Jul 01 2010

Mabuk Bau Durian di Bis Patas

Published by iqmal at 8:21 am under Perjalanan/Wisata

Tidak seperti artikel lainnya, saya kali ini akan menuliskan sesuatu terkait pengalaman yang pernah kualami. Perjalanan pulang bulan Juni 2010 kemarin dari Malaysia, seperti biasanya selalu harus diawali dengan naik bis dari Kangar menuju Kuala-Lumpur selama kira-kira 7 jam.

Momen menuju ke terminal, harus deg-degan saat bang Manaf yang kemarin berjanji mau mengantar tidak bisa dikontak, padahal sudah tinggal 40 menit lagi. Saya telepon nomor aktif dia tetapi tidak ada yang mengangkat. Akhirnya telpon Fathi untuk mengantar karena kalau mau memanggil taksi sudah jelas tidak mungkin. Ternyata saat Fathi datang, bang Manaf juga datang jadi malah berbarengan datang. Rupanya tadi harus menjemput puteri beliau dulu di sekolah baru ke rumah kembali. Akhirnya karena sudah terburu-buru langsung berangkat dengan diantar oleh bang Manaf dan tidak jadi oleh Fathi. Wah jadi merepotkan banyak orang.

Bus rute Kangar-KL dengan tiket 43RM tersedia dari siang sampai malam hari. Saya saat ini memilih untuk menggunakan bis pukul satu siang supaya bisa mengejar bis shuttle terakhir menuju ke LCCT. Bis untuk jarak jauh ini umumnya bis dengan layanan yang cukup baik, rata-rata tersedia dengan tempat duduk sebaris satu dan dua kursi. Ada juga bus yang tersedia berupa bus tingkat atau double decker, tetapi saya selalu memilih yang bis biasa tak bertingkat.

Bus Sri Maju langganan.

Naik bis Srimaju yang saya gunakan saat itu baru datang setelah ditunggu sekitar lima menitan sesuai dengan jadwal. Bus datang dari Kuala Perlis dengan terlebih dahulu memuat penumpang dari sana. Nomor kursi yang tertera di tiket saya adalah untuk kuris di sebelah kiri yang untuk sendirian. Saat naik malah ada kejadian ada orang yang saling konfirmasi nomor kursi. Ada penumpang yang tadi naik terlebih dahulu menanyakan nomor kursi itu dan ternyata kursi tersebut sudah diduduki salah satu orang dari Iran. Ternyata nomor itu juga nomor yang sama dengan nomor di tiketku juga. Akhirnya malah kami turun untuk konfirmasi ke loket yang ternyata dia yang salah, karena seharusnya dia menggunakan bis yang berikutnya.

Saat aku naik dia lagi, oleh orang Iran itu diminta orang untuk tukaran kursi. Orang itu tetap minta duduk di kursi itu biar bisa satu deretan dengan keluarganya. Setelah aku perhatikan ternyata bis ini hanya menaikkan aku saja yang dari Kangar. Penumpang yang lain adalah berangkat dari Kuala Perlis dan berupa satu rombongan keluarga besar. Sepertinya mereka berasal dari Iran atau teluk Parsi, karena dari ciri-cirinya. Bis kapasitas 25 oran g ini hanya berisi 18 orang termasuk 2 orang sopir. Penumpangnya 1 orang Indonesia yakni aku dan 17 orang Iran itu. Hehe.. kayak bis wisata yang dicarter saja.

Bis berangkat tanpa banyak berhenti. Berhenti sebentar hanya di terminal Alor Setar. Itu pun tidak menaikkan penumpang lagi. Terus langsung masuk Highway. Aku sendiri langsung tidur dengan lelapnya.

Setelah beberapa lama, bis berhenti di hentian Bukit Gantang (rest area) untuk istirahat dan pergantian pemandu. Di sini bis berhenti selama 30 menit untuk emmberi kesempatan  istirahat, makan dan shalat. Di daerah yang termasuk negara bagian Perak ini sedang musim buah, jadi di rest area ini juga banyak dijual buah-buahan lokal. Buah yang banyak dijual antara lain adalah rambutan, jambu sukun (jambu non biji), mangga, manggis, nenas, pisang, dan yang pasti adalah durian.

Aneka buah-buahan tersaji di kios rest area highway.

Saat saya sehabis shalat, kebetulan tidak lapar karena sudah amkan sebelum berangkat, melihat buah yang bergantungan terutama durian, timbul ingin untuk membelinya. Tetapi karena ini kendaraan umum tentu saja tidak mungkin untuk membeli dan membawanya, lagipula saya akan perjalanan pulang ke Indonesia. Mau beli dan makan di situ juga malas, karena mesti akan menyisakan bau mulut dengan aroma durian. Akhirnya malah gak jadi beli karena masih ingat punya apel di tas.

Setelah 30 menit , maka bis siap berangkat. Saat naik kemudian tercium aroma durian yang kuat di dalam bus. Ternyata ada beberapa orang Iran itu yang membeli banyak buah-buahan dan salah satunya adalah durian. Durian ini mereka beli langsung dibuka dan isi buahnya dimasukkan ke dalam kantung plastik. Walaupun telah diplastik rapat, tetapi aroma ini tetap tercium ke luar. Apalagi bis dengan fasilitas ac dan berhembus angin pendingin yang kuat. Rupanya mungkin mereka ingin mencoba buah yang memang unik bagi mereka dan di sana disajikan dengan bergelantungan cukup banyak. Lama-lama bukannya tambah terasa sedap, tapi malah bikin pusing.

Saat supir bis naik, dia juga langsung merasakan hal yang sama. Akhirnya dia tanya siapa yang bawa durian. Tadinya sambil ngecek jumlah penumpang dia menuju ke saya sambil tanya ini. Tentu saja aku tunjuk orang Iran itu yang embawa. Dia mencoba menanyakan lagi ke orang yang bersangkutan dalam bahasa inggris terpatah-patah, maksudnya tidak boleh bawa durian ke atas. Terus buah disuruh dimakan dulu di luar bis atau dibuang. Dia pokoknya tidak mau mengemudikan bisnya kalau duriannya tidak dikeluarkan. Akhirnya ada satu orang yang turun dan memakan sedikit terus membuang kantung plastiknya. Tetapi aroma durian di dalam bis ini tetap tidak mau hilang. Bahkan sampai tujuan di KL, tetap masih ada. Wah parah nih, padahal perjalanan masih sekitar 4 jam lagi. Akhirnya memang selanjutnya tidak bisa tidur lelap lagi, dan malah bikin pusing di kepala lagi.

Satu jam menjelang masuk KL, turun hujan rintik-rintik di perjalanan. Tetap saat itu matahari terlihat masih cukup cerah saat senja itu. Tidak beberapa lama, ada dua abg Iran itu yang ribut sambil menunjuk ke luar jendela. Saya ikutan melongok ke luar ternyata ada pelangi yang menggantung di langit dengan indahnya. Tetapi yang surprise adalah reaksi dari para anggota rombongan ini, beberapa orang mengabadikan fenomena alam ini berkali-kali. Bahkan ada penumpang yang duduk di sisi lain harus berdiri untuk pindah ke sisi yang dapat digunakan melihat pelangi ini. Mungkin memang fenomena pelangi ini jarang terjadi di tanah air mereka. Barangkali mungkin reaksi yang sama akan saya tunjukkan kalau saya melihat aurora di kutub utara atau fenomena alam lain yang tidak pernah terjadi di negara sendiri.

Hal yang cukup mengganggu dan tidak bisa membuat tidur selama sisa perjalanan adalah dua anak kecil laki-laki. Mereka berkali-kali pindah tempat duduk dari ujung depan sendiri dan kemudian ke tempat duduk belakang. Hehe.. ya sudah namanya anak-anak. Saya sendiri juga punya dua anak kecil, tapi kayaknya tidak seusil dua anak ini.

Di KL bis ini sudah tidak lagi berhenti di hentian Puduraya karena sedang direnovasi. Bis sekarang berhenti di terminal sementara di areal parkir stadion Bukit Jalil. Lokasi ini relatif lebih dekat ke arah airport LCCT. Setelah turun ternyata shuttle bus yang menuju LCCT sudah tidak ada lagi, padahal jam masih pukul 8.30 malam. Akhirnya setelah tanya disarankan perli balik ke KL lagi atau naik taksi.  Mengingat tidak tergesa-gesa, akhirnya saya pilih ke KL saja naik KL rapid. Begitu naik, lha ternyata rombongan orang Iran itu juga sudah duduk manis dan berceloteh ramai. Satu bis lagi, tapi yang jelas untungnya sudah tidak bau durian lagi.

Akhirnya turun di Puduraya dan sambung ke KL Central naik kereta LRT dari Pasar Seni. Sampai KL sentral untung masih ada bus shuttle yang menuju LCCT. Lumayan ngirit daripada tadi naik taksi.

Akhirnya semalaman digunakan untuk menunggu pesawat yang baru mau berangkat pagi hari jam 7. Saya sampai di LCCT pukul 11.30 terus untuk makan di Food Court dan istirahat duduk-duduk membuang waktu. Setelah pukul 1.30 pindah ke area ruang tunggu dan kebetulan tersedia tv besar untuk acara nonton sepakbola. Saat itu dimainkan partai antara Spanyol dan Portugal yang kemudian dimenangkan Spanyol 1-0. Saat pertandingan selesai, pas dengan bagian check in penerbangan dibuka. Akhirnya langsung ikut antree dan kemudian lancar sampai ruang tunggu menunggu boarding.

Pesawat dapat terbang sesuai jadwal. Di pesawat untungnya tidak tercium bau durian lagi dan yang jelas tidak ada anak kecil hilir mudik. Akhirnya perjalanan KL-Yogyakarta selama 2,5 jam dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan tertidur lelap.

Yogya, I’m coming…

One Response to “Mabuk Bau Durian di Bis Patas”

  1. Kimbery Tingleon 05 Feb 2012 at 2:56 am

    I was examining some of your articles on this website and I think this website is really informative! Retain posting.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply