Jan 28 2009

Kebersihan Sebagian dari Iman

Published by iqmal at 8:45 am under Etik sosial

Untuk keperluan penyuluhan dan sosialisasi kepedulian lingkungan, khususnya yang terkait dengan masalah sampah, maka diperlukan pendekatan tertentu sesuai dengan latar belakang peserta sosialisasi tersebut. Seperti diketahui sampah dalam kebanyakan kasus akan menjadi masalah karena faktor tidak dikelola dengan tidak menjaga kebersihan sebagaimana mestinya. Sampah di sekitar kita dapat dikelola dengan lebih baik jika kita menggunakan pendekatan 3R (reduce, reuse dan recycle) dan tentu saja hal ini tidak lepas kalau kita mengutamakan soal kebersihan. Untuk masyarakat yang memiliki latar belakang agama Islam yang relatif kuat, biasanya saya mengutip tema “Kebersihan sebagian dari Iman” atau kalau dalam bahasa Arab ” an-nazhaafatu minal iimaan”. Pendekatan seperti ini relatif mampu mendekatkan kita dengan peserta selain juga menekankan pentingnya materi yang dibahas ini pun relatif merupakan tonggak  yang dituntunkan oleh agama Islam.

Iqmal presentasi

Istilah tersebut pada awalnya banyak yang menyebut sebagai suatu hadist nabi. Dari penelusuran literatur lebih lanjut saya menemukan uraian terkait hal itu di situs (http://konsultasi.wordpress.com/2007/11/27/kebersihan-sebagian-dari-iman-bukan-hadits-nabi-saw/) yang ditulis oleh Muhammad Shiddiq Al-Jawi pada 27 November 2007. Ungkapan ”Kebersihan Sebagian Dari Iman” (Arab :) sebenarnya bukanlah hadits Nabi SAW, namun hanya sekedar peribahasa atau kata mutiara yang baik atau Islami. Dari daftar hadits yang terdapat dalam berbagai kitab hadits ternyata tidak ada yang menyebutkan hal seperti itu. Berikut uraian yang saya kutipkan secara bebas dari halaman tersebut.

Namun kalau ditinjau apakah ungkapan itu Islami atau tidak, jawabnya Islami. Penyebabnya adalah ungkapan itu didukung oleh sebuah hadits hasan yang mirip dengan kalimat ”Kebersihan Sebagian Dari Iman”. Hadits itu adalah sabda Nabi SAW yang berbunyi,”Ath-thahuuru syatrul iimaan…” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi) . Namun arti hadits Nabi tersebut adalah,”Bersuci [thaharah] itu setengah daripada iman….” Kata ath-thahuuru dalam hadits itu artinya tiada lain adalah bersuci (ath-thaharah), bukan kebersihan (an-nazhafah), meskipun patut diketahui ath-thaharah secara makna bahasa artinya memang kebersihan [an-nazhaafah]. Tetapi dalam ushul fiqih terdapat kaidah bahwa arti asal suatu kata dalam al-Qur`an dan Al-Hadits adalah arti terminologis (makna syar’i), bukan arti etimologis (makna bahasa). Hadits Nabi SAW di atas hendaknya diartikan “Bersuci itu setengah daripada iman”, dan bukannya ”Kebersihan itu sebagian daripada iman.”

Suci dan bersih itu berbeda. Suci (thahir) adalah keadaan tanpa najis dan hadas, baik hadas besar maupun hadas kecil, pada badan, pakaian, tempat, air, dan sebagainya. Bersuci (thaharah) adalah aktivitas seseorang untuk mencapai kondisi suci itu, misalnya berwudhu, tayammum, atau mandi junub. Istilah bersih (nazhif) adalah lawan dari kotor yaitu keadaan sesuatu tanpa kotoran. Sesuatu yang kotor bisa saja suci, meski ini tentu kurang afdhol. Sajadah yang lama tidak dicuci adalah kotor. Tapi tetap disebut suci selama kotoran yang menempel hanya sekedar debu atau daki, bukan najis seperti kotoran binatang. Demikian pula sesuatu yang bersih juga tidak otomatis suci. Seorang muslim yang berhadats besar (misal karena haid atau berhubungan seksual) bisa saja tubuhnya bersih sekali karena mandi dengan sabun anti kuman atau desinfektan. Tapi selama dia tidak meniatkan mandi junub, dia tetaplah tidak suci alias masih berhadas besar. Walhasil, suci atau bersuci berkaitan dengan keyakinan seorang muslim, yang sifatnya tidak universal. Maksudnya hanya menjadi pandangan khas di kalangan umat Islam. Sedang bersih atau kebersihan berkaitan dengan fakta empiris yang universal, yaitu diakui baik oleh umat Islam maupun umat non Islam.

Kembali ke masalah hadits di atas. Kesimpulannya, yang ada adalah hadits Nabi SAW yang berarti ”Bersuci Adalah Sebagian Dari Iman”, dan bukan ” Kebersihan Sebagian Dari Iman.” Namun demikian, kalimat ” Kebersihan Sebagian Dari Iman” merupakan ungkapan yang baik (Islami), karena didukung sebuah hadits yang menurut Imam Suyuthi berstatus hasan, yakni sabda Nabi SAW : ”Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi).

Hadits ini menunjukkan bahwa kebersihan (an-nazhafah) merupakan sesuatu yang dicintai Allah SWT. Oleh karena itu dari itu ungkapan ” Kebersihan Sebagian Dari Iman” dikatakan sebagai ungkapan yang baik atau Islami karena ada dasarnya dalam Islam yaitu hadits riwayat Tirmidzi di atas. Ungkapan itu dapat diberi arti, bahwa menjaga kebersihan segala sesuatu merupakan bukti atau buah keimanan seorang muslim, karena dia telah beriman bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Mahabersih (nazhiif).

Dari kutipan tersebut, tentu saja tanpa mengurangi makna hadits itu maka penggunaan sebagai pengantar sosialisasi soal sampah dan kepedulian lingkungan tetap diperbolehkan. Tentu saja akan lebih baik jika kita berterus terang bahwa ungkapan yang diungkapkan itu adalah bukan berupa hadits Nabi. Jika niat sosialisasi itu baik, tentunya pengantar seperti ini tetap dapat menguatkan pondasi dan keyakinan peserta bahwa memang kebersihan itu penting dan selanjutnya teknis pengelolaan sampah itu memang sangat dianjurkan.

Bagi para penggiat kepedulian lingkungan seperti pemerhati pengelolaan sampah mungkin dapat menggunakan pendekatan hal yang sama. Saya yakin dengan langkah seperti ini akan dapat membantu memberikan penjelasan akan pentingnya mengelola lingkungan dan kebersihan di sekitar kita.

 

Iqmal Tahir

4 Responses to “Kebersihan Sebagian dari Iman”

  1. cluburi bucurestion 11 Aug 2011 at 10:40 am

    Nice information, many thanks to the author. It is incomprehensible to me now, but in general, the usefulness and significance is overwhelming. Thanks again and good luck

  2. iqmalon 03 Feb 2012 at 1:24 pm

    thankyou ….

  3. Derrick Liebigon 05 Feb 2012 at 8:57 am

    Really wonderful information can be found on website.

  4. Shizuko Dabneyon 14 Feb 2013 at 7:29 am

    Saved as a favorite, I like your website!

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply