan untuk membantu kelestarian alam dan lingkungan dengan ikut mengurangi pembuangan sampah dan polutan ke lingkungan kita.

 

Iqmal Tahir

One Response to “Tip Penghematan Produk Rumah Tangga yang Berbentuk Cair”

  1. Rashida Gapinskion 05 Feb 2012 at 7:24 am

    Great post, you have pointed out some excellent details , I likewise think this s a very great website.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply