Aug 30 2008

Mungkinkah Usaha Jasa Laundry Dilokalisasi ?

Published by iqmal at 11:57 am under Health & Safety, Hobby, Manajemen Laboratorium

Yogyakarta merupakan kawasan hunian yang khas dengan mayoritas pendatang berupa mahasiswa dan pelajar. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di kota pendidikan ini. Seiring dengan pergeseran budaya dan tuntutan waktu untuk keperluan akademik selain maka beberapa kegiatan harian personal dari mahasiswa dan pelajar seperti mencuci/menyetrika menjadi permasalahan sendiri. Berdasarkan kejelian beberapa pelaku usaha, hal ini ternyata menumbuhkan peluang wirausaha berupa jasa pencucian dan sterika. Wirausaha ini sering dikenal dengan istilah jasa Laundry.

Kegiatan ini pada awalnya hanya untuk pangsa pasar terbatas, seperti laundry di hotel dengan pangsa berupa tamu hotel yang menginap. Di perkotaan, juga ada ada laundry yang mengkhususkan secara eksklusif untuk jenis pakaian mahal atau jas. Namun dengan semakin banyak ketersediaan mesin cuci dengan harga yang relatif terjangkau, maka usaha laundry dapat dilaksanakan dengan investasi modal yang tidak terlalu besar. Usaha ini dengan cepat menyebar pada berbagai kawasan terutama kawasan hunian pelajar/mahasiswa dengan layanan jasa cucian pada pakaian sehari-hari, selimut, sprei, jaket, boneka, dan lain-lain. Dengan pengenaan tarif jasa atau ongkos yang tidak terlalu mahal maka usaha ini bak gayung bersambut, membuat mahasiswa pendatang beralih untuk lebih memilih mencucikan pakaian di jasa laundry ini.

laundry di perkotaan

Saat ini di hampir banyak kawasan di Yogyakarta sudah terdapat jasa laundry. Mulai dari yang bersifat perseorangan ataupun bahkan yang bersifat franchise. Sistem tarif jasa ada, sebagian besar berdasarkan berat pakaian yang dicuci tetapi ada juga yang berdasarkan jumlah satuan. Untuk dapat menyelenggarkan jasa laundry ini selain kebutuhan mesin cuci dan seterika, maka pelaku usaha harus menyediakan air bersih dan bahan kimia pembersih (sabun deterjen). Untuk keperluan tersebut jumlah air yang diperlukan relatif cukup besar dan pada akhirnya akan dibuang setelah proses pencucian selesai. Limbah cair buangan ini mengandung sisa sabun deterjen dan gelembung busa karena kandungan surfaktan yang cukup besar di dalam limbah tersebut. Limbah ini sangat berpotensi mencemari lingkungan karena dapat menurunkan kualitas air sungai dan mematikan sistem organisma alami di dalam perairan. Apabila limbah dibuang terus menerus maka proses akumulasi ini akan berakibat fatal bagi lingkungan termasuk kemungkinan meresap dan menimbulkan pencemaran ke air sumur di kota Yogyakarta.

busa limbah di sungai

Solusi yang perlu dicoba untuk dijadikan alternatif adalah membuat suatu kawasan terpadu untuk lokalisasi usaha laundry. Kota Yogyakarta sudah pernah sukses mengupayakan satu kawasan untuk lokalisasi pedagang klithikan, pasar buah, pasar ikan dan lain-lain. Hal ini juga perlu dicoba untuk melokalisasi jasa laundry ini. Pada kawasan ini pemerintah memberikan fasilitas lahan usaha yang dilengkapi infrastruktur berupa jaringan penyediaan air bersih, listrik memadai, saluran limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu. Supply listrik bagi lokasi ini sangat diperlukan guna menjalankan mesin-mesin cuci dan setrika. Demikian juga supply air bersih untuk membantu aktivitas pencucian binatu. Untuk keperluan ini pemerintah dapat memilih satu lokasi yang tentu saja dapat diakses dari berbagai penjuru terutama dari kawasan hunian pelajar.

Pembangunan IPAL dan operasionalnya tentu saja akan membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Konstruksi IPAL yang memenuhi syarat perlu disesuaikan dengan perkiraan volume limbah cair yang dihasilkan. Dalam hal pembangunan IPAL yang belum memungkinkan, maka pemda Yogyakarta masih punya peluang dengan mengintegrasikan lokalisasi jasa laundry ini dengan menempatkan pada kawasan yang terintegrasi pada saluran pembuangan limbah Sewon Bantul.

Apabila lokalisasi ini sudah terbentuk hendaknya diatur melalui koordinasi antar pemda Kota Yogyakarta dan pemda Kabupaten di sekitarnya untuk memperketat atau bahkan melarang jasa laundry di daerah sekitar Yogyakarta ini. Retribusi yang diperoleh pemda dari kawasan lokalisasi ini hendaknya sebagian dipergunakan untuk kepentingan pengelolaan limbah cair yang timbul.

Apabila kawasan sudah terbentuk maka persaingan usaha hendaknya diatur supaya berlangsung secara alami dan sehat. Atau jika diperlukan maka dibentuk semacam asosiasi jasa laundry ini untuk kepentingan bersama, terutama untuk mengatur aktivitas bersama atau menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi.

Manfaat utama dengan adanya ketersediaan lokalisasi jasa laundry ini adalah pengendalian limbah cair yang dihasilkan dapat dikelola dengan lebih tertata. Lingkungan kota Yogyakarta semakin baik dan bahkan mungkin dapat menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia. Dengan demikian bersih bajunya dan bersih pula lingkungan kotanya.

 

Iqmal Tahir

39 Responses to “Mungkinkah Usaha Jasa Laundry Dilokalisasi ?”

  1. Atikon 01 Sep 2008 at 2:03 pm

    Pak, bagaimana kalau dengan laundry kering, apakah juga ada limbah cairnya ?

  2. iqmalon 08 Sep 2008 at 7:25 pm

    Hallo Atik, salam kenal.
    Jasa dry laundry juga tetap perlu agen pembersih, walaupun dari sisi jumlah limbah cairnya lebih sedikit, tetapi kalau bercampur di saluran pembuangan atau sungai, nanti tetap akan menimbulkan polusi juga.
    Kutipan :
    “Laundry is when clothes are washed with detergent and water. Dry cleaning uses a chemical process to clean without damage that can be caused by water and detergent.”

  3. Fridaon 12 Sep 2008 at 2:02 pm

    Iya itu pak bener masalah laundry, karena setahu saya yang namanya detergen juga nengandung phosphate yang tinggi kalo sampai masuk ke saluran irigasi gitu mungkin bisa menyebabkan boomingnya alga. Nah pengalaman di IPAL yang rata - rata bermasalah dengan phosphate disebabkan oleh penggunaan detergen yang berlebihan, dan kandungan Cl dalam bleaching mematikan bakteri pengurai limbah dalam IPAL anaerob. Kalo menurut pak iqmal sendiri, gimana dengan adanya persyaratan penggunaan detergen ramah lingkungan bagi para pengusaha laundry?? karena dari penelitian ada beberapa merk detergen yang bebas phosphate dan biodegradable.

  4. iqmalon 30 Sep 2008 at 4:35 pm

    Penggunaan detergen ramah lingkungan jelas berbanding terbalik dengan harga detergen.
    Apakah bisa pengusaha laundry bisa menekan harga laundry sampai per kilonya cuma 3-5rb rupiah saja ? Kalau dengan detergen yang berkualitas dan ramah lingkungan, jelas tidak mungkin.

  5. SUPER WASH LAUNDRY INDONESIAon 24 Dec 2008 at 1:00 am

    Mungkin sebelum sampai pada tahap lokalisasi, yang notabene memerlukan investasi besar, kenapa tidak mulai dari tahap me-minimalisir resiko pencemaran [mis : dengan penggunaan detergent ramah lingkungan]

    Jika memang, penggunaan detergent ramah lingkungan butuh cost yang mahal [*sebab yang kami gunakan justru lebih hemat biaya dan ramah lingkungan] kami yakin tidak akan se’mahal proyek dan proses lokalisasi usaha laundry yang tadi “membutuhkan investasi yang tidak sedikit”

    Bukan bermaksud iklan, tapi sejauh ini kami menggunakan detergent ramah lingkungan untuk sendiri dan sebagai supplier bagi klien2 kami di berbagai kota

    sukses selalu untuk kita semua..

    Best regards,
    SUPER WASH LAUNDRY INDONESIA

  6. iqmalon 31 Dec 2008 at 11:01 am

    Wah kalau iklan, nanti kalau jadi ikut menyucikan discount 50 % nih….. :)
    Penggunaan detergen ramah lingkungan, sudah mulai populer di Indonesia. Cuma penggunaan oleh perseorangan, kadang-kadang tidak efisien juga. Takaran yang berlebihan pun dapat beresiko berlebihan. Ramah lingkungan tidak berarti tidak menimbulkan pencemaran, biasanya dampak negatifnya yang lebih diminimalisir. Jadi kalau dicermati BOD dan kualitas mutu dari air buangan juga masih dipantau lagi.
    Selamat untuk anda dan bisnis anda yang masih peduli lingkungan.

  7. kikion 02 Jan 2009 at 8:10 pm

    maav sebelumnya, mw tanya apakah ada teknologi terbaru yang cocok untuk industri laundry rumah tangga??

  8. iqmalon 07 Jan 2009 at 4:48 pm

    Aplikasi pada laundry rumah tangga, sebenarnya dapat dilakukan dengan penerapan langkah-langkah cleaner production dengan tujuan pemakaian bahan deterjen dan air (serta lsitrik) seefisien mungkin…
    Jadi tidak perlu harus dengan teknologi maju jika untuk pengadaan teknologi tersebut diperlukan investasi yang lebih banyak.
    Selamat berwiraswasta ibu Kiki…

  9. SUPER WASH LAUNDRY INDONESIAon 11 Jan 2009 at 7:58 pm

    @ikmal
    hehe, khusus untuk pak ikmal bole deh.. :)
    sukses selalu pak…

    @kiki
    ada HOT NEWS untuk laundry rumah tangga,
    1. Detergen Ramah Lingkungan, Kualitas Tinggi, Hemat Biaya
    2. Mesin Pengering Hemat Listrik <800watt, Harga Terjangkau

  10. iqmalon 12 Jan 2009 at 4:49 pm

    sama-sama….

  11. destaon 29 Mar 2009 at 7:19 pm

    contoh IPAL laundry dong boz

  12. iqmalon 29 Mar 2009 at 10:44 pm

    Desta ini aktivis lingkungan juga ya ?
    Contoh IPAL secara teknis dan detail kalau ingin direalisasikan boleh juga nih. Siapa tahu bisa laku jadi konsultan nih.

  13. destaon 30 Mar 2009 at 7:53 pm

    superwash laundry saya mau tanya anda klaim detergent ramah lingkungan bisa dibuktikan secara riil gak jangan pernah klaim ramah lingkungan tapi gak ada bukti nyata?????????????

  14. iqmalon 31 Mar 2009 at 7:42 pm

    Sekalian menjawab pertanyaan tentang tentang definisi ramah lingkungan, menurut saya tidak selalu harus bebas polutan lho… karena bahan detergen itu selalu mempengaruhi kondisi air dan untuk degradasi bahan tersebut tetap memerlukan waktu. Dengan demikian kalau ada yang memiliki produk yang jauh lebih minimal risiko polusinya, boleh saja mengklaim lebih ramah lingkungan. Tetapi juga tidak boleh mengklaim sama sekali tidak mencemari lingkungan, bagaimanapun selalu berpengaruh terhadap penurunan kualitas air secara umum.

  15. Gabrielon 04 May 2009 at 8:38 am

    Deterjen Indonesia dot com

    Kalau dari kadar PH agak susah jika menggunakan detergent biasa, karena bahan pembersih seperti sodium carbonate (bakingsoda) yang mematikan bakteri pengurai atau Np 10 memiliki kadar PH diatas 7, saran saya seharusnya gunakan netralizer ( Sour ) untuk menetralkan kadar PH.

    Memang betul tidak ada jaminan Detergent disebut ramah lingkungan, setahu saya (CMIIW) detergent ramah lingkungan kebanyakan berlaku di Detergent Manual (mencuci dengan tangan) seperti merk Cheap n Clean (CNC) (he3x jadi promosi) mengapa ramah lingkungan?
    1. jelas karena jenis surfaktan yang kita pakai bukan ABS yang menghasilkan buih/gelembung besar dan tidak ramah lingkungan (sangat keras ditangan, dan jelas tidak ramah lingkungan, seperti yang di lansir oleh Green Peace Organization). CNC dengan buih kecil (banyak) tetapi mudah larut/pecah pada sungai dan saluran pembuangan (bahasa trendnya “Deterjen Sekali Bilas”)
    2. Cheap n Clean juga menggunakan teknologi Micrrobicarbonate (Kadar PH relatif stabil, bahkan netral)
    3. Cheap n Clean mengandung builder (kandungan khusus) untuk menyuburkan tanaman. Coba saja siramkan sisa air ke tanaman. (he2X..sisa air cucian tidak menyebabkan tanaman mati)
    4. dll
    waduh jadi promosi nih….

    BACK TO TOPIC

    Saran saya sih untuk laundry, gunakan Sour untuk menetralisir kadar PH cucian, gunakan bersamaan dengan Detergent, jadi sisa air cucian laundry memiliki kadar Netral PH +/- 7. (harusnya tidak mematikan bakteri pengurai) yah mungkin hanya pusing sedikit bakterinya, he3x)

  16. iqmalon 05 May 2009 at 6:08 pm

    Ini kok malah padha ikutan promosi di sini ???
    Mbok kirimin saja sampelnya, nanti aku buat reviewnya ? Kirim sampelnya juga kira-kira cukup buat dicoba dan buat nyuci di rumah kira-kira 3 bulanan gitu…..

  17. Mawaron 01 Jun 2009 at 3:22 am

    Laundry di hotel juga harus dikelola lho, mereka tiap hari mencuci banyak seperti sprei, handuk, baju tamu, dll, tidak boleh dibeda-bedakan.

  18. iqmalon 07 Jun 2009 at 4:41 pm

    Betul bu Mawar, lain kali akan saya coba tulis juga hal ini dengan solusinya.
    Sebenarnya sih untuk hotel-hotel besar biasanya mereka sudah merancang unit pengolahan limbah ini, karena untuk perijinan mereka harus ada amdal, dan hal ini termasuk yang diatur dalam dokumen tersebut. Berbeda halnya untuk hotel kecil atau penginapan dengan jumlah terbatas.

  19. I. Susantion 15 Jun 2009 at 8:19 am

    Pak Iqmal Yth.
    Kalau di rumah saya, tiap hari mencuci juga dengan mesin cuci, berarti limbahnya harus dioleh juga nggih pak ?

  20. iqmalon 17 Jun 2009 at 4:39 pm

    Ya memang idealnya harus diolah. Cuma memang praktisnya karena jumlah limbah relatif sedikit, jadinya akan tidak ekonomis lagi. Mungkin kalau saluran pembuangan di kawasan perumahan jadi satu, dapat dirancang ipal untuk satu kawasan tersebut.
    Untuk meminimalisir jumlah limbah, ibu dapat menerapkan kiat sederhana seperti yang banyak didiskusikan disini :
    - penggunaan deterjen ramah lingkungan
    - penggunaan mesin cuci dan deterjen secara bijaksana (optimalkan pemakaian mesin cuci)
    - efisiensikan penggunaan air untuk mencuci

  21. Khairul Mustofa Afandion 19 Aug 2009 at 12:23 pm

    Adakah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa detergen yang ramah lingkungan bermanfaat sebagai penyubur tanaman? Karena setau saya, di dalam detergen terdapat kandungan natrium, kalium, dan fosfat. Ketiga kandungan tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman….

  22. iqmalon 01 Sep 2009 at 11:25 am

    Untuk diketahui, setiap unsur di alam terdapat dalam banyak spesiesnya (hehe… kayak tumbuhan saja ya). Unsur yang diperlukan sebagai zat hara / nutrien bagi tumbuhan terutama adalah N (nitrogen bukan natrium), K (kalium) dan P (fosfor, yang terdapat juga dalam batuan fosfat).
    Untuk detergen yakni alkil benzena sulfonat terdapat unsur-unsur C, S dan O, tetapi karena terikat dalam struktur yang tidak mudah terurai maka unsur tersebut tidak mudah diserap oleh tanaman.
    Untuk detergen (ramah lingkungan?) yang mengandung bahan lain, maka tergantung jenis unsur apa yang terkandung di dalamnya dan bagaimana jenis ikatannya ?

  23. Ridhoon 02 Sep 2009 at 7:35 pm

    Besok laundrynya pakai sabun saja biar aman. Apa tetap berbahaya juga ya pak ?

  24. iqmalon 08 Sep 2009 at 12:38 pm

    Kalau pemakaian sabun terus menerus dan dalam jumlah yang banyak, ya tetap saja akan bersifat mencemari. Cuma memang tingakt degradasinya relatif lebih singkat daripada efek alkil benzena sulfonat yang terdapat pada deterjen.
    Nanti tidak boleh alasan gak mau mandi, karena takut mencemari lingkungan lho ya…

  25. Herison 09 Jan 2010 at 3:32 pm

    Pak, bagaimana dengan WWTP khususnya pada gedung? Sekarang kan banyak apartemen dan hotel. Mungkin bapak bisa memberi solusi tentang sistem pengolahan limbah cair laundry pada gedung.
    Thanx.

  26. iqmalon 18 Jan 2010 at 9:15 am

    Untuk gedung dengan sumber limbah yang berasal dari limbah cair domestik sebenarnya lebih umum dan sudah banyak di berbagai sumber di internet. Hanya yang perlu ditekankan adalah terkait dengan kuantitasnya. Limbah cair ini ada yang dari saluran pembuangan kloset dan saluran pembuangan dapur/kamar mandi.
    Silakan kontak dengan ahli yang lebih kompeten ya pak Heris.

  27. Dimason 11 Feb 2010 at 3:50 pm

    Pak, bagaimana dengan sabun hasil cucian sepeda motor ato mobil khususnya yang menyediakan cuci salju yang mnggunakan pembersih yang banyak busanya. setau saya kalo banyak busa maka kandungan surfaktannya tinggi (CMIIW).
    Bagaimana dengan metode yang bisa digunakan untuk menetralkan air, atau setidaknya mengandung kandungan yang uda layak dibuang ke badan air? lebih worth it secara biologis, kimia, atau fisik ya? disesuaikan dengan debit sisa air buangan dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengolahnya?
    terima kasih pak iqmal

  28. iqmalon 23 Feb 2010 at 9:10 pm

    Cuci salju dihasilkan dari campuran air deterjen khusus yang dilakukan dengan tekanan tinggi sehingga butiran gelembung sabun sangat halus menyerupai salju. Pada dasarnya komponen dalam limbah cair yang dihasilkan tentu saja sama dengan limbah deterjen yang lain. Untuk perlakuannya tentu saja tidak bisa satu macam treatment saja. Mohon baca penjelasan2 yang di atas. Terimakasih.

  29. anifahon 20 Oct 2010 at 5:51 am

    p iqmal, sy ingin menjadikan penanganan limbah laundry di tesis sy. kr2 solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadar fosfat dengan apa ya, pak? terima kasih.

  30. iqmalon 18 Nov 2010 at 8:41 am

    Kalau fosfat mungkin dilakukan dengan cara koagulasi saja menggunakan flokulan tertentu.

  31. anifahon 06 Jan 2011 at 10:56 am

    asw. pak iqmal, sy sedang mengerjakan proposal tesis. rencana ttg pengolahan limbah laundry. bisa konsultasi ga pak? sy di MST UGM jurusan pengolahan sampah dan limbah perkotaan. terima kasih.

  32. iqmalon 25 Feb 2011 at 12:10 pm

    ya kalau konsultasi langsung ya gak bisa wong sekarang posisi sedang tidak di yogya…

  33. Stanford Bremeron 05 Feb 2012 at 2:45 am

    Thanks for helping out, good info .

  34. sittyon 03 Aug 2013 at 8:21 am

    Very Interesting! It isn’t easy to find quality stuff.

  35. Jubah Fesyenon 18 Aug 2013 at 2:18 pm

    Cup .. nak share kat fb laa … best laa … bleh kan ?? ;)

  36. Butik Blouse Muslimahon 08 Jan 2014 at 12:20 pm

    Mmmm saya bersetuju ngan pendapat awak…. awak memang betul dalam hal nie….

  37. Karenon 21 Jan 2014 at 11:54 am

    So sweet… betul sweet… tak tipu… :) tahniah atas penulisan awak…

    saya suka blog awak.

  38. ukmon 01 Sep 2014 at 7:39 am

    apakah blog ini berisi konten asli ?? Saya suka membaca .
    banyak informasi di dalamnya . terima kasih untuk berbagi .

    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha sukses . sangat mudah .
    segera membaca bagaimana

  39. agen minyak anginon 01 Sep 2014 at 7:45 am

    tulisan Anda sangat baik . apakah aku harus berbagi dengan teman-teman saya ???
    . Terima kasih .
    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha sukses .
    sangat mudah . segera membaca bagaimana

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply