Jan 13 2013

Dua Puluh Lima Ribu Komentar Antri

Published by iqmal at 11:38 pm under Kampus

Lama blog saya ini tidak diisi. Terakhir adalah update bahan kuliah Kinetika Kimia dan Termodinamika Kimia. Untuk postingan hampir tidak pernah diisi lagi, karena lebih rajin update postingan di blog satunya.

Rencananya memang blog yang ini khusus yang terkait dengan yang ilmiah-ilmiah saja, ternyata pada prakteknya ketahuan tidak pernah menulis yang ilmiah. Jadinya ya begini ini, lowong.

Baru saja login di blog ini, baru nyadar kalau ada komentar yang antri di blog. Tidak tanggung-tanggung jumlahnya ada buuaaaanyakkkkkk sekali. Lihat saja pada gambar.

Memang paling hampir sebagian besar adalah spam. Tidak tahu yang blog ini tidak bisa difilter lewat akismet seperti halnya blog yang wordpress. Tidak apa-apa paling mudah memang delete massal. Hanya sayang kalau ada komentar yang sungguhan jadi ikut terhapus juga. Mohon maaf.

3 Responses to “Dua Puluh Lima Ribu Komentar Antri”

  1. taruhan bolaon 01 Feb 2013 at 10:24 am

    memang sangat di sayangkan bila ada komentar yang sungguhan ikut terhapus. tapi y itu balik lagi ke mas iqmal. apakah mau menghapus semua atau tidak. karena di jaman sekarang yang mulai berkembang dunia internet khususnya tentang SEO. banyak sekali orang yang ingin mencari backlink. tapi kebanyakan mereka hanya memberikan komentar yang sangat singkat dan tidak berbobot. nah komentar-komentar seperti itu lah yang harus di delete.

  2. Susu formulaon 10 Mar 2013 at 11:28 am

    Bagi saya, komentar memang wajib di moderasi agar yang ditampilkan memang yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Tapi diluar semua itu adanya komentar juga menunjukkan bahwa apa yang kita tulis mendapat respon dari pembaca. Setidaknya komentar yang bagus bisa memancing topik yang dibahas jadi lebih menukik dan mendalam.

  3. pendirian pt murahon 22 Aug 2014 at 8:42 pm

    Meski baiknya berandai-andai kita boleh
    saling sharing dengan melengkapi komentar ambang site ini, agar
    masing-masing berita dimana diposting mampu lebih berarti dan sah.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply