Jul 02 2010

Agrowisata Apel yang Mengundang

Published by iqmal at 8:40 am under Health & Safety, Perjalanan/Wisata

Siapa yang tidak akan tertarik untuk memetik buah apel yang bulat dan ranum langsung dari pohon ? Saya yakin banyak orang akan tertarik dan ingin melakukannya. Jika harus memiliki kebun buah tersendiri tentu saja akan sangat mahal untuk pembelian lahan, penanaman dan perawatan pohon apel di kebun. Sekarang ada alternatif untuk memberikan kesempatan setiap orang untuk dapat melakukan kesempatan petik buah apel dari pohon tanpa harus memiliki kebunnya. Acara ini dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan rekreasi di Agrowisata Apel di daerah Batu Malang.

Agrowisata ini sebenarnya sudah ditawarkan sejak beberapa tahun yang lalu. Daerah Batu ini memang sudah lama terkenal sebagai lahan yang cocok untuk budidaya dan perkebunan tanaman apel. Dengan daerah yang berada di lereng gunung Wilis dengan ketinggian mencukupi dan hawa yang dingin, maka tanaman ini sangat cocok untuk dibudidayakan di sana. Jenis pohon apel yang terdapat disana adalah apel lokal dan apel manalagi. Pemilik kebun dapat melakukan inovasi pengubahan fungsi dari kebun budidaya biasa menjadi suatu tempat wisata dimana orang bisa masuk dan menikmati hasil buah yang ada di pohon.

Agrowisata Apel

Pada awalnya , sistem kunjungan agrowisata ini adalah menawarkan orang berkunjung dengan membayar secukupnya, kemudian pengunjung dipersilakan masuk ke kebun apel dan dapat memetik buah sepuasnya tetapi harus dimakan di tempat. Buah apel dapat dipilih sendiri langsung dari pohon sepuasnya, bisa memilih buah yang berukuran besar ataupun memilih buah yang memiliki warna paling menarik, akan diperbolehkan semaunya. Akan tetapi seiring dengan harga buah yang semakin tinggi, maka kalau sistem dipertahankan seperti ini akan cenderung membuat tiket masuk menjadi semakin mahal. Saat ini sistem diubah dengan membayar harga tertentu, pengunjung boleh memetik buah sebanyak 3-4 butir saja. Buah ini boleh dimakan di tempat atau dibawa keluar. Meskipun saat ini pengunjung sudah mulai dibatasi akses pemetikan buah yang diperbolehkan, namun pengunjung agrowisata buah apel seperti ini masih diminati.

Manajemen pengelolaan kebun agar dapat menyediakan buah apel setiap waktu harus dilakukan. Dengan menggunakan pengaturan petak-petak kebun maka masa berbuah dari pohon di tiap-tiap petak dapat diatur sedemikian rupa sehingga setiap saat ada petak lahan yang memiliki pohon apel siap petik. Untuk petak yang siap petik inilah maka pengunjung diarahkan untuk masuk dan menikmati buah apel yang tersedia. Sementara petak yang lain disiapkan agar pohon dapat berbuah pada periode berikutnya. Hal ini harus dilakukan secara terus menerus sehingga kesinambungan jumlah pohon yang berbuah selalu tersedia. Pengaturan waktu panen buah dari setiap petak dapat dilakukan dengan menggunakan pola pengaturan sistem pemangkasan, pengairan, pemupukan serta jika diperlukan menggunakan zat pengatur tumbuh. Seperti halnya budidaya tanaman produktif lainnya, maka upaya pemeliharaan tanaman dengan jalan pemupukan serta pencegahan hama dan penyakit tanaman perlu dilakukan. Untuk tanaman apel ini maka perlakuan ini dilakukan dengan menggunakan penyemprotan lahan secara periodik. Budidaya secara terkontrol seperti inilah yang memungkinkan pengelola lahan agrowisata apel ini dapat memberikan layanan bagi pengunjung setiap saat.

Buah apel yang dipetik dari pohon pada dasarnya sangat mungkin terkontaminasi bahan kimia saat dilakukan proses penyemprotan baik untuk aplikasi pemupukan atau pencegahan hama. Bahan kimia aktif yang terdapat dalam cairan yang digunakan akan sangat mungkin menempel dan tersisa pada bagian kulit buah dan tangkai. Apabila buah dipetik oleh pengunjung maka tentu saja akan terbawa. Sangat dianjurkan bagi pengunjung untuk mencuci buah terlebih dahulu sebelum dimakan. Kalau dahulu dengan sistem pengunjung dapat makan buah sepuasnya, maka akan sangat rawan buah langsung dikunyah setelah dipetik. Dengan sistem yang baru, dimana buah boleh dibawa ke luar maka pengunjung hendaknya diberitahukan oleh pemandu untuk mencucinya terlebih dahulu.

Buah apel yang bergelantungan di pohon.

Buah apel kadang dimakan dengan dikupas terlebih dahulu. Pengupasan kulit dilakukan dengan menggunakan pisau dan kemudian pengunjung dapat memakan buah tersebut. Akan tetapi pada prakteknya lebih banyak pengunjung yang memakan buah beserta kulitnya. Jadi buah langsung digigit begitu saja tanpa harus dikupas. Cara makan seperti inilah yang harus diwaspadai jika buah yang baru dipetik langsung dimakan.

Pengelola agrowisata hendaknya menyediakan keran atau wadah air di sekitar lokasi kebun. Ketersediaan fasilitas inilah yang dapat digunakan pengunjung untuk mencuci buah apel yang telah dipetiknya sehingga langsung aman dimakan. Dengan prosedur seperti inilah maka diharapkan tidak terjadi proses kontaminasi atau keracunan pengunjung akibat penggunaan pupuk atau obat tanaman yang digunakan.

Jika hal ini telah terlaksana, maka diharapkan tidak ada kekhawatiran dari pengunjung untuk menikmati buah apel hasil petikan sendiri. Di sisi lain pengelola agrowisata akan dapat berharap pengunjung merasa puas dan mungkin akan tertarik berkunjung ke tempat tersebut di kesempatan lain.

 

Iqmal Tahir

9 Responses to “Agrowisata Apel yang Mengundang”

  1. […] pernah menulis artikel tentang mencegah risiko kontaminasi bahan kimia saat memakan buah apel di lokasi agrowisata apel. […]

  2. Kamrenon 28 Jul 2011 at 12:30 am

    Many many qluatiy points there.

  3. Jasa seoon 04 Oct 2011 at 9:31 pm

    Terima kasih atas kunjungan dan komentar di blog ane www.om-onny.com

  4. iqmalon 03 Feb 2012 at 12:37 pm

    terimakasih atas kunjungannya semua…..

  5. iqmalon 03 Feb 2012 at 1:31 pm

    boleh nanti berkunjung ke tekape,…

  6. Mervin Uvaon 05 Feb 2012 at 9:01 am

    Dead pent written content , thanks for information .

  7. pelangsing tubuhon 18 Apr 2012 at 2:50 am

    sukses slalu gan,,

  8. coconut oilon 30 Jul 2012 at 12:41 am

    salutations from over the ocean. interesting post I must return for more.

  9. Magdalene Heaganyon 02 Apr 2013 at 6:02 pm

    There’s definately a great deal to learn about this issue. I love all the points you have made.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply