Jun 21 2008

Penerapan 3R yang Salah

Published by iqmal at 3:01 pm under Etik sosial

Bagi orang lingkungan, konsep 3 R yakni Reduce, Reuse dan Recycle sudah umum digunakan dan menjadi kata kunci dalam pengelolaan sampah. Konsep Reduce adalah upaya pengurangan sampah sehingga jumlah sampah yang dibuang seharusnya dapat ditekan seminimal mungkin. Konsep reuse adalah upaya penggunaan kembali barang atau alat yang ada daripada kemudian dibuang menjadi sampah. Konsep Recycle adalah upaya daur ulang dari suatu jenis barang atau bahan yang sudah dianggap sebagai sampai sehingga dapat memiliki manfaat kembali. Pada setiap pelatihan atau penyuluhan konsep ini selalu diberikan dan yang pasti harus diberikan dengan contoh ilustrasi yang terjadi sehari-hari.

Pada kenyataannya tentu tidak semua bisa dilakukan dengan penerapan 3R ini. Ada banyak hal yang membatasi serta menjadi penghalang langkah 3R ini. Untuk kasus reduce, yang sering menjadi hambatan adalah sikap dan motivasi untuk melakukan hal ini yang kurang, kadang juga didorong oleh ketidaktahuan seseorang akan langkah ini. Dalam hal upaya recycle misalnya bisa saja ada halangan teknologi atau perlakuan yang menjadikan hambatan. Pada kasus reuse, sering berlaku masalah etik dan budaya yang tidak memungkinkan hal ini.

Saat sosialisasi selain dilakukan studi kasus, maka dapat disajikan ada ilustrasi yang menarik yang mungkin dapat digunakan sebagai materi intermezzo. Contoh yang diberikan biasanya adalah contoh yang benar, namun dalam pembelajaran, contoh yang salah pun dapat menjadi ilustrasi yang baik. Saya kutipkan kutipan humor dari internet yang dapat menjadi contoh penerapan 3R yang salah.

Humor 1

Tusuk Gigi

Tusuk gigi

Suatu hari, sang Nyonya Majikan super irit dan pembantunya yang sedang punya masalah dgn giginya berdialog begini:

Nyonya (sambil berkacakpinggang), “Hai, gimana kamu nih, tusuk gigi baru dibeliin sehari udah habis! emangnya kamu buang kemana?”

Pembantu (agak ketakutan), “Maaf Nyonya, tusuk giginya saya pakai, habis gigi saya berlubang, sering banyak yang nyangkut di gigi, maaf sekali lagi Nyonya, saya berjanji tidak akan menghabiskan tusuk gigi lagi.”

Seminggu kemudian terjadi lagi dialog antar keduanya,

Nyonya, “Nah ini baru pembantu yang baik, bahkan tusuk gigipun irit pakainya. Ngomong-2 gimana dgn gigimu? udah sembuh semua? nggak berlubang?”

Pembantu, “Tidak Nyonya, ini gigi tetep aja berlubang, abis sudah dari sononya begini.

Nyonya,”Lho jadi? kamu masih perlu tusuk gigi? pakai apa selama ini? koq tusuk gigi di meja masih keliatan utuh?”

Pembantu, “Ya tetap pakai tusuk gigi itu, Nyonya. Hanya setiap kali abis saya pakai, saya kembalikan lagi.”

Konsep yang salah adalah : Reduce dan Reuse. Penggunaan tusuk gigi mestinya bersifat disposable, hanya untuk sekali pakai, dan tidak boleh digunakan ulang.

Humor 2.

Cari Tusuk Gigi di Restoran

Di salah satu restaurant terkenal di kota besar, ada seorang tamu yang sedang makan dan membutuhkan tusuk gigi, karena ada udang terselip di antara gigi-giginya. Dengan serta merta di tamu tadi memanggil pelayan restauran yang berdiri, di dekat si tamu tadi duduk.

Tamu : “Hei pelayan, sini sebentar.”

Pelayan : (dengan rasa hormat yang sangat) “ya, Pak, ada yang bisa saya bantu.”

Tamu : “Saya perlu tusuk gigi. Masa’ restauran sebesar ini tidak ada tusuk gigi (karena si Tamu tersebut sudah mencari disekitar mejanya, tidak terlihat ada tusuk gigi)”

Pelayan : “ya, Pak, sebentar, saya akan kembali lagi (sambil ngeloyor pergi berusaha mencari tusuk gigi)”

Beberapa saat kemudian, si Pelayan datang dengan rasa kuatir dan lebih hormat lagi dengan berkata,

Pelayan : “Maaf Paak, harap bersabar sedikit, … semuanya lagi dipakai !!!”

Tamu : ?????

Konsep yang salah adalah : Reduce dan Reuse. Penggunaan tusuk gigi mestinya bersifat disposable, hanya untuk sekali pakai, dan tidak mungkin dipakai secara berulang oleh banyak orang.

Humor 3.

Nenek dan Silverqueen

Coklat kacang

Hari ini adalah hari pertama Oma San Chai yang berusia 80 tahun menempati rumah barunya di Taiwan. Bu Tyas, seorang TKW dari Indonesia yang juga tetangga sebelah Oma San Chai pun main ke tetangga barunya itu. Bu Tyas memang sok kenal, dia pun berbincang dengan Oma Siti dalam bahasa mandarin

Bu Tyas : Selamat Pagi Oma San Chai, saya Tyas tetangga sebelah

Oma San Chai : Oh, masuk2 silahkan2.

Oma San Chai pun mempersilahkan Bu Tyas duduk di ruang tamu. oma San Chai kemudian mengambil hidangan suguhan di dapur. Sesampai di ruang tamu, terlihat Oma San Chai membawakan setoples kacang mete dan segelas minuman.

Oma San Chai : Silahkan, dimakan kacang metenya Bu Tyas.

Bu Tyas : Oke terima kasih, Oma. Saya cicipi ya kacangnya?

Oma San Chai : Ya silahkan dimakan

Oma San Chai dan Bu Tyas pun ngobrol kesana-kemari, mereka berdua sudah terlihat akrab, sementara itu Bu Tyas terus saja menyantap kacang mete hingga tidak sadar kacang mete dalam toplesnya sudah habis.

Bu Tyas : Maaf Oma, saking keenakannya kacang metenya sudah habis.

Oma San Chai : Ah tidak apa-apa, itu kacang mete memang enak ya?

Bu Tyas : Iya Oma, memang ini beli dimana?

Oma San Chai : Oh itu, jadi gini ceritanya. Tiap pulang kerja cucu Oma selalu bawa cokelat silverqueen yang ada kacang metenya itu. Oma suka sama cokelatnya, tapi karena gigi Oma sudah tidak ada, jadi gak bisa makan kacang metenya juga. Jadi Oma makan cokelatnya saja, kacang metenya Oma kumpulin dalam toples, Ya yang kamu makan itu!

Bu Tyas : Hah????

Konsep yang salah adalah : Reduce dan Reuse. Makanan kalau memang harus dimanfaatkan ulang mestinya harus dilakukan dengan memenuhi proses yang hiegenik dan bersih.

One Response to “Penerapan 3R yang Salah”

  1. Felisa Boatrighton 05 Feb 2012 at 4:28 am

    There is clearly a bunch to realize about this. I assume you made certain nice points in features also.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply