Nov 18 2009
Di Balik Misteri Jamur Berasap
abar tentang jamur berasap dan menimbulkan kegegeran bagi masyarakat muncul kembali. Kali ini diberitakan jamur raksasa dengan diameter lebih dari 50 centimeter ditemukan warga di Dusun Batunungul, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (15/11/2009). Tahun 2008 lalu sudah ada berita serupa tentang jamur raksasa yang mengeluarkan asap secara berturut-turut di kawasan Magetan, yakni di desa Getasanyar, dan kemudian di jamur dusun Keniten desa Turi Kecamatan Panekan. Pada tahun ini juga ada kasus jamur berasap di Jl Cumpedak Dusun Kreongan Kelurahan Jember Kidul, Jatim. Tahun 2007, kejadian serupa juga muncul di Dusun Peyuyon, Desa Mertasari, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara.
Untuk yang di Tasikmalaya, diberitakan bahwa dari bagian jamur akan keluar asap tipis. Dari pengamatan saat itu bahwa kondisi jamur yang masih utuh selama tiga hari terkadang mengeluarkan asap tipis dari batangnya. Fenomena asap dari jamur raksasa pada saat jamur masih tumbuh sering juga terlihat oleh pengunjung yang melihat jamur tersebut.
Menurut penemu jamur ternyata jika jamur raksasa diperhatikan secara seksama dengan sabar maka akan menimbulkan asap meskipun munculnya asap dari jamur tersebut tidak tentu. Ia yakin asap tersebut berasal dari batang jamur dan bukan dari proses pembakaran disekitar lokasi ditemukannya jamur raksasa. Analisis lebih lanjut diduga bahwa kemunculan asap tersebut diakibatkan dari pembakaran cahaya matahari yang memanas pada batang tumbuhan jamur. Menurutnya terik matahari bisa mengakibatkan jamur tersebut berasap tipis karena lebabnya jamur yang terjemur oleh matahari sehingga terjadi proses penguapan.
Selanjutnya dapat dimengerti, bahwa jika ada kabar aneh maka akan mengundang orang untuk datang. Warga setempat beramai-ramai mendatangi jamur tersebut untuk melihat kebenaran memunculkan asap.
Untuk kasus jamur yang di Magetan bahkan sempat dihubungkan dengan kepercayaan lokal karena jamur tersebut muncul pada hari baik yakni Jum’at legi sehingga akan memiliki keanehan dan keajaiban. Fenomena ini diyakini beberapa warga mengingat jamur tersebut terkadang kalau pagi akan mengeluarkan gumpalan asap putih tipis dan fenomenan inilah yang kemudian dipercaya warga akan membawa berkah. Asap ini muncul dari celah – celah kelopak jamur yang mekar. Jamur ini memiliki ukuran cukup besar yakni ukuran tinggi hampir 80 cm dan diameter 60 cm. Saat itu dapat menyedot pengunjung untuk melihat keanehan ini sampai jumlah 500 orang per harinya.
Untuk kasus jamur di Banjarnegara, menurut penemunya asap akan muncul kalau siang dan terkena sinar matahari. Asap menyerupai kabut putih dan tidak berbau. Dari coba-coba diketahui asap tidak berbahaya karena saat diujicoba dengan korek, juga tidak menyala. Jamur ini dapat tumbuh dengan cepat hanya dalam beberapa hari sampai berjumlah sekitar 200 lembar daun dengan lebar bervariasi. Keanehan jamur saat itu kemudian dikaitkan dengan pemilihan kepala desa (pilkades) setempat.
Memang kunjungan orang untuk melihat karena rasa ingin tahu itu wajar, tetapi jika kemudian jika dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang mempengaruhi nasib itu akan jadi aneh.
Asap dapat muncul dari mana saja. Air atau bahan yang mengandung cairan jika terkena panas, juga akan menghasilkan asap. Asap dapat muncul dan terlihat dari banyak benda, seperti minuman soda atau bir yang baru dibuka, orang menghembuskan udara dalam udara yang relatif dingin dan berkabut, knalpot kendaraan, ketel uap dan lain-lain.
Untuk kasus jamur berasap ini, fenomena yang tampak oleh pengunjung sebagai asap ini diduga seperti pengakuan penemu jamur, pada saat jamur terkena panas matahari kemungkinan adalah uap air yang keluar dari jamur. Fenomena ini sering kita amati kalau tanah atau jalan saat baru saja terkena gerimis tetapi kemudian ditimpa oleh panas matahari maka kemudian akan muncul asap dari jalan atau tanah tersebut.
Tetapi dugaan yang lebih kuat adalah berupa keluarnya spora dari tubuh jamur yang sudah matang. Dengan bantuan sedikit angin, maka spora akan keluar terlepas dan terbang terbawa angin. Dalam jumlah relatif banyak, maka spora ini akan terlihat seperti asap. Hal ini secara visual dapat diamati bahwa pada daerah tanah di sekitar jamur tumbuh akan tampak berwarna putih dari spora-spora yang terjatuh di sekitarnya.
Untuk diketahui bahwa tanaman jamur dapat berkembang biak salah satunya dengan alat reproduksi berupa spora ini. Spora dihasilkan dari sel-sel basidiospora yang terdapat pada bagian tubuh jamur yang disebut sebagai lamela. Lamela ini terletak dekat pada tangkai jamur. Pada saat jamur sudah mencapai kematangan tertentu atau sudah dewasa maka bagian jamur akan merekah dan memungkinkan spora-spora akan terlepas. Oleh karena itu dengan rangsangan angin atau panas, maka spora akan keluar secara bersamaan dan terlihat seperti asap.
Mengingat ukuran jamur yang besar maka jumlah spora yang dihasilkan
juga banyak. Dengan demikian saat jatuhnya spora dari badang jamur ini mesti akan terlihat sebagai asap. Dengan penjelasan ini mestinya kita tidak boleh lagi mempercayai adanya sesuatu yang bersifat mistik di balik fenomena jamur berasap ini. Kalau dianggap jamur ini akan mendatangkan rejeki atau mungkin mendatangkan bencana, itu adalah sesuatu yang tidak berkaitan.
Jamur berasap mungkin saja mendatangkan rejeki, tetapi itu dari efek lain. Misalnya pemilik lahan dapat menarik ongkos bagi pengunjung yang akan melihatnya, para pemuda di sekitar lokasi mengelola jasa parkir bagi pengunjung, beberapa warga di sekitar dapat memanfaatkan dengan berjualan atau bahkan kalau jamurnya sudah mau matang, diambil sebagian untuk dimasak dan dijual.
Kalau fenomena jamur berasap bagi saya sih, cukup bermanfaat. Minimal untuk mendapatkan satu artikel lagi buat tulisan di blog ini.
Ilustrasi :
1. Jamur di Magetan / 2 lokasi (sumber gambar dari dari link dan link ini)
2. Jamur di Jember (sumber gambar dari dari link ini)




kita belajar dari sunatullah, yaitu hukum Allah yang menciptakan semua hukum di jagat raya ini. menurut saya jamur itu adalah sejenis jamur biasa dan berukuran besar, tetapi mempunyai kelebihan mengeluarkan asap. teory sama dengan pengembunan atau penguapan. jadi tidak ada yang aneh. jauhkan dari pandangan musyrik atau pandangan yang berlebihan. Kita hindari perkataan tahayul sehingga kita terjebak kedalam pandangan yang salah. Mari kita mempelajari kekuasaan Allah dengan berbagai pandangan sehingga kita sadari betapa Maha Kuasanya Allah, yang membuktikan Allah penguasa alam jagat raya ini.
Budi SBY
Sekali lagi saya tuliskan kembali bahwa asap yang keluar itu bukan asap seperti yang biasa kita kenali sebagai asap hasil pembakaran. Asap yang tampak itu adalah kumpulan spora dari jamur yang sudah matang, karena banyak dan berwarna putih jadi tampak oleh mata kita sebagai asap.
mengapa jamur ini bisa berasap?apakah ini ke kuasaan alloh
Mbak-mbak, itu bukan asap tapi kepulan spora jamur yang menyerupai asap, jadi bukan yang misterius dan msitis nggih….
Yang jelas, semua yang di alam ya mesti sunnatullah.
Bagus nih artikelnya! Oya saya setuju soal spora, soalnya di dekat rumah ada yang namanya jamur Supa atau Suung Supa(sunda) kalau sudah lama terus ditekan suka muncul seperti asap tapi warnanya laen. Oya mau nanya nih mungpung ada narasumber soalnya bingung mau nanya ke siapa, langsung saja. Di dekat rumah saya, saya nemu bunga aneh bentuknya kaya bunga bangkai tapi masih ragu soalnya ga terlalu berbau tapi tetep ada lalatnya. Oya ada fotonya ko liat aja di foto album facebook saya di http://www.facebook.com/kalfcoold . Nama albunya Back To Nature. Terimakasih.
Hehehe… saya itu bukan ahli jamur.
Kalau soal bunga yang dimaksud, itu memang ada dan di Jawa Tengah/Yogya sering disebut sebagai bunga Suweg. Ciri-cirinya persis seperti yang disebutkan.
Salam kenal kembali ya mas…