Tag Archive 'plastik'

Jul 31 2010

Saat Pembalut itu Pecah…

Published by iqmal under Kehidupan nyata

Ketika kupandang sekilas, ternyata memang tampak pembalutnya sudah pecah. Di balik pembalut yang pecah tersebut kalau dilihat akan tampak helaian panjang dan ikal yang rapat. Wah timbul keraguan untuk menikmatinya… Tadinya terbayang rasa gurih dan asin kalau sebenarnya langsung dinikmati…

Sebenarnya untuk menyantapnya mestinya perlu ada perlakuan awal dulu biar lebih nikmat. Dengan kenyataan bahwa pembalut yang ada sudah pecah maka nafsu untuk menikmatinya sudah menjadi jauh berkurang….

Tulisan pengantar di atas mungkin dapat disalahtafsirkan menjadi sesuatu yang berkonotasi jorok. Tetapi hal ini sebenarnya saya jumpai dalam bungkus produk mi instan yang beredar di negara jiran di Malaysia. Untuk diketahui semua produk yang ada di pasar diatur harus mencantumkan informasi komposisi, simbol halal, cara pembuatan, data produsen, dan informasi lainnya. Termasuk di dalamnya adalah informasi tentang aduan kerusakan produk dan tanggal kedaluwarsa. Pada kemasan produk mi instan merk Mie XXXXX ini juga terkandung informasi tersebut. Mengingat produk dipasarkan di negeri dengan penduduk multi etnis, maka tulisan dibuat dengan bahasa Melayu, Cina dan Inggris. Hal yang menarik adalah tulisan dalam bahasa Melayu yang beberapa istilahnya dapat memiliki arti yang berbeda jika dibaca oleh orang Indonesia. Continue Reading »

14 responses so far

Jul 30 2010

Hindari Ketupat dari Plastik

Published by iqmal under Health & Safety, kuliner

Di tempat tinggal saya, baik di Banyumas maupun di Yogyakarta sekarang, banyak dijumpai ketupat. Ketupat sudah menjadi makanan khas di tanah air. Ketupat biasa dihidangkan sebagai pengganti nasi pada makanan soto, pecel atau makanan lainnya. Ketupat juga biasa disajikan sebagai makanan pada waktu-waktu tertentu seperti pada hari raya Idul Fitri.

www.wartakota.co.id)

Ketupat ini dapat berfungsi sebagai pengganti nasi putih biasa. Ketupat merupakan olahan dari beras yang dimasak dengan jalan direbus, tetapi berasnya dimasukkan pada wadah selongsong terbuat dari anyaman daun kelapa. Butiran beras akan menyerap air dan selanjutnya ukuran butiran akan membesar sehingga memenuhi ruang selongsong yang tersedia. Pada satu selongsong ketupat biasa diisi dengan beras sekitar seperempat volume ukuran yang ada dan jangan terlalu banyak. Proses perebusan ketupat ini biasanya memakan waktu lama hampir tiga kali lipat yang diperlukan untuk menanak nasi biasa. Hal ini karena diperlukan proses pemasakan butiran beras supaya lunak dan bersifat lengket, yang selanjutnya dapat menyatu antar partikel beras. Kalau pada proses pembuatan bubur, butiran beras juga menggunakan air yang cukup banyak dan dimasak lama, namun karena beras tidak dimasukkan dalam wadah selongsong dan juga sambil diaduk, maka butiran beras hanya akan berubah lembek tetapi tidak menyatu. Produk ketupat yang baik adalah setelah bungkus selongsong dibuka, diperoleh bentuk utuh ketupat sesuai wadahnya dan tidak terurai menjadi butiran kembali. Cara penyajian selanjutnya adalah dengan jalan dibelah atau dipotong-potong menggunakan pisau sesuai selera. Continue Reading »

8 responses so far