Sep 05 2008

Penyediaan IPAL di Usaha Pencucian Kendaraan

Published by iqmal at 11:22 am under Health & Safety, Lingkungan Hidup

Jasa pencucian kendaraan bermotor saat ini marak di berbagai pelosok perkotaan bahkan mulai masuk di pinggiran daerah. Para pemilik kendaraan mulai banyak membutuhkan jasa ini karena tarifnya relatif terjangkau dan lebih praktis dibandingkan dengan harus mencuci sendiri. Seiring dengan pesatnya kenaikan jumlah kendaraan bermotor maka kebutuhan jasa pencucian kendaraan juga meningkat. Dapat dilihat sendiri di berbagai lokasi berdirilah jasa ini mulai dari yang memiliki fasilitas sekedarnya sampai yang dilengkapi fasilitas lengkap seperti peralatan mekanis untuk naik turun kendaraan, mesin semprot air, ruang tunggu yang representatif, bahkan beberapa lokasi didirikan secara terpadu berupa bengkel, cucian dan café dengan konsep one-stop service.

 Cuci motor

Untuk keperluan jasa pencucian ini dibutuhkan penyediaan air bersih dalam jumlah besar. Untuk lokasi di perkotaan, supply air bersih yang paling mungkin adalah dengan penggunaan air tanah yang diperoleh dengan jalan pembuatan sumur dan dipompa ke permukaan. Mengingat kebutuhan air relatif cukup besar, apabila dipenuhi dari penggunaan air melalui distribusi PAM, maka harga yang harus ditanggung konsumen akan cukup besar. Untuk satu kendaraan roda dua, dibutuhkan air bersih sekitar 60-100 L, sedangkan untuk kendaraan roda empat berupa mobil dibutuhkan sampai 4-6 kalinya. Dengan demikian dapat diperkirakan kebutuhan air bersih yang diperlukan apabila satu unit jasa pencucian kendaraan tersebut melayani sekitar 8-16 mobil per hari dan sekitar lebih dari 15 kendaraan roda dua per harinya. Belum lagi biasanya jasa pencucian ini juga melayani pencucian karpet yang juga cukup banyak mengkonsumsi air bersih.

Cucian mobil   Cuci karpet

Dalam aktivitas pencucian ini, tentu saja dibutuhkan bahan pembersih berupa cairan pembersih berupa deterjen dan surfaktan lain. Bahan ini dibutuhkan untuk melarutkan kotoran-kotoran yang menempel di permukaan body dan bagian kendaraan lainnya seperti ban, mesin dan rangka bawah, termasuk juga karpet/karet alas di bagian dalam mobil. Oleh karena itu air yang sudah digunakan jelas mengandung bahan kimia pembersih dan kotoran. Kebanyakan air buangan ini sudah bersifat limbah dan oleh pemilik jasa pencucian dialirkan ke saluran pembuangan dan akhirnya mengalir ke sungai.Kecil sekali peluang untuk penggunaan kembali air limbah bekas pencucian kendaraan ini. Konsumen apabila mengetahui kualitas air yang digunakan untuk mencuci merupakan air bekas, akan memperoleh kesan bahwa jasa pencucian tersebut kurang baik. Hal ini akan dapat berakibat konsumen beralih ke tempat pencucian yang lain. Padahal sangat dimungkinkan penggunaan kembali air setelah melalui tahap recycle dengan pengolahan melalui instalasi pengolah air limbah (IPAL), dengan proses meliputi penyaringan, pengendapan kotoran, dan penjernihan. Akan tetapi karena karakteristik limbah yang mengandung bahan kimia berminyak, maka proses recycle akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pemilik jasa pencucian akan lebih menggunakan air baru hanya dengan biaya pemompaan saja, yang mestinya jauh lebih murah. Oleh karena itu volume limbah air cucian yang dihasilkan akan terus meningkat.

Pada sisi lain, buangan limbah cair ini di dalam sistem perairan juga akan menimbulkan pencemaran. Secara fisik ditandai dengan terdapat gelembung busa yang sangat banyak yang menunjukkan keberadaan bahan deterjen atau surfaktan ionik. Akumulasi bahan ini akan menurunkan kualitas air, seperti penurunan oksigen terlarut (DO) sehingga berakibat kenaikan nilai parameter BOD dan COD dalam air. Sangat yakin bahwa air buangan ini akan memiliki nilai BOD dan COD jauh di atas baku mutu air yang diperkenankan. Akibat penurunan kualitas air ini maka dimungkinkan bahwa air tidak boleh digunakan untuk kepentingan manusia bahkan untuk keperluan irigasi pertanian juga mungkin tidak diperbolehkan. Apabila lokasi pembuangan berada di daerah hunian, maka air dapat masuk teresap pada air sumur yang dikonsumsi oleh masyarakat di sekitar lokasi. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan resiko kesehatan bagi warga yang mengkonsumsi air tersebut.

Apabila upaya pendirian IPAL untuk keperluan recycle atau penggunaan kembali air bersih dirasa terlalu mahal, maka hendaknya IPAL tetap harus didirikan dengan tujuan untuk mengolah air untuk dapat dibuang dengan memenuhi baku mutu yang diperbolehkan. Untuk keperluan ini proses relatif lebih sederhana meliputi tahap penyaringan, pemisahan cairan berminyak, pengendapan dan aerasi. Investasi yang harus disediakan adalah pendirian IPAL yang memenuhi syarat dan biaya rutin untuk operasional IPAL. Biaya ini dapat diperhitungkan dalam tarif jasa pencucian yang harus ditanggung oleh konsumen. Meskipun menjadi lebih mahal, namun apabila jasa pencucian berani berpromosi bahwa jasa mereka memperhatikan aspek lingkungan, konsumen yang cerdas dapat memilih. Pada akhirnya usaha tetap lancar sementara aspek pencemaran lingkungan dapat dihindari.

 

Iqmal Tahir

24 Responses to “Penyediaan IPAL di Usaha Pencucian Kendaraan”

  1. Andaraon 04 Mar 2009 at 7:04 pm

    Ada konsep! Indah .. Mengagumkan

  2. iqmalon 08 Mar 2009 at 4:23 pm

    ada-ada saja comment-nya… aniway, trims atas komentarnya :) orang jawa tuh tak biasa dipuji macam ini…

  3. Onox Rahardjoon 20 Apr 2009 at 12:29 pm

    selamat pagi pak iqmal.
    membaca artikel anda, saya mohon diberi gambar IPAL cucian mobil dari inlet s.d outlet.karena saya sy merintis cucian mobil yg ramah lingkungan. atas informasinya terimakasih ya pak.

    (swasono pr)

  4. iqmalon 27 Apr 2009 at 10:51 am

    Salam pak Swasono,
    Terimakasih atas responnya. Saya sebenarnya bukan orang praktisi jadi sampai saat ini memang belum punya desain riil dalam bentuk gambar teknis.
    Yang jelas untuk IPAL tersebut, perlu ada bagian bak-bak filtering, pemisahan lapisan minyak, dan aerasi. Filtering mungkin yang yang murah dengan menggunakan arang atau zeolit alam. Jika dimungkinkan ada kolam agak lebar untuk penampungan outlet dan diberi tanaman air.
    Coba silakan hubungi PSLH UGM untuk konsultasi masalah teknis ini. Saya kebetulan saat ini tidak sedang di Ind, jadi mohon maaf tidak bisa membantu banyak dulu.

  5. mumunon 19 May 2009 at 1:45 pm

    Terima kasih atas artikel yang anda muat.. saya mohon di berikan IPAL cucian mobil (limbah mengandung sabun, pasir dan oli) kebetulan saya sedang membutuhkan solusi untuk recycle pengolahan air limbah bekas cucian tersebut persebut..

    Terima kasih
    Mumun

  6. iqmalon 23 May 2009 at 1:27 pm

    Lihat jawaban untuk pak Swasono dulu ya.
    Ide recycle air di tempat cucian kendaraan ini masih mengendap di kepala dulu, nantilah saya coba pikirkan kalau sudah pulang di Indonesia.

  7. Muh. Irwanon 01 Jun 2009 at 6:40 am

    Kalau cuciannya langsung di sungai, limbahnya berarti ikut terbawa air sungai. Berarti pencemarannya semakin susah untuk ditangani ya mas ? Kalau diamati, banyak sungai-sungai yang airnya bagus di tepi jalan dimanfaatkan untuk cucian kendaraan lho..

  8. iqmalon 07 Jun 2009 at 4:28 pm

    Iya, asal ketinggian air sungai tidak berbeda jauh dengan ketinggian jalan, maka orang dimudahkan untuk mencuci di sungai tersebut. Biasanya usaha semacam ini dikelola oleh warga sekitar lokasi sungai dan tidak memiliki ijin.
    Harusnya ipal juga memiliki ijin HO juga nih…
    Sayang sekali ya lihat air sungai yang jernih dan bagus hanya digunakan untuk mencuci dan habis itu tercemar deterjen dan minyak.

  9. Budion 16 Jul 2009 at 6:47 pm

    Pak, ini foto ilustrasinya motor sendiri kan ?

  10. iqmalon 17 Jul 2009 at 4:30 pm

    hehe… tahu saja nih… :D

  11. Jokoon 05 Aug 2009 at 3:32 pm

    Penggunaan air di cucian kendaraan ini sangat banyak. Mungkin perlu dihitung dalam 1 hari berapa kebutuhan air yang digunakan, kalau sudah tahu alangkah baiknya kalau memang tersedia IPAL untuk keperluan recycle air yang ada. Sangat menarik mas.

  12. iqmalon 08 Aug 2009 at 4:30 pm

    Ide yang menarik, setelah tahu data tersebut dapat dibuat perhitungan dan pemodelan untuk mengetahui risiko tingkat pencemaran yang mungkin terjadi…
    Tertarik untuk meneliti lebih lanjut mas Joko ?

  13. Joko jugaon 05 Sep 2009 at 3:32 pm

    Skrg mlh ada model cuci salju, bgm ni tingkat pencemaranny ?

  14. iqmalon 07 Sep 2009 at 11:11 am

    Teknik membuat salju (sebenarnya lebih tepatnya foam) yakni buih yang berukuran halus dan berwarna putih, dapat dibuat dengan menggunakan semprotan bertekanan tinggi. Cairan detergen yang digunakan kemungkinan jenis khusus.
    Mohon maaf saya sendiri tidak terlalu tahu soal ini, tapi yang jelas tetap menggunakan detergen dan jika selesai digunakan akan tetap masuk ke perairan sebagai limbah juga.

  15. Bobbyon 08 Sep 2009 at 8:29 am

    Yang parah tuh, jasa cucian yang nyedot air tanah pakai sumur bor, menghabiskan air sumur di sekitarnya … yang kayak gini yang harusnya perlu diberi sanksi.

  16. iqmalon 09 Sep 2009 at 10:59 am

    Sumur bor di air dalam gitu mungkin maksudnya ya mas ?
    Iya sih, memang harusnya air yang seperti ini hanya diperuntukkan untuk cadangan air tanah. Kalau memang air ini diperlukan hanya untuk usaha cuci kendaraan sepertinya kurang efektif, karena kualitas airnya sebenarnya relatif bagus dan dapat digunakan untuk keperluan air konsumsi. Kalau untuk keperluan mencuci sebenarnya cukup air kelas III atau kelas IV (kalau lihat penggolongan kualitas air menurut baku mutunya).
    Setuju, untuk harus ditindak atas pelanggaran hal ini.

  17. cynthiaon 23 Nov 2010 at 10:07 am

    thx bwt artikelnya .
    artikel ini membantu dalam penyusunan tugas akhir saya ..
    :)

  18. cynthiaon 28 Mar 2011 at 12:00 pm

    pak , bagaimana sarannya untuk pengolahan limbah pencucian kendaraan..
    kalau untuk pengolahan yang kualitas efluennya sesuai dengan baku mutu butuh pengolahan seperti apa ?
    kalau untuk pengolahan yang dapat dimanfaatkan lagi limbahnya butuh pengolahan seperti apa ?

  19. Jerryon 08 Jan 2012 at 1:13 pm

    That hits the traget perfectly. Thanks!

  20. iqmalon 03 Feb 2012 at 12:10 pm

    Cynthia,
    ? - kalau untuk pengolahan yang kualitas efluennya sesuai dengan baku mutu butuh pengolahan seperti apa ?
    jwb : tentu saja pengolahannya diperlukan optimasi sendiri untuk proses penyaringan, peneyrapan minyak, menurunkan kadar deterjen, dll wah susah sih jawabnya….

    ? - kalau untuk pengolahan yang dapat dimanfaatkan lagi limbahnya butuh pengolahan seperti apa ?
    jwb. limbah yang sudah ditreatment sebenarnya dapat digunakan ulang pada proses pencucian, khususnya pada penyemprotan kendaraan untuk membasahi dan menggelontor kotoran sebelum dicuci dengan sabun.

  21. Gene Meridithon 05 Feb 2012 at 8:47 am

    Hello, i think that i saw you visited my blog thus i got here to “return the prefer”.I’m attempting to to find issues to improve my site!I suppose its adequate to make use of a few of your ideas!!

  22. KrDARYANTO,STon 05 Mar 2014 at 9:08 am

    Selamat pagi,
    Perusahaan saya Titian Atmajaya CV.sdh 15 th ini bergerak dibidang Peralatan bengkel cuci mobil dan motor.kami juga telah menerapkan sytem pengolahan limbah bengkel cucian untuk air limbahnya dapat digunakan lagi untuk proses pencucian dan air bersih.
    info lebih lanjut silahkan ad email kami di Titianatmajaya@gmail.com atau facebook kami di hidrolissingleposthtitianatmajaya.call 03183133977.
    Kr.Daryanto,ST
    TERIMAKASIH

  23. Ide bisnison 01 Sep 2014 at 7:40 am

    informasi yang sangat baik . apakah informasi ini atau membuat sendiri ???
    Saya sangat menghargai itu .
    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha
    sukses . sangat mudah . segera membaca bagaimana

  24. minyak angin aromatherapyon 01 Sep 2014 at 8:39 am

    informasi yang sangat baik . apakah informasi ini atau membuat
    sendiri ??? Saya sangat menghargai itu .
    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha sukses .
    sangat mudah . segera membaca bagaimana

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply