Jul 30 2010

Hindari Ketupat dari Plastik

Published by iqmal at 8:26 am under Health & Safety, kuliner

Di tempat tinggal saya, baik di Banyumas maupun di Yogyakarta sekarang, banyak dijumpai ketupat. Ketupat sudah menjadi makanan khas di tanah air. Ketupat biasa dihidangkan sebagai pengganti nasi pada makanan soto, pecel atau makanan lainnya. Ketupat juga biasa disajikan sebagai makanan pada waktu-waktu tertentu seperti pada hari raya Idul Fitri.

www.wartakota.co.id)

Ketupat ini dapat berfungsi sebagai pengganti nasi putih biasa. Ketupat merupakan olahan dari beras yang dimasak dengan jalan direbus, tetapi berasnya dimasukkan pada wadah selongsong terbuat dari anyaman daun kelapa. Butiran beras akan menyerap air dan selanjutnya ukuran butiran akan membesar sehingga memenuhi ruang selongsong yang tersedia. Pada satu selongsong ketupat biasa diisi dengan beras sekitar seperempat volume ukuran yang ada dan jangan terlalu banyak. Proses perebusan ketupat ini biasanya memakan waktu lama hampir tiga kali lipat yang diperlukan untuk menanak nasi biasa. Hal ini karena diperlukan proses pemasakan butiran beras supaya lunak dan bersifat lengket, yang selanjutnya dapat menyatu antar partikel beras. Kalau pada proses pembuatan bubur, butiran beras juga menggunakan air yang cukup banyak dan dimasak lama, namun karena beras tidak dimasukkan dalam wadah selongsong dan juga sambil diaduk, maka butiran beras hanya akan berubah lembek tetapi tidak menyatu. Produk ketupat yang baik adalah setelah bungkus selongsong dibuka, diperoleh bentuk utuh ketupat sesuai wadahnya dan tidak terurai menjadi butiran kembali. Cara penyajian selanjutnya adalah dengan jalan dibelah atau dipotong-potong menggunakan pisau sesuai selera.

Selongsong ketupat yang umum adalah dengan menggunakan anyaman dari daun kelapa muda atau dikenal dengan istilah janur kelapa. Janur ini dipetik dari tunas daun yang masih muda dari pohon kelapa, mengerucut di pucuk pohon dan belum mekar. Janur ini dapat dipisahkan dari susunan tangkainya dan kemudian dilepas dari bagian lidinya. Mengingat masih muda maka helaian janur ini terlihat lemas dan dapat dianyam dengan mudah, tetapi sudah cukup kuat dan tidak mudah sobek. Anyaman daun kelapa ini memiliki banyak sekali variasi baik dari sisi ukuran maupun bentuknya. Faktor yang tidak kalah penting adalah penggunaan daun kelapa tidak memberikan pengaruh warna atau cita rasa terhadap ketupat yang dihasilkan. Tradisi penggunaan daun kelapa sebagai bahan pembungkus ketupat ini rasanya sudah berlangsung lama dan telah dikenal oleh berbagai masyarakat di seluruh Indonesia.

Di era kemajuan seperti ini, permasalahan selongsong ketupat sering dijumpai. Untuk di daerah, daun kelapa dapat dipetik dari pohon yang ada di daerah tersebut dan kemudian langsung dianyam. Tetapi kalau di daerah perkotaan, maka daun kelapa harus didatangkan dari daerah lain. Untuk pengayaman daun, tidak semua orang bisa mengayam daun menjadi selongsong ketupat. Meskipun sebenarnya mudah, tetapi tetap saja diperlukan keterampilan untuk menganyamnya. Saat ini banyak orang yang menganyam daun kelapa untuk dijual sebagai selongsong ketupat. Kalau menjelang lebaran maka selongsong ini banyak dijumpai dijual di pasar-pasar. Pada hari-hari biasa, tidak banyak orang yang menjual selongsong ketupat dari daun kelapa ini.

Berawal dari masalah ini kemudian orang berpikir untuk mencari alternatif lain pengganti selongsong ketupat dari daun kelapa. Bahan yang kemudian digunakan adalah plastik pembungkus. Plastik ini tersedia banyak di toko atau pasar untuk digunakan sebagai pembungkus barang. Plastik ini kebanyakan tipis dan transparan, tersedia dalam berbagai ukuran dan jenis ketebalan. Untuk bahan selongsong ketupat, maka penggunaannya juga relatif hampir sama. Butiran beras diisikan secukupnya ke dalam plastik dan ujung bagian plastik yang terbuka direkatkan dengan bantuan lilin, panas api atau menggunakan alat press (hot press).

Plastik untuk pembungkus ketupat

Kalau pada anyaman daun kelapa, selama pemanasan, air dapat masuk ke dalam rongga dengan mudah melalui sambungan anyaman. Untuk selongsong ketupat dari plastik, supaya air dapat masuk, maka dinding plastik harus dilubangi dengan jalan ditusuk-tusuk di beberapa bagian.

Sepertinya dari sisi rasa, nasi ketupat yang dibuat dari selongsong plastik ini juga tidak berbeda jauh, namun kalau dikaji lebih jauh, sebenarnya ada risiko tertentu akibat penggunaan plastik ini. Plastik pembungkus biasanya dibuat dari polimer jenis polietilen atau polipropilen. Apabila terkena pansa dalam waktu yang relatif lama maka akan ada bahan aditif plastik yang terlepas dari bahan. Kalau pada proses pembuatan ketupat ini, tentu saja pelepasan bahan kimia ini akan keluar ke air rebusn dan sangat mungkin terserap dan tertinggal sebagai residu di dalam butiran nasi ketupat. Beberapa jenis bahan polutan ini terdapat yang bersifat karsinogenik, sehingga kalau ketupat termakan maka bahan kimia ini akan ikut terakumulasi dalam tubuh. Hal inilah yang seharusnya dihindari sejauh mungkin.

Beranjak dari pemikiran terjadinya risiko di atas, maka hendaknya kita sebagai konsumen ketupat hendaknya selalu waspada. Jika akan membuat ketupat sendiri, mestinya menggunakan selongsong dari daun kelapa saja, baik hasil anyaman sendiri atau pun membeli selongsong yang sudah jadi. Kalau akan membeli produk kuliner yang menggunakan ketupat, juga hendaknya selektif melihat ketupatnya tersebut. Kalau melihat penjual makanan yang menggunakan ketupat tapi dengan bahan plastik hendaknya berperan aktif untuk memberitahu dan menganjurkan penjualnya agar beralih dengan tidak lagi menggunakan plastik untuk bahan selongsong ketupat.

Kesehatan tubuh itu sangat mahal harganya. Demikian juga kita perlu menghindarkan diri dari ancaman bahaya karsinogenik yang ditimbulkan saat pemanasan plastik selongsong ketupat ini. Untuk itu kewaspadaan dan kepedulian kita harus selalu ditingkatkan. Semoga bermanfaat.

Iqmal Tahir

8 Responses to “Hindari Ketupat dari Plastik”

  1. Peluang Usahaon 23 Mar 2011 at 3:14 pm

    Saat ini memang kita sebaiknya back to nature bro .. Lebih Sehat dan Aman .. nice post gan..

  2. Resep Masakanon 06 Jul 2011 at 11:25 pm

    Wahkalo ketupat daripastik namanya yo bukan ketupat no mas ? KetuPlast Namanya. Pati enakan ketupat yg dibungkus dari janur .

  3. busana muslimon 20 Aug 2011 at 11:19 am

    heheeh, orang cenderung cari praktis. Khan kalo buat pake daun lama :D

  4. iqmalon 03 Feb 2012 at 12:29 pm

    tapi kalau beli selongsongan yang sudah jadi ya cepat juga kok bu (sana muslim)….

  5. iqmalon 03 Feb 2012 at 12:31 pm

    Pelaung usaha :
    Back to nature…. setuju….

    Resep masakan :
    hehe… ketuplast ya…. asal terus jangan berasnya juga diganti plastik juga….terus nanti yang dimakan apanya ?

  6. Freddie Coronadoon 05 Feb 2012 at 3:59 am

    I believe this website contains very excellent indited articles content.

  7. Ingin Bisnison 22 Apr 2012 at 12:01 am

    Sampai sekarang malah belum pernah lihat kemasan ketupat yang terbuat dari plastik. Tapi apapun itu pembungkusnya dari tempe ampe ketupat tetep dari rasa beda jika menggunakan daun. Lebih gimana gitu…

  8. kasimon 28 May 2012 at 12:42 pm

    You’re amazing! Thanks for your article ….

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply