Jan 28 2008

4.COMMUNITY DEV.

Published by iqmal

Bidang Pengabdian pada Masyarakat : Kimia Terapan.

Modul dan handout materi pengabdian pada masyarakat:

Pengalaman :

 

  • Pranowo, D., dan Tahir, I., 2016, Pembuatan Sistem Praktikum Ramah Lingkungan di Laboratorium SMK 2 Depok Sleman, Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2016.
  • Tahir, I., dan Pranowo, D., 2016, Inovasi Sistem Produksi Akuades Berbasis Green Technology Untuk Percontohan Aktivitas Ramah Lingkungan Di Lingkungan Laboratorium Kimia, Hibah Educational Sustainable Development UGM
  • Trisunaryanti, W., Triyono, Falah, I.I., Wijaya, K., Setiaji, B., Armunanto, R., Pradipta, M.F., Setyopratiwi, A., Syoufiyan, A., dan Tahir, I., 2016, Sosialisasi Bahan Ajar Dan Praktek Sederhana Kimia Fisik Tingkat SMA Pada MGMP Kimia Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2016.
  • Tahir, I., Setiaji, B., Pradipta, M.F., Kholidin, M., dan Novi 2015, Pendampingan Kelompok Tani Tembakau desa Donoharjo Ngaglik Sleman Untuk  Pengolahan  Nikotin dari Tembakau, Dinas Perkebunan dan Pertanian, Kabupaten Sleman.
  • Pranowo, D., Hardjoko, A., Supriyadi, W., dan Tahir, I., 2015, Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Tingkat Sekolah Menengah di Kabupaten Bantul – DIY Melalui Pengamatan Obyek Mikroskopis Dengan Mikroskop Digital Hasil Modifikasi, Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2015.
  • Setiaji, B., Trisunaryanti, W., Triyono, Falah, I.I., Wijaya, K., Armunanto, R., Pradipta, M.F., Setyopratiwi, A., Syoufiyan, A., dan Tahir, I., 2015, Pendampingan Gapoktan Tembakau Desa Kemloko, Kranggan, Temanggung Untuk Diversivikasi Produk Olahan Tembakau, Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2015.
  • Wijaya, K., Pradipta, M.F., dan Tahir, I., 2015, Pendampingan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Penyulingan Fraksi Besin dari Limbah Plastik di Sanden Bantul. Hibah Teknologi Tepat Guna LPPM UGM
  • Setiaji, B., Pradipta, M.F., dan Tahir, I., 2015, Bimbingan Teknis Pemanfaatan Limbah Tembakau untuk Pembuatan Sisha di Kemloko, Kranggan, Temanggung, Hibah Teknologi Tepat Guna LPPM UGM
  • Wijaya, K., Pradipta, M.F., dan Tahir, I., 2015, Pembuatan reaktor Penyulingan Fraksi Besin dari Limbah Plastik di Sanden Bantul. Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2014.
  • Pranowo, D., Hardjoko, A., Supriyadi, W., dan Tahir, I., 2014, Inovasi Pembelajaran IPA Tingkat Sekolah Menengah di Wilayah Kabupaten Sleman dengan Penggunaan Mikroskop Digital, Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2014.
  • Tahir, I., Wahyuni, E.T., Aziz, A., dan Pranowo, D., 2014, Bimbingan teknik Vermikompos Untuk Pengendalian Gulma dan Peningkatan Nilai Tambah Tanaman Eceng Gondok di Rawa Jombor, Klaten, Hibah Pengabdian pada Masyarakat BOPTN MIPA 2014.
  • Tahir, I, dan Pranowo, D., 2013, Aplikasi Desain Berbantuan Komputer Untuk Peningkatan Kapasitas Produk Kerajinan Pengrajin Mosaik Dari Bahan Keramik Bekas Di Desa Blater – Kabupaten Purbalingga, Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pemanfaatan Hasil Penelitian Dan Penerapan Teknologi Tepat Guna, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  • Sugiharto, E., Tahir, I, dan Astuti, I., 2013, Inovasi Oven Pengering Bahan Kipas Berbahan Bakar Briket Limbah Bambu Untuk Pengrajin Kipas Di Bangunjiwo, Bantul, Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pemanfaatan Hasil Penelitian Dan Penerapan Teknologi Tepat Guna, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  •  Tahir, I., 2007, Pengelolaan Sampah Terpadu, Penyuluhan Masyarakat di Perum. Nogotirto, Sleman DIY, 10 November 2007
  • Tahir, I., 2007, Pengelolaan Sampah Terpadu, Penyuluhan Masyarakat di Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 2007
  • Darmawan, A., dan Tahir, I., 2007, Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kaliabu dan Margoyoso Kecamatan Salaman Magelang dalam Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Lokal Melalui Penerapan Konsep “Agroindustriovilla” Sebuah Intergrated System Menuju Masyarakat Lebih Maju, Teaching Grant – Kuliah Kerja Nyata Tematik, Proyek DUE-Like UGM
  • Tahir, I., 2007, Teknologi Tepat Guna Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Rakyat, Penyuluhan Masyarakat di Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, 28 Juli 2007
  • Tahir, I., 2007, Pengelolaan Sampah Terpadu, Penyuluhan Masyarakat di Kanoman, Gamping Sleman DIY, 10 Juni 2007
  • Tahir, I., 2005, Pengelolaan buah kelapa terpadu, Penyuluhan Masyarakat di Kanoman, Gamping Sleman DIY, 10 Mei 2006
  • Tahir, I., Setyopratiwi, A., dan Prastyo, 2005, Pengenalan Produksi Virgin Coconut Oil Yang Bermutu, Penyuluhan Masyarakat desa Girisekar kec Panggang, Kabupaten Gunungkidul, 14 Agustus 2005
  • Tahir, I., 2005, Air dan Manusia, Penyuluhan Masyarakat di Kanoman, Gamping Sleman DIY, 10 Juli 2005
  • Tahir, I., Haryadi, W., dan Pranowo, D., 2004, Program KKN Untuk Peningkatan Daya Dukung Wisata Pantai Kabupaten Gunungkidul-DIY Berbasis Pengembangan Potensi dan Pelestarian Alam, Teaching Grant – Kuliah Kerja Nyata Tematik, Proyek DUE-Like UGM.
  • Falah, I.I., Wijaya, K., Wahyuningsih, T.D., Pranowo, D., dan Tahir, I., 2004, Pemanfaatan Zeolit Alam Untuk Pemberdayaan Masyarakat Di Daerah Gedangsari – Gunungkidul Melalui Program KKN, Teaching Grant – Kuliah Kerja Nyata Tematik, Proyek DUE-Like UGM
  • Bappeda Kabupaten Bantul, 2003, Penyuluhan Kelompok Petani Ikan – Bantul DIY
  • Setiaji, B., Jamasri, Supartono, W., Tahir, I., Iskandar, M., Rosyidi , M., dan Marsiyamto , 2003, Kaji Terap Teknologi Tepat Guna Produk Kelapa, Kerjasama Laboratorium Kimia Fisik dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DIY.
  • PT Prima Zeolita, 1994, Pengelolaan Limbah Cair Pabrik Terpentin – Pulung, Ponorogo Jawa Timur, Garahan, Jember Jawa Timur dan Trenggalek, Trenggalek Jawa Timur
  • Ceramah Penyuluhan Kelapa Terpadu, Tim Penggerak PKK tingkat Kabupaten Kulonprogo, 1994, Kulonprogo DIY
  • PT Bina Agro Utama, 1993-1994, Pengolahan Buah Kelapa Secara Terpadu – Kabupaten Kulonprogo DIY.
  • Kuliah Kerja Nyata, Juni 1991, Tlogopucang, Kandangan, Temanggung

 

9 Responses to “4.COMMUNITY DEV.”

  1. Sugitoon 06 Feb 2009 at 11:46 am

    Nama saya Sugito, asal Purbalingga dan saat ini bekerja diPulau Batam.
    Belakangan ini saya sering mendengar soal asap cair sebagai bahan alami untuk pengawetan seperti ikan dll. Dimana wilayah Propinsi Kepri adalah salah satu daerah penghasil ikan yang lumayan besar. Berangkat dari hal ini saya melihat bahwa potensi bisnis asap cair sangat layak dikenalkan kemasyarakat Kepri.
    Saat ini saya berkeinginan kuat untuk mencoba kembali berwirausaha dan pilihan jatuh pada asap cair. Namun informasi yang saya dapatkan dari internet sangat minim sekali khususnya mesin pemrosesnya. Dan dijogja saya mendapatkan satu produsen namun terus terang harganya sangat tidak terjangkau oleh saya. Saya juga sudah mendaptkan sample asap cair dari produsen diLampung, namun untuk harga jual diKepri menjadi sangat mahal karena membengkaknya biaya transportasi.
    Melalui kesempatan ini, saya memberanikan diri meminta tolong kepada Bapak agar kiranya diberi nasehat bagaimana saya bisa memproduksi sendiri diBatam, sehingga saya bisa menjual kenelayan dengan harga yang terjangkau.
    Terimakasih

  2. iqmalon 09 Feb 2009 at 12:31 pm

    Salam kenal kembali. Terimakasih bapak telah membuka website saya.
    Terkait dengan pertanyaan bapak tentang asap cair. Mungkin dapat saya jelaskan sedikit tentang proses pembuatannya.
    Prinsipnya adalah mengkondensasikan (mencairkan kembali)dan menampung asap hasil pirolisis (pemanasan tanpa udara) dari suatu bahan biomassa seperti kayu, tempurung, atau bahan lain. Kayu sebagai contoh kalau dibakar akan menjadi abu, tapi kalau dipanaskan dalam ruang tertutup atau tanpa udara, maka akan mengalami proses pengarangan (menjadi arang karbon). Pada proses ini, selain dihasilkan arang karbon sebagai residu, maka akan dihasilkan gas yang dapat kita lihat sebagai asap. Pada produk ini masih ada komponen-komponen yang kalau dilewatkan suatu pendingin maka komponen ini akan mencair kembali berupa tar dan asap cair (smoke liquid). Kalau asap ciar ini kita bersihkan dan terbebas dari komponen benzopyren maka dapat berfungsi sebagai pengawet. Cara pemurnian asap cair dapat dilakukan dengan cara penyaringan menggunakan suatu bahan penyaring / adsorben (karbon aktif, zeolit atau adsorben lain) atau dengan jalan didestilasi.
    Untuk teknisnya sebenarnya dapat kontak ke lab kimia fisika atau berkunjung ke UGM.

  3. johnyon 09 Mar 2009 at 10:05 pm

    met malam pak, mohon bantuan tuk bisa kenal dgn bpk sugito dr purbalingga, mohon no email atau telpnya di infokan ke kami, trims

  4. iqmalon 20 Mar 2009 at 11:59 am

    Pak Sugito, ada yang mau kontak nih, bagaimana ? Siapa tahu gayung bersambut tuh…..

  5. Hernowoon 11 Nov 2009 at 12:39 pm

    Salam pak,
    Kami di Sragen memiliki banyak peluang memanfaatkan hasil samping di sawah pasca panen, terutama dalam mewujudkan pertanian organik. Pembuatan pupuk organik yang efektif dari kotoran sapi dan jerami mungkin masih perlu ditularkan bagi kami. Siapa tahu bapak kalau punya pengalaman dapat menengok dusun kami.
    Produk beras organik sepertinya memiliki tempat tersendiri di pasaran.

  6. Hernowoon 14 Nov 2009 at 3:55 pm

    Terimakasih atas responnya. Kapan datang ke sragen untuk menjenguk kami ? Kami senang hati jika bersedia berkunjung. Sekali lagi terimakasih.

  7. Cici - Boneon 19 Nov 2009 at 11:28 am

    Salam kenal pak.
    Mohon dapat dikirimkan kepada kami modul yang tentang pengolahan sampah ada yang lebih rinci dan praktis. Terima kasih banyak sebelumnya semoga amal baik bapak dapat memperoleh pahala yang besar.

  8. titis hariantion 24 Nov 2009 at 1:18 pm

    met sore pak. saya sangat tertarik dengan asap cair. dan yang ingin saya tanyakan adalah perlu berapa kali penyaringan menggunakan zeolit untuk memperoleh hasil yang maksimal dan berapa banyak zeolit yang dipakai untuk setiap penyaringan? mohon balasannya dikirim melalui e-mail saya. terima kasih.

  9. iqmalon 24 Nov 2009 at 1:57 pm

    Asap cair itu jenisnya sangat bervariasi tergantung dari bahan baku dan proses khususnya temperatur yang digunakan, karena ini menyangkut proses degradasari thermal.
    Untuk menyaring asap cair tersebut hendaknya selalu dilakukan percobaan saja untuk lebih yakin sehingga diperoleh asap cair yang bersih dan jernih.
    Zeolit juga memiliki kapasitas pertukaran dan penyaringan tertentu, hendaknya juga selalu dicoba untuk bisa beberapa kali penyaringan, setelah itu dapat dilakukan pembersihan kembali untuk digunakan ulang.
    Jadi saya tidak bisa menjawab secara pasti, berapa kali penyaringan yang sesuai dengan produk asap cair milik anda.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply